Langsung ke konten
Senin, 5 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Film ‘Rindu’ Alumni Komunikasi UNITRI Sabet Juara 2 Festival Film Santri Nasional 2026

Karya sinematografi bertajuk 'Rindu' besutan tim ORBITRA Creative yang beranggotakan alumni Program Studi Ilmu Komunikasi

Momen kebersamaan tim produksi ORBITRA Creative bersama dosen dan mahasiswa usai pemutaran dan diskusi film 'Rindu' yang sukses menyabet Juara 2 Festival Film Santri Nasional 2026 di Laboratorium Ilmu Komunikasi UNITRI.

Momen kebersamaan tim produksi ORBITRA Creative bersama dosen dan mahasiswa usai pemutaran dan diskusi film 'Rindu' yang sukses menyabet Juara 2 Festival Film Santri Nasional 2026 di Laboratorium Ilmu Komunikasi UNITRI.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Karya sinematografi bertajuk ‘Rindu’ besutan tim ORBITRA Creative yang beranggotakan alumni Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, sukses menyabet Juara 2 dalam ajang Festival Film Santri Nasional 2026. Capaian gemilang di ajang yang diselenggarakan oleh Pesantren Fest berkolaborasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) tersebut membuahkan hadiah uang tunai Rp2 juta, sertifikat, trofi, serta piala penghargaan.
Film ini lahir dari proses kreatif Andi Kurniawan Saputra selaku sutradara, penulis naskah, dan editor; Febrian Maulana sebagai produser dan gaffer; serta Adam Pramudian di posisi kamerawan. Pemeranan karakternya dipercayakan kepada Fathur Rahman, Thomas Asduan Alfandy Shinky Oby, dan Anjelita Sepdiana Delvista Billy. Febrian, yang baru saja mengikuti Wisuda ke-52 UNITRI pada Agustus 2026 dan tercatat sebagai alumni Pesantren Darunna’im Pontianak, mengungkapkan bahwa kemenangan ini sepenuhnya di luar dugaan tim.

“Awalnya tidak ada ekspektasi untuk menang. Kami menganggap ini sebagai portofolio saja. Tapi ternyata film kami mendapatkan kemenangan. Ini merupakan langkah awal untuk berkarya lebih baik lagi,” ungkap Febrian saat acara nonton bareng dan diskusi di Laboratorium Ilmu Komunikasi UNITRI, Kamis (3/9).

Febrian menjelaskan bahwa ‘Rindu’ berakar pada isu toleransi antarumat beragama. Ide ini terinspirasi dari kegelisahan sang sutradara yang melihat toleransi sering kali mandek pada tataran ucapan, serta dari pengalaman pribadinya saat tinggal satu kos dengan rekan lintas agama. Melalui film ini, mereka ingin menegaskan bahwa toleransi membutuhkan wujud nyata dalam interaksi sosial. “Tuhan sudah memberikan cara untuk bertoleransi. Tugas kita hanya merealisasikannya untuk saling bertoleransi antarumat beragama,” tegas Febrian menyoroti pesan inti film tersebut.

Baca juga: Ngobrol Bareng “Lestari Alamku Jaya Negeriku”, Sejumlah Tokoh Soroti Pelestarian Hutan hingga Peran Budaya dan Film dalam Menjaga Alam

Iklan

Baca juga: Fajar Bustomi Kunjungi FBiPK UB, Sutradara Ternama Indonesia Survei Lokasi untuk Film Baru 3726 mdpl

Terkait proses produksi yang terbilang singkat, ia menuturkan bahwa tantangan terberat justru bukan pada aspek teknis perfilman, melainkan dinamika tim. “Kami dalam tim terbiasa dengan komunikasi to the point. Tantangan terbesarnya justru bagaimana membuang ego masing-masing untuk tujuan bersama,” jelasnya. Ia juga mengakui bahwa bekal akademik dari kampus menjadi fondasi pencarian ide, sedangkan insting kreatif sangat diandalkan untuk memecahkan masalah tak terduga di lapangan.

Sebagai penutup, Febrian menitipkan pesan tajam bagi sesama mahasiswa agar selalu percaya diri dalam memamerkan kemampuannya. “Buang rasa minder itu. Kita hanya beda bangunan, bukan beda kapasitas kreatifnya,” pesannya dengan lugas. Pihak Program Studi Ilmu Komunikasi UNITRI pun berharap keberhasilan ORBITRA Creative ini dapat menyuntikkan keberanian bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan meramaikan panggung kompetisi kreatif tingkat nasional.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.