SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur kelompok 16 menghadirkan inovasi berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung kegiatan urban farming hidroponik warga Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Inovasi ini dikembangkan pada 8 agustus 2026 sebagai jawaban atas keluhan warga yang kesulitan memantau kondisi nutrisi tanaman secara rutin di tengah kesibukan pekerjaan sehari-hari.
Selama ini, kebun hidroponik di Medokan Ayu dikelola secara swadaya oleh kelompok tani setempat. Pengecekan kadar nutrisi larutan dan pengoperasian pompa air masih dilakukan secara manual, sehingga rawan terlambat apabila tidak ada anggota yang sempat mengecek ke lokasi. Persoalan itulah yang mendorong mahasiswa KKN UPN kelompok 16 merancang sebuah sistem yang dapat memantau dan mengendalikan kebun hidroponik dari jarak jauh, tanpa mengharuskan warga hadir langsung setiap saat.
Sistem yang dibangun mahasiswa menggunakan mikrokontroler ESP32 yang dihubungkan dengan beberapa sensor seperti sensor Total Dissolved Solids (TDS) untuk mengukur kadar nutrisi larutan secara real-time, serta sensor suhu untuk menjaga suhu air tetap berada pada rentang ideal pertumbuhan tanaman. Data dari sensor-sensor tersebut dikirim ke aplikasi telegram dan website, sehingga dapat dipantau warga kapan saja melalui gawai masing-masing.
Ketika sistem mendeteksi kadar nutrisi berada di bawah ambang batas ideal, pompa akan menyala secara otomatis untuk menambah larutan nutrisi hingga kembali ke level yang dibutuhkan tanaman. Selain bekerja otomatis, pompa juga dapat dikendalikan manual dari jarak jauh apabila warga ingin melakukan penyesuaian sendiri, misalnya saat cuaca ekstrem atau kebutuhan tanaman yang berbeda dari kondisi normal.
Proses instalasi dan uji coba alat dilakukan mahasiswa di kebun hidroponik warga RW 08, melibatkan 26 anggota kelompok KKN di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Izzah Khalif Raihan Abidin, S.H, M.H. Tidak hanya memasang perangkat, mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada pengurus kelompok tani agar sistem dapat dioperasikan dan dirawat secara mandiri setelah masa KKN berakhir, sehingga manfaatnya tetap berlanjut kedepannya.
Bapak S. Hidayat Safwan, Pemilik urban farming mengaku terbantu dengan kehadiran alat ini. “Terimakasih banyak, alat ini membuktikan bahwa ilmu yang didapat di bangku perkuliahan dapat diaplikasikan secara langsung pada masyarakat, dan semoga dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga dan merawat urban farming” ujarnya pada saat penyerahan alat.
Dengan adanya sistem monitoring dan kendali otomatis ini, mahasiswa KKN berharap risiko gagal panen akibat keterlambatan pemberian nutrisi dapat ditekan, sekaligus menghemat waktu pengurus dalam mengelola kebun hidroponik sehari-hari. Ke depan, mahasiswa berharap inovasi serupa dapat direplikasi di titik-titik urban farming lain di Surabaya sebagai model pertanian kota yang lebih efisien dan berkelanjutan.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.