Langsung ke konten
Minggu, 23 Agustus 2026
Headline Relik Dmitry Donskoy Ditemukan Utuh di Kremlin, Putin Tinjau Makam
Nasional

KKN UPN Veteran Jawa Timur Dorong UMKM Medokan Ayu Naik Kelas Lewat Branding Digital

Kreasi konten media sosial dari mahasiswa KKN UPN Jatim sebagai langkah nyata memperluas jangkauan pasar pelaku usaha mikro kuliner di Medokan Ayu, Surabaya.

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Bagi sebagian orang, makanan yang dijajakan di pinggir jalan mungkin terlihat sederhana. Namun, dibaliknya terdapat cerita tentang perjuangan, keberanian memulai usaha, hingga upaya bertahan dan berkembang selama bertahun-tahun. Cerita-cerita itulah yang coba diangkat mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 16 melalui program branding UMKM di RW 03, Kelurahan Medokan Ayu, Surabaya.

Melalui pembuatan konten digital, mahasiswa memperkenalkan sejumlah UMKM kuliner lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Bukan hanya menampilkan produk, mahasiswa juga menggali cerita di balik berdirinya usaha dan keunikan yang membuatnya berbeda.Salah satunya adalah Seblak & Cireng Mak Jum milik Sufi. Usaha yang kini ramai dikunjungi tersebut ternyata berawal dari langkah sederhana seorang ibu rumah tangga yang ingin membantu perekonomian keluarga.

“Awalnya ibu rumah tangga biasa. Rencana itu mau membantu suami mencari nafkah. Karena anak masih kecil, akhirnya buka usaha kecil-kecilan,” tutur Sufi.

Usaha tersebut pertama kali dirintis pada 2021 dengan berjualan secara daring melalui Gojek dari rumah. Seiring meningkatnya pesanan, Sufi kemudian membuka meja kecil di depan rumah. Dari sana, usaha terus berkembang hingga memiliki tempat berjualan seperti sekarang.Salah satu ciri khas yang ditawarkan adalah seblak dengan kuah telur, berbeda dari seblak pada umumnya. Pelanggannya pun tidak hanya berasal dari pembeli daring. Anak-anak sekolah dan mahasiswa menjadi salah satu konsumen yang kerap datang langsung ke tempat usaha.

Cerita perkembangan usaha juga terlihat dari Bakso Tenes & Mie Ayam MU. Usaha yang telah berdiri sejak 2005 tersebut kini dikelola oleh Hanifa, generasi penerus dari usaha milik orang tuanya.Nama “MU” yang kerap dikira merujuk pada klub sepak bola Manchester United ternyata memiliki cerita tersendiri. MU merupakan singkatan dari Medayu Utara, lokasi rumah sekaligus tempat produksi awal usaha tersebut.“MU itu sebenarnya Medayu Utara, alamat rumah bakso ini, pusatnya. Jadi home industrinya di Medayu Utara,” jelas Hanifa.

Kini, Bakso Tenes & Mie Ayam MU telah memiliki beberapa cabang. Salah satunya berada di kawasan depan Rumah Sakit Eka Candarini. Menu favorit yang ditawarkan antara lain mie ayam dan bakso, dengan jam operasional mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB setiap hari, kecuali pada hari besar tertentu.

Sementara itu, pagi hari di Medokan Ayu juga memiliki cerita kulinernya sendiri melalui Nasi Pecel Bu Yati Wonoayu. Usaha ini menawarkan beragam pilihan makanan seperti nasi pecel, nasi campur, nasi urap, nasi kuning, aneka lauk, dan sayuran. Harga nasi dibanderol mulai Rp10 ribu, sementara lauk tersedia mulai Rp5 ribu.

Dengan jam operasional yang dimulai sejak pukul 05.00 hingga sekitar 07.00–08.00 WIB, Nasi Pecel Bu Yati menjadi salah satu pilihan sarapan bagi masyarakat sekitar. Salah satu menu yang ditawarkan adalah nasi pecel dengan berbagai isian, termasuk sayuran, tahu, tempe, dan cingur.

Selain itu, mahasiswa KKN Kelompok 16 juga memperkenalkan Rujak Cingur Mbak Sami dan Pisang Keju Lariszo sebagai bagian dari potensi kuliner UMKM di RW 03 Medokan Ayu. Kedua usaha tersebut turut diangkat melalui konten digital yang menampilkan produk serta cerita di balik usaha masing-masing.

Beragam UMKM tersebut menunjukkan bahwa RW 03 Medokan Ayu memiliki potensi kuliner yang cukup beragam. Setiap usaha memiliki produk, karakter, dan cerita yang berbeda, mulai dari makanan tradisional hingga jajanan yang dekat dengan selera masyarakat saat ini.UMKM di RW 03 memiliki komunitas serta koperasi UMKM yang menjadi wadah bagi para pelaku usaha.

Lingkungan tersebut juga mendorong dan mendukung warga yang ingin memulai usaha, sehingga masyarakat memiliki ruang untuk saling terhubung dan mengembangkan potensi usaha mereka.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan UMKM di Medokan Ayu tidak hanya bergantung pada produk yang dijual, tetapi juga pada lingkungan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk memulai dan mengembangkan usahanya.

Melalui program branding yang dilaksanakan pada Agustus 2026, mahasiswa KKN Kelompok 16 kemudian membantu membawa cerita dan potensi tersebut ke ruang digital. Konten berupa video pendek dan materi promosi dibuat untuk memperkenalkan UMKM kepada pengguna media sosial sekaligus membantu calon konsumen menemukan lokasi dan produk yang ditawarkan. Konsep kontennya dikemas dengan pendekatan food vlogging yang menampilkan produk, proses pembuatan, suasana tempat usaha, hingga pengalaman mencicipi makanan.

Konten branding UMKM tersebut dapat disaksikan melalui akun Instagram resmi KKN Kelompok 16. Melalui akun tersebut, masyarakat dapat mengenal lebih dekat berbagai UMKM yang menjadi bagian dari potensi lokal Kelurahan Medokan Ayu sekaligus memperoleh informasi mengenai produk dan lokasi usaha yang diperkenalkan.

Lebih dari sekadar promosi, kegiatan tersebut menjadi upaya untuk memperkenalkan bahwa di balik kuliner yang terlihat sederhana, terdapat cerita panjang tentang masyarakat yang berani memulai usaha dan terus berkembang.Dengan dukungan komunitas UMKM, koperasi, masyarakat, serta pemanfaatan media digital, potensi usaha lokal di RW 03 Medokan Ayu diharapkan semakin dikenal dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.