Langsung ke konten
Kamis, 3 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Tim PPK Ormawa BEM UNESA 2026 Edukasi Warga Labuhan soal Konservasi Mangrove dan Hasil Laut

Sekitar 20 peserta dari kalangan petambak, nelayan, ibu-ibu UMKM, dan pemuda-pemudi Desa Labuhan mengikuti dua materi sekaligus: konservasi mangrove dan

Sesi foto bersama Tim PPK Ormawa BEM UNESA 2026, narasumber, dan perwakilan masyarakat usai kegiatan edukasi Bahari Lestari di Gedung Serbaguna Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan, Kamis (20/8/2026).

Sesi foto bersama Tim PPK Ormawa BEM UNESA 2026, narasumber, dan perwakilan masyarakat usai kegiatan edukasi Bahari Lestari di Gedung Serbaguna Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan, Kamis (20/8/2026). (Foto: Tim PPK Ormawa BEM UNESA)

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Tim PPK Ormawa BEM UNESA 2026 menggelar edukasi Bahari Lestari di Gedung Serba Guna Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Kamis (20/8/2026). Sekitar 20 peserta dari kalangan petambak, nelayan, ibu-ibu UMKM, dan pemuda-pemudi Desa Labuhan mengikuti dua materi sekaligus: konservasi mangrove dan keamanan pangan hasil laut.

Kegiatan dibuka Enge Grecia Eka Septiana selaku MC. Anissa Dwi Khasanah menyampaikan sambutan sekaligus menyebut sesi ini sebagai edukasi terakhir sebelum warga masuk tahap praktik. “Terima kasih kepada Bapak, Ibu, dan adik-adik yang sudah berkenan hadir. Kegiatan ini merupakan edukasi terakhir yang kita lakukan.

Harapannya, apa yang sudah disampaikan bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, karena setelah ini tinggal praktik-praktiknya,” ujarnya. Sambutan dari pihak desa disampaikan Bapak Tamam selaku Kepala Dusun Kentong. “Alhamdulillah, saat ini kita bisa berkumpul dan bermusyawarah mengenai pengelolaan ekosistem pesisir dan potensi mangrove untuk mendukung lingkungan Labuhan yang berkelanjutan. Kalau kita melihat, potensi di Labuhan ini sangat banyak. Semoga bisa kita manfaatkan dengan baik,” ungkapnya.

