Pelaksanaan Game Lab Malang menjadi bukti nyata bahwa Kota Malang merupakan rahim potensial bagi lahirnya talenta dan karya kreatif digital di Jawa Timur.
Melalui kolaborasi strategis antara Garuda Spark Innovation Hub Malang, LetsPlay.id, dan Ariverse Studio program Game Lab Malang sukses diselenggarakan sebagai wadah akselerasi, penyambung ekosistem, serta inkubasi ide bagi para game designer lokal.
Momen perintisan ini tidak sekadar hadir sebagai rentetan acara pelatihan teknis semata. Kegiatan ini menjadi spark (pemantik) utama untuk mengeskalasi, menyatukan, dan memperkuat potensi organik ekosistem kreatif yang telah tumbuh pesat di Bumi Arema.
Daftar Isi

Menghubungkan dan Mengeskalasi Potensi Lokal
Program Manager Garuda Spark Innovation Hub Malang, Irfan Rahmad Widiutomo, menegaskan bahwa Garuda Spark Innovation Hub hadir di Kota Malang bukan untuk menggantikan peran maupun program yang sudah ada. Kehadiran hub ini difokuskan sebagai wadah interkoneksi serta katalis penguat ekosistem digital agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Tujuan Garuda Spark lebih ke bagaimana ekosistem digital di Malang bisa saling terhubung. Kita melihat bahwa potensi di Malang itu besar banget mulai dari kampus, komunitas, sampai pelaku industri, tetapi seringkali berjalan sendiri-sendiri. Garuda Spark Innovation Hub hadir untuk menyatukan program-program yang sudah berjalan secara organik” ~ Irfan
Ia menambahkan, pemilihan sektor gim dan kolaborasi bersama LetsPlay.id dalam menyelenggarakan Game Lab Malang berlandaskan pada prinsip pemberdayaan ecosystem player lokal yang telah memiliki akar dan basis aktivitas nyata.
“Kami tidak selalu harus memulai program dari membuat sesuatu yang baru dari nol, tetapi dimulai dari apa yang sudah hidup dan berjalan baik. LetsPlay.id adalah ecosystem player di industri gim yang sudah punya basis kuat di Malang. Peran Garuda Spark adalah memberikan social capital dan mengeskalasi skala dampaknya” ~ Irfan
Ke depan, inisiatif integrasi ini diproyeksikan tidak hanya menyasar industri gim, melainkan berekspansi ke sektor teknologi digital strategis lainnya seperti Artificial Intelligence (AI), startup, hingga digital product development. Semangat ini tumbuh dari karakter khas arek-arek Malang yang independen, tangguh, dan berbasis pada kebutuhan nyata daerah.
Indikator keberhasilan dari gerakan ini berfokus penuh pada penciptaan dampak berkelanjutan, baik secara social impact maupun economic growth bagi para pelaku kreatif di Malang.
Kerangka Pembelajaran Berbasis Transformational Framework
Pelaksanaan Game Lab Malang ini dibimbing langsung oleh pemateri profesional di bidang pengembangan gim transformatif dan edukatif:
- Istivano Aprilwanda (Game Designer LetsPlay.id) – Membawakan materi Game Design & Fundamental.
- Muhammad Ali Zulfikar (CEO Ariverse Studio) – Membawakan materi Game Design Document (GDD) & Prototyping.
Keduanya didampingi oleh tim fasilitator berpengalaman, yakni Hafizh Akbar Maulana, Dwiky Chrisnanda, serta tim dari LetsPlay.id lainnya.
Dalam sesi Fundamental Game Design, Istivano Aprilwanda membedah kerangka konseptual yang merujuk pada landasan akademis The Transformational Framework karya Sabrina Culyba (2018). Kerangka ini menyoroti bahwa sebuah gim transformatif harus dirancang berdasarkan 3 pilar utama:
- Intention (Niat): Gim dirancang secara sengaja sejak awal untuk menciptakan perubahan spesifik pada diri pemain.
- Transfer (Penerapan): Perubahan pengetahuan, disposisi, maupun keterampilan yang didapatkan di dalam gim dapat diterjemahkan pada konteks dunia nyata.
- Persistence (Keberlanjutan): Perubahan internal tersebut tetap bertahan dalam diri pemain meskipun sesi permainan telah usai.
Melalui kacamata Transformational Framework, para peserta diajak memetakan High-Level Purpose, membedah Audience & Context, mengenali Barriers, hingga merumuskan Domain Concepts yang tepat.
Sementara itu, Muhammad Ali Zulfikar memandu peserta merajut gagasan tersebut ke dalam rancangan teknis melalui pembuatan Game Design Document (GDD) sederhana hingga eksekusi pilar core loop, perancangan antarmuka (UI/UX), dan mekanik inti gim.

