MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi instrumen krusial bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi laju transformasi digital. Pesan krusial ini mengemuka dalam agenda Pelatihan Pemanfaatan AI untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM di Era Digital yang dilangsungkan di Savana Hotel & Convention Malang, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan ini membuka ruang strategis bagi para pelaku usaha untuk menyelami sekaligus mempraktikkan teknologi AI guna menopang aktivitas bisnis mereka, mulai dari mematangkan ide, menyusun materi promosi, hingga memperkuat ekosistem pemasaran digital.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan VI (Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu), Hikmah Bafaqih, M.Pd, yang hadir langsung di lokasi, memberikan suntikan motivasi kepada para peserta. Ia menekankan bahwa adaptasi teknologi bagi UMKM adalah sebuah keharusan yang harus dipandang sebagai peluang emas, bukan sekadar ancaman.
“UMKM hari ini tidak cukup hanya memiliki produk yang baik. Pelaku usaha juga harus mampu memperkenalkan, memasarkan, dan mengembangkan produknya dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia. AI bisa menjadi salah satu alat untuk membantu proses tersebut,” urai Hikmah di hadapan puluhan peserta yang hadir.
Lebih lanjut, tokoh perempuan ini menegaskan bahwa kehadiran AI sama sekali tidak bertujuan untuk membunuh kreativitas dan insting bisnis para pelaku UMKM. Sebaliknya, teknologi canggih ini justru harus diposisikan sebagai katalisator agar ritme kerja menjadi jauh lebih efektif dan efisien.
“Teknologi adalah alat. Yang paling penting tetap manusianya, kreativitasnya, produknya, dan bagaimana pelaku UMKM memahami kebutuhan konsumennya. AI kita gunakan untuk memperkuat kemampuan itu, bukan menggantikannya,” tegasnya kembali.
Hikmah juga menyoroti urgensi literasi digital. Menurutnya, kesenjangan dalam penguasaan teknologi kerap menjadi batu sandungan utama bagi UMKM untuk bertarung di pasar yang semakin terbuka lebar. Ia sangat berharap pelatihan semacam ini mampu mendorong masyarakat Malang Raya agar tidak sekadar menjadi konsumen teknologi pasif. Mereka dituntut untuk bisa mengawinkan kecanggihan AI dengan strategi pengembangan usaha, sehingga produk lokal memiliki posisi tawar yang tinggi.
Agenda yang disambut dengan antusiasme tinggi ini sendiri merupakan hasil kolaborasi bersama Kaizen Collaborative Impact melalui program AI Ready ASEAN, dengan dukungan penuh dari ASEAN Foundation dan Google.org. Melalui sinergi ini, para peserta diharapkan langsung mempraktikkan ilmu yang didapat guna meroketkan produktivitas dan memperluas jangkauan pasar mereka.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.