MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pemerintah terus memantapkan langkah menjadikan Kota Malang sebagai episentrum ekonomi kreatif (ekraf) nasional. Salah satu strategi terbarunya adalah mengoptimalkan Stadion Gajayana sebagai pusat sportainment, yang memadukan kegiatan olahraga, seni, media arts, dan pemberdayaan UMKM.
Aktivasi ruang publik ini menjadi stimulus penting untuk memperluas ruang kreatif masyarakat, melengkapi fungsi Malang Creative Center (MCC) yang sudah beroperasi maksimal.
Bukan tanpa alasan, sektor ekraf terbukti memiliki daya serap tenaga kerja yang masif. Data nasional mencatat sektor ini telah menyerap 27,4 juta pekerja. Menariknya, 63% di antaranya adalah kelompok Gen Z dan Milenial, serta 58% merupakan perempuan.
Sektor ini diproyeksikan menjadi solusi ampuh menekan 7,5 juta pengangguran terbuka di Indonesia, yang 82% di antaranya berasal dari kalangan usia muda.Sinergi juga terus dibangun melalui pendekatan hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, industri, media, dan agregator. Hal ini terlihat nyata dalam penyelenggaraan acara berskala besar seperti Festival Mbois ke-11 “Malang Menyala”.
Untuk menjaga keberlanjutan, pemerintah juga mendorong komunitas dan pelaku ekraf di Kota Malang agar bertransformasi menjadi badan usaha koperasi. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat kelembagaan, mempermudah akses pembiayaan, serta berdampak langsung pada peningkatan PDRB daerah dan kesejahteraan masyarakat.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.