Sorotan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebagai lulusan yang berhasil meraih beasiswa internasional hingga melanjutkan studi ke Inggris menjadi pengalaman yang dibagikan Nyiur Salsabila Frida, S.H.
Pengalaman ini dibagikan kepada mahasiswa International Class Program (ICP) Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam kegiatan sharing session, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang digelar secara daring oleh Unit International Class Program (ICP) Fakultas Syariah tersebut membahas strategi meraih beasiswa internasional dan berbagai peluang akademik di tingkat global.
Mahasiswa ICP Fakultas Syariah mengikuti kelas ini sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan sekaligus memotivasi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang akademik internasional.
Baca juga: Dosen UIN Malang Jadi Reviewer ICOSLAW UINSA, Telaah Naskah Hukum Islam dan Isu Gender
Persiapan Menuju Studi Internasional
Dalam sesi tersebut, Nyiur membagikan pengalaman mengenai proses meraih beasiswa luar negeri, persiapan akademik, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, hingga pengalaman mengikuti berbagai program internasional.
Nyiur merupakan lulusan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah sekaligus jebolan International Class Program (ICP) angkatan 2022–2025.
Saat ini, Nyiur merupakan penerima BIB–LPDP Overseas Master’s Scholarship 2026 dan akan melanjutkan studi LLM in Corporate and Commercial Law di University of Sheffield, United Kingdom.
Pengalaman internasional Nyiur tidak diperoleh secara instan. Ia sebelumnya pernah mengikuti Global UGRAD Exchange Program di Amerika Serikat, student exchange di Türkiye, serta student mobility di Universiti Malaya, Malaysia.
Saat ini, ia juga berkiprah di bidang Hubungan Masyarakat Kementerian Haji di Magetan.
ICP Mendorong Mahasiswa untuk Berbagai Peluang Internasional
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan III Fakultas Syariah bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., Ketua ICP Risma Nur Arifah, M.H., serta Sekretaris ICP Yayuk Whindari, S.H., M.H., LL.M.
Keduanya turut berperan dalam pengelolaan program, sosialisasi, serta menjadi narahubung penerimaan mahasiswa baru ICP dan pengembangan kerja sama internasional.
Ketua ICP Risma Nur Arifah, M.H., mengatakan sharing session tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa agar mulai mempersiapkan diri sejak dini untuk menyambut berbagai peluang internasional.
Menurutnya, persiapan dapat dimulai dengan aktif mencari informasi beasiswa, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
Kemudian, memperkuat prestasi akademik dan nonakademik, mengikuti program internasional, hingga menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan dalam proses pendaftaran.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa mulai mempersiapkan diri sejak dini. Kesempatan untuk belajar di luar negeri, mendapatkan beasiswa, dan memiliki pengalaman global terbuka bagi siapa saja yang mau mempersiapkan diri dan berani mencoba,” ujar Risma.
Sementara itu, dalam sambutannya Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, mengapresiasi pelaksanaan sharing session tersebut.
Menurutnya, pengalaman yang dibagikan alumni dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk berani mengejar peluang akademik di tingkat internasional.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya agar termotivasi untuk meraih beasiswa internasional, seperti yang telah diraih Nyiur Salsabila Frida,” ujar Miftahul Huda.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa memperkuat prestasi akademik dan kemampuan bahasa sebagai modal untuk bersaing dalam berbagai program internasional.
Mahasiswa juga didorong untuk membangun jejaring dengan akademisi dan alumni yang memiliki pengalaman internasional.
“Peluang akademik global perlu diperkuat dengan prestasi akademik dan kemampuan bahasa. Bangun koneksi dengan akademisi dan alumni internasional untuk mendapatkan informasi serta peluang kolaborasi,” katanya.
Miftah juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menunda persiapan.
Menurutnya, peluang internasional membutuhkan proses dan persiapan yang matang sehingga mahasiswa perlu mulai membangun rekam jejak sejak masih berada di bangku kuliah.
“Mulai sekarang, bukan nanti. Peluang internasional sering kali membutuhkan persiapan berbulan-bulan. Jadi, semakin awal memulai, semakin besar peluang untuk berhasil,” tuturnya.
Keseimbangan Ikhtiar dan Spiritualitas
Selain aspek akademik, Miftah mengingatkan mahasiswa untuk tetap menjaga keseimbangan antara ikhtiar dan spiritualitas.
Ia berpesan agar mahasiswa senantiasa berdoa dan mengevaluasi kualitas ibadah dalam proses mengejar cita-cita.
“Jangan lupa menyertakan doa setiap hari. Evaluasi ibadah dan salat kita, termasuk salat tahajud. Jangan ditinggalkan salat tahajud kalau mempunyai impian besar,” pesannya.
Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi diskusi. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan kepada Nyiur.
Beberapa pertanyaannya mengenai strategi agar lolos seleksi beasiswa, tahapan pendaftaran, cara mempersiapkan dokumen, hingga tips membangun profil yang kompetitif untuk mengikuti program internasional.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Nyiur membagikan pengalaman dan proses panjang yang dilaluinya hingga berhasil mendapatkan beasiswa internasional.
Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses belajar, mencoba, mengevaluasi kegagalan, dan terus memperbaiki diri.
Nyiur berpesan agar mahasiswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan dalam mengejar impian, termasuk ketika belum berhasil dalam seleksi beasiswa.
“Jangan pernah putus asa dalam meraih impian, termasuk impian untuk melanjutkan studi dan mendapatkan beasiswa internasional. Jika belum berhasil atau belum lolos beasiswa, terus lakukan muhasabah dan perbaiki diri dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkap Nyiur.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk mulai membangun pengalaman internasional sejak masa kuliah alias tidak menunggu lulus.
Pengalaman mengikuti program pertukaran mahasiswa, student mobility, maupun berbagai program akademik internasional dinilai dapat menjadi bekal penting untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus menghadapi persaingan global.
Melalui kegiatan tersebut, Unit ICP Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi dari para lulusan mengenai beasiswa dan program internasional, tetapi juga memiliki motivasi dan keberanian untuk mulai mempersiapkan diri.
Sharing session tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya ICP Fakultas Syariah dalam membuka wawasan mahasiswa terhadap berbagai peluang akademik global.
Selain itu juga mendorong lahirnya lebih banyak mahasiswa yang mampu menembus program beasiswa, pertukaran mahasiswa, dan berbagai pengalaman internasional lainnya.(MFT)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.