Baca juga: Tidak Ikut Demo, Jawara Technoprenure dari SMAN 1 Turen Malah Akui Dukungan Kepala Sekolah MALANG I JATIMSATUNEWS.COM: Pernah viral medio 17 Oktober 2022, SMAN 1 Turen justru mengukir prestasi berturut sesudahnya, antara lain juara UKBI dan terkini menjadi juara 1 ajang SMA Award kategori Technoprenure 16 Desember lalu. Adalah Fadlih pemuda yang mewakili 3 rekannya menerima Anugerah itu dari tangan Gubernur Jatim Khofifah. Menjadi puncak capaian tertingginya atas segala proses menuntut ilmu dan berusaha menorehkan prestasi yang pernah dilakukan selama menjadi siswa di SMAN 1 Turen. “Lomba technopreneur saya ikuti bersama dengan 2 teman lain dari SMAN 1 Turen yakni Najwa Nur Sabrina (XI MIPA 1) dan Ruth Benedicta Susanto (XI MIPA 1). Karena yanh boleh mewakili hanya satu maka sayalah yang berangkat, karena kebetulan saya laki-laki, jadi lebih mudah keluar rumah nginap-nginap,” tutur Fadlih menceritakan pengalamannya berangkat menuju Shangrila menerima Anugerah juara SMA award pada Jatim Satu News, Senin 18/12/2022 Selanjutnya dia juga menceritakan proses sebelum berhasil meraih anugerah. Selanjutnya dia juga menceritakan tahap memperoleh kemenangan atas karyanya Design In. “Awal pengumpulan karya berupa proposal dan video pada tanggal 04 Oktober 2022, Pengumuman 5 besar tanggal 14 November 2022, Babak final tanggal 06 Desember 2022 bertempat di Ruang Rapat Bidang PPSMA, Gedung B lantai 1 Dinas Pendidikan Prov. Jatim, Jl. Gentengkali 33 Surabaya. Terdapat 3 juri yang menguji rancangan bisnis kami,” cetus Fadlih. “Kami berangkat bertiga saat itu didampingi bu Desi juga, Pengumuman 3 besar tanggal 13 Desember 2022, dan saya mewakili kawan-kawan menerima hadiah kemarin,” ungkap Fadlih. Menceritakan kesibukannya, dia mengaku hanya fokus dengan pelajaran dan kejuaraan selama ini. Tidak mengamati kejadian di luar kegiatan itu termasuk demo yang pernah vital. “Waktu Itu saya sedang berada di luar sekolah, ikut kegiatan double track, lomba juga bersama bu Eny, ” tutur Fadlih dengan mata menerawang mengingat-ingat. Selanjutnya dia menyatakan memang tidak ikut demo yang ditujukan kepada kepala sekolahnya Eny Retno Diwati dengan tuduhan Arogan. “Iya saya tidak ikut demo waktu itu. Justru saya sedang bersama Bu Eny kegiatan SMA Double Track di Tunjangan Plaza, menuju pulang,” kisahnya. Diketahui, SMA double track adalah SMA yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) reguler dan menyelenggarakan kegiatan pembekalan keterampilan secara berdampingan dengan memanfaatkan kearifan lokal. Mengenai sosok Kepala Sekolahnya yang didemo dia tidak mengeluhkan apapun. Justru dia mendapatkan dukungan penuh motivasi, fasilitasi dan pendampingan selama mengikuti berbagi lomba, termasuk Technoprenure. “Bu Eny tak henti memberi motivasi dan support mewujudkan impian menjadi juara. Misal disamping mendapatkan bimbingan dari guru sekolah bu Eny juga menugaskan guru pendamping dari luar sekolah dan memfasilitasi apapun yang kami butuhkan mulai pendaftaran hingga menang kemarin, ” jelas Fadlih. Dia bahagia dengan hasil kemenangannya, berterima kasih kepada Civitas sekolah yang tak henti memberi dukungan. Kawan sesama siswa, guru pembimbing, guru pendamping, semen termasuk Kepala Sekolah. “Alhamdulillah, capaian ini berkat dukungan dari banyak pihak. Saya tidak akan bisa memperoleh kalau maju sendiri. Terimakasih dukungan kawan-kawan siswa, guru pembimbing, guru pendamping, asisten men mengajar, Asmen dan tentu saja termasuk Kepala Sekolah, Ibu Eny Retno Diwati, ” ungkap Fadlih. (Ans)

Iklan

Baca juga: Aksi Nyata Mahasiswa Kehutanan FBiPK Dalam Rangka Memperingati Hari Mangrove Sedunia

Materi pertama disampaikan Yenny Larasati, SKM., S.ST., M.M., dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan. Ia menjelaskan mangrove sebagai tumbuhan pesisir yang beradaptasi di zona pasang surut, dengan fungsi melindungi pesisir, jadi habitat biota, menyimpan karbon, dan mendukung penghidupan masyarakat. “Mangrove bukan hanya tanaman yang tumbuh di kawasan pesisir. Keberadaannya memiliki fungsi penting bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya. Kawasan mangrove Lamongan tersebar di Kecamatan Paciran dan Brondong, seluas sekitar 135,59 hektare, dengan 114 hektare berada di Brondong. Yenny juga memaparkan empat langkah konservasi: inventarisasi dan pemantauan, edukasi, integrasi kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor.

Materi kedua disampaikan Serotytto Pasadhena, S.Tr.Kes. Ia mengingatkan bahwa pangan bergizi harus diolah dengan memperhatikan kebersihan dan keamanan. “Kalau kita berbicara tentang pangan, yang perlu diperhatikan bukan hanya kandungan gizinya, tetapi juga bagaimana pangan tersebut aman untuk dikonsumsi. Hygiene dan sanitasi sangat penting untuk mencegah terjadinya pencemaran selama proses pengolahan,” paparnya.

Iklan

Ikan, udang, kerang, cumi-cumi, kepiting, hingga rumput laut disebut sebagai sumber protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat. Peserta juga diajak memahami pemilihan bahan, kebersihan tangan dan peralatan, penyimpanan, hingga proses memasak hasil laut sampai matang.

Kedua materi diikuti peserta dengan cukup aktif tanpa kendala berarti. Bekal ini akan dibawa warga Labuhan ke tahap praktik penanaman mangrove sekaligus diterapkan dalam pengolahan hasil laut sehari-hari.

By. Binti Aminatul HidayahInstagram: @ppko_sumberbahari | Email: ppkobemunesa@gmail.com | Tiktok: @ppko_sumberbahari | Youtube : @PPKO.SUMBERBAHARI.MARITIM

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.