Langsung ke konten
Sabtu, 5 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Malang Raya

Wisuda Ma Chung: Lulusan Didorong Tak Sekadar Cari Kerja, tetapi Ciptakan Lapangan Kerja

Alumni Universitas Ma Chung Didorong Jadi Entrepreneur

Wisuda Universitas Ma Chung

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Ma Chung kembali meluluskan mahasiswa program Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma dalam upacara wisuda yang berlangsung khidmat. Salah satu momen penting dalam wisuda kali ini adalah dikukuhkannya angkatan pertama lulusan Program Studi Diploma 3 (D3) Optometri.

Prosesi wisuda tersebut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Ma Chung, pengurus Yayasan Harapan Bangsa Sejahtera, perwakilan instansi pemerintah, kepala sekolah, serta mitra industri.

Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., mengatakan para lulusan saat ini akan menghadapi dinamika global yang terus berubah. Karena itu, kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi menjadi bekal penting untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Yufra menyinggung berbagai tantangan global, mulai dari fenomena bencana alam hingga perkembangan pesat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, berbagai persoalan tersebut membutuhkan kemampuan lintas disiplin dalam mencari solusi.

Wisuda kali ini juga menjadi momentum penting bagi Universitas Ma Chung dengan diluluskannya angkatan pertama D3 Optometri. Program studi tersebut mencatatkan tingkat kelulusan Ujian Kompetensi Nasional sebesar 10 persen.

Prestasi lain ditorehkan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Ma Chung yang berhasil mempertahankan kelulusan 100 persen dalam uji kompetensi selama tiga kali berturut-turut.

D3 Optometri Ma Chung Miliki Peran Strategis

Usai prosesi wisuda, Prof. Yufra menjelaskan bahwa lulusan D3 Optometri memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut dia, jumlah perguruan tinggi yang membuka program studi Optometri masih terbatas, baik di Jawa Timur maupun secara nasional.

“Di Jawa Timur hanya ada dua perguruan tinggi yang memiliki prodi Optometri, salah satunya di Universitas Ma Chung. Sementara di tingkat nasional jumlahnya tidak sampai 16 kampus,” ungkap Prof. Yufra.

Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc.

Ia menjelaskan, pembukaan Program Studi D3 Optometri di Universitas Ma Chung melalui proses yang cukup panjang. Persiapan perizinan bahkan membutuhkan waktu hingga delapan tahun sejak pembentukan satuan tugas pada 2015.

Keberadaan tenaga Optometri bersertifikat dinilai memiliki posisi penting dalam layanan optik. Prof. Yufra menyebut, keberadaan tenaga profesional tersebut memiliki fungsi strategis dalam pelayanan kesehatan mata, termasuk bagi optik yang melayani pasien BPJS Kesehatan.

Minat terhadap Program Studi D3 Optometri pun terus meningkat. Setiap angkatan diikuti puluhan mahasiswa, bahkan sebagian mahasiswa mendapat dukungan dan pembiayaan langsung dari perusahaan optik.

Universitas Ma Chung Dorong Lulusan Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Selain memperkuat bidang kesehatan, Universitas Ma Chung juga terus mempertahankan visi pendiriannya sejak berdiri pada 2007, yakni mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Iklan

Semangat kewirausahaan tersebut diterapkan melalui kurikulum dan pendekatan tugas akhir yang lebih adaptif. Mahasiswa tidak hanya diberikan pilihan menyusun skripsi konvensional, tetapi juga dapat menyelesaikan tugas akhir melalui penyusunan Business Plan, Project, maupun Business Creation.

“Sejak semester lima, khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mahasiswa kami bekali dengan konsentrasi Family Business dan Business Creation. Salah satu contoh tugas akhir mahasiswa adalah mengembangkan usaha jasa penderek kendaraan (towing), mulai dari perhitungan kelayakan ekonomi, rekrutmen tenaga kerja, hingga analisis kelayakan finansialnya,” jelas Prof. Yufra.

Pendekatan kurikulum berbasis kewirausahaan tersebut, kata dia, telah menghasilkan lulusan yang mulai membangun usaha sendiri sejak masih kuliah maupun setelah menyelesaikan pendidikan.

Berdasarkan survei internal Universitas Ma Chung, sekitar 10 persen lulusan telah memiliki dan menjalankan usaha sendiri saat atau sesaat setelah lulus.

Prof. Yufra berharap para lulusan dapat terus membawa semangat kewirausahaan ke berbagai bidang yang mereka tekuni, baik sebagai pengusaha, profesional di dunia industri, maupun aparatur di lingkungan pemerintahan.

“Bekerja di instansi atau pemerintahan pun harus menerapkan prinsip entrepreneur: efisien memanfaatkan sumber daya, peka melihat peluang, dan menganggap masyarakat sebagai customer yang harus dilayani dengan baik,” pungkasnya.

Melalui penguatan kompetensi profesi dan pendidikan berbasis kewirausahaan, Universitas Ma Chung berharap para alumninya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman sekaligus menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.