Alur Kegiatan 2 Hari: Dari Ideasi Hingga Playtesting
Rangkaian kegiatan Game Lab Malang dirancang intensif selama 2 hari dengan total fasilitasi 12 Jam Pelajaran (JP).
Hari 1: Fondasi Ide dan Prototyping (6 JP)
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan Soft Opening oleh pengelola Garuda Spark Innovation Hub. Memasuki sesi Industry Insight, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai lanskap industri gim dan peluang karier digital.
Pembelajaran dilanjutkan dengan materi dasar game design, penyusunan ideasi gim, hingga perumusan gameplay, target pemain, dan core loop. Pada sesi siang, peserta secara aktif menyusun Game Design Document (GDD) sederhana dan diperkenalkan pada alur kerja prototyping menggunakan game engine. Hari pertama ditutup dengan praktik awal membangun playable prototype serta sesi refleksi untuk penugasan pengembangan mandiri.
Hari 2: Pengembangan, Finalisasi, dan Demo (6 JP)
Memasuki hari kedua, para peserta fokus melakukan review prototype dan penyempurnaan rencana pengembangan. Tahap ini dilanjutkan dengan pengembangan mekanik inti, kontrol, karakter, visual, audio, serta perancangan antarmuka gim.
Sesi siang menjadi momen krusial melalui proses playtesting, debugging, dan iterasi langsung untuk menguji keterbacaan serta kelancaran gim. Kegiatan diakhiri dengan finalisasi prototype, presentasi produk (demo gim di hadapan pemateri dan fasilitator), umpan balik interaktif, serta sesi dokumentasi dan networking.
Daftar 13 Karya Inovatif Peserta Game Lab Malang

Melalui proses inkubasi intensif tersebut, lahir 14 prototype gim inovatif yang membawa beragam tema edukasi, simulasi, hingga kesadaran sosial:
- Courage – Ilham Aditya Nugraha & Jofantino Reyes
- Aliran Pilihan Kisah di Balik Hujan – Geovany Saputra & Farhan
- Evacuate Campus Fire – Muhammad Erril & Shandy Ocha Juliana
- I gamble with my life – Alexander Agung Raya & Yanni Eriza
- Catering Allegra – Aprilia Lourenza & Cherli Nur R.O
- Guess The Traffic – Nabil Zivkolin Danendra & Andrea Kalila
- Cuan Chix – Michello Adiza Aryasatya & Muhammad Rendi Kurniawan
- Vocab Quest – Balqis Nurcahyani, Syalaisya Nur Azura, & Kania Febriana Putri
- Project: ENDEMIC – Rius Revanda M.A & Rosyid
- Jaga Sungai – Mohamad Arya Adinata Kurniawan & Dzaky Abhinaya As Shamid
- Game Kosakata – Rizky Dinda Kholifah & Firza Nicki Bagus Pratama
- Sort It! – Martarina Rachmi Nafilah & Asmaul Husna
- Hold Up! – Herdan Rizky Oktaviano & Sisylia Angjelin Stevani Tumundo
Akses Publik dan Unduh Gim
Seluruh hasil karya prototype gim karya peserta Game Lab Malang dapat diakses, diunduh, dan dimainkan oleh publik secara luas melalui tautan resmi berikut:
👉 Unduh Gim Karya Game Lab Malang di Sini
Pelaksanaan Game Lab Malang menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar-aktor ekosistem dapat melahirkan wadah produktif yang berdampak langsung bagi kemajuan talenta kreatif lokal. Garuda Spark Innovation Hub dan LetsPlay.id berkomitmen untuk terus mengawal dan mengeskalasi karya-karya inovatif ini agar siap memberi kontribusi nyata bagi industri digital dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk membaca artikel berita up-to-date di Jawa Timur dam sekitarnya, Anda dapat menyimak informasi lengkapnya di portal JatimSatunews.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.