Langsung ke konten
Senin, 31 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

3 NU-Care MWCNU Ngawi Raih Penghargaan Program Intensifikasi Koin NU, PC LAZISNU NGAWI Perkuat Khidmah Filantropi

Kiai Hasim, Gus Maulida, Munir Wahono, Agus PM Misran dari NU Care LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi menghadiri Konsolidasi Amil se-Jatim 2026 bersama 15 perwakilan MWCNU Ngawi di Jombang (30/8).

Kiai Hasim, Gus Maulida, Munir Wahono, Agus PM Misran dari NU Care LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi menghadiri Konsolidasi Amil se-Jatim 2026 bersama 15 perwakilan MWCNU Ngawi di Jombang (30/8)./dok.QONY

Kiai Hasim, Gus Maulida, Munir Wahono, Agus PM Misran dari NU Care LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi menghadiri Konsolidasi Amil se-Jatim 2026 bersama 15 perwakilan MWCNU Ngawi di Jombang (30/8)./dok.QONY

NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Komitmen memperkuat gerakan filantropi Nahdlatul Ulama terus ditunjukkan NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi.

Dalam agenda Konsolidasi Amil LAZISNU se-Jawa Timur yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang, Ahad (30/8/2026), tiga MWCNU di Kabupaten Ngawi mendapatkan apresiasi melalui Program Intensifikasi Gerakan Koin NU.

Ketiga MWCNU tersebut yakni MWCNU Kasreman, MWCNU Padas, dan MWCNU Jogorogo.

Ketiganya menjadi bagian dari MWC LAZISNU yang mendapatkan intervensi program “Bantuan Modal Usaha Produktif Bergulir” setelah mengikuti program intensifikasi Gerakan Koin NU.

Masing-masing MWC mendapatkan intervensi program sebesar Rp5,17 juta.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi gerakan Koin NU.

Gerakan ini dikelola LAZISNU, yang di dalamnya terdapat 29 MWCNU di Jawa Timur yang telah mengikuti program intensifikasi koin NU.

Baca juga: Hadiri Pelatihan Fundraising CSR, LAZISNU PCNU Ngawi Siap Perkuat Gerakan Filantropi

Konsolidasi Amil LAZISNU se-Jatim

Konsolidasi Amil LAZISNU se-Jawa Timur ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, memperkuat kapasitas amil, serta membangun sinergi antarlembaga LAZISNU.

Sinergi yang didorong adalah mengembangkan gerakan filantropi NU agar semakin profesional, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran LAZISNU PBNU, LAZISNU PWNU Jawa Timur, serta perwakilan LAZISNU PC dan MWCNU se-Jawa Timur.

Dari NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi hadir KH Hasim, Gus Maulida, Munir Wahono, Agus P.M., Misran, serta perwakilan dari 15 MWC LAZISNU di Kabupaten Ngawi.

Agenda konsolidasi diawali sambutan LAZISNU PWNU Jawa Timur yang disampaikan Wakil Ketua Muhammad Su’eb, kemudian sambutan Ketua PWNU Jawa Timur KH Kikin Abd Hakim Mahfudz.

Dalam kesempatan tersebut juga terlaksana penyerahan hasil audit eksternal Kantor Akuntan Publik (KAP) oleh Bendahara LAZISNU PWNU Jawa Timur kepada Ketua PWNU Jawa Timur.

Penyerahan ini disaksikan Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar.

Hal ini menjadi bagian dari komitmen penguatan tata kelola lembaga agar pengelolaan dana umat semakin akuntabel.

Selain itu, dilakukan penyerahan bantuan mobil ambulans hak guna pakai kepada LAZISNU MWC Kebomas Gresik serta penyerahan intervensi Program Bantuan Modal Usaha Produktif Bergulir kepada sejumlah MWC yang telah mengikuti Intensifikasi Gerakan Koin NU.

Sosialisasi Koinisasi dan Website

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sosialisasi Koinisasi yang disampaikan Direktur Wilayah Moch Rofi’i Boenawi, Panglima Koin Beni Pujo Sayugo, dan Sekretaris Koin Friska Febriyana.

Peserta juga mendapatkan sosialisasi situs jaringan (website) oleh Arief Fakhrudin didampingi Direktur Wilayah.

Bagi NU Care-LAZISNU PCNU Ngawi, keikutsertaan dalam konsolidasi tersebut bukan sekadar menghadiri agenda kelembagaan.

Momentum ini menjadi ruang untuk menimba ilmu, memperluas jejaring komunikasi, serta memperkuat koordinasi dengan LAZISNU PWNU Jawa Timur dan PC LAZISNU se-Jawa Timur.

Terlebih, apresiasi yang diterima tiga MWCNU Ngawi menjadi bukti bahwa gerakan Koin NU di tingkat akar rumput memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Alhamdulillah, kami bangga bisa menghadiri undangan LAZISNU PBNU dan LAZISNU PW Jawa Timur. Ini menjadi kesempatan untuk belajar dan mengambil banyak hal yang bisa diterapkan demi kemajuan LAZISNU PCNU Ngawi,” ujar perwakilan NU Care-LAZISNU PCNU Ngawi.

Ia menambahkan, pertemuan dengan LAZISNU se-Indonesia dan jaringan PCI serta komunikasi yang semakin intensif dengan LAZISNU se-Jawa Timur menjadi tambahan energi bagi para amil untuk terus berkhidmah.

“Semoga momentum ini semakin menambah semangat kami untuk berkhidmah di NU, khususnya melalui LAZISNU, agar gerakan filantropi NU semakin kuat dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Melalui gerakan Koin NU, NU Care-LAZISNU tidak hanya menghimpun dana umat, tetapi juga berupaya mengubah semangat gotong royong warga NU menjadi program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Tiga MWCNU Ngawi—Kasreman, Padas, dan Jogorogo—menjadi bagian dari langkah tersebut.

Dari koin yang dikumpulkan bersama, tumbuh ikhtiar untuk menguatkan ekonomi umat dan memperluas kebermanfaatan.

Hal ini sesuai dengan visi NU Care-LAZISNU PCNU Ngawi, Mengabdi, Menghimpun, Menyalurkan, Memberdayakan.(QONY)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.