
BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM: Rangkaian program kerja KKN UPN “veteran” Jawa Timur resmi ditutup pada tanggal 12 Agustus 2026 di Balai Desa Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Satu bulan mengabdi sejak 15 juli 2026, 26 mahasiswa merampungkan serangkaian program kerja seperti, digitalisasi UMKM, budidaya maggot bagi penerima program gayatri, senam dan cek kesehatan gratis, mengasah kreativitas melalui ecoprint, pemberian penanda rumah ketua RT dan 1 navigasi desa.
Digitaliasi UMKM Desa
Program ini dimulai dari tahap perizinan, observasi hingga pendataan door to door terhadap pelaku UMKM desa Baureno di 17 RT yang berlangsung pada 20-24 Juli 2026. Dari basis data yang menjaring 116 UMKM, mahasiswa membuat katalog digital pada 27 Juli 2026 dengan mengintegrasikan Peta Persebaran UMKM berbasis Google My Maps ke laman resmi desa, lengkap dengan profil usaha dan kontak guna memudahkan konsumen luar daerah.
Langkah ini dilanjut melalui Workshop Digitalisasi UMKM di Balai Desa Baureno. Dari 119 pelaku usaha yang disurvei dan mengundang perwakilan dari setiap RT sebanyak 13 orang hadir mengikuti pelatihan. Pelatihan meliputi pendampingan dalam membuat titik lokasi toko di Google Maps, pendaftaran QRIS melalui GoPay Merchant, membuat akun TikTok hingga tata cara alur sertifikasi Halal.
Budidaya Maggot untuk Penerima Program Gayatri
Dalam sektor peternakan, mahasiswa menanggapi beberapa keluhan seperti tingginya biaya pakan dan bau kandang ayam yang dirasakan oleh peternak ayam petelur mandiri atau biasa disebut dengan Gayatri. Didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, mahasiswa menggelar praktik budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) pada 1 Agustus 2026 dengan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi media pakan alternatif. Mardiono, salah satu peternak penerima manfaat, mengatakan inovasi ini mampu menekan pengeluaran pakan hingga 15-20 persen. Adapun Ahmad Dwi Cahyo dari DLH Bojonegoro menilai maggot BSF efektif meredam bau kandang sekaligus mengurai sampah dari sumbernya.
Senam pagi bersama dan Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa menggelar Senam Bersama di Taman Gajah Bolong pada 2 Agustus 2026, yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dari RT 1 hingga RT 17. Kegiatan pagi itu diawali dengan senam bersama sebagai upaya mempererat kebersamaan antara mahasiswa dan warga, sebelum dilanjutkan dengan rangkaian pemeriksaan kesehatan gratis.Pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi cek tekanan darah dan kadar gula darah, yang diikuti oleh sekitar 22 ibu-ibu PKK dan beberapa pekerja sekitar taman. Mahasiswa mendampingi langsung proses pemeriksaan, mulai dari pencatatan data peserta hingga penyampaian hasil cek kesehatan kepada masing-masing warga. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana deteksi dini bagi warga terhadap potensi risiko kesehatan seperti hipertensi dan diabetes.
Workshop Ecoprint
Dalam bidang edukasi, mahasiswa menyelenggarakan workshop ecoprint bagi siswa kelas 5 bagi SDN 1 Baureno dan kelas 5-6 bagi SDN 3 Baureno, pada tanggal 5 Agustus 2026. Kegiatan ini mengajak para siswa mengenal teknik emncetak motif menggunakan daun sebagai abhan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Siswa didampingi mulai dari pemilihan daun, penataan pola hingga pencetakan di media kain.Mahasiswa mendampingi secara langsung di setiap tahap pembuatan, sehingga siswa dapat mempraktikkan sediri hasil ecoprint masing-masing. Adanya kegiatan ini diharapkan kreativitas anak dapar terasah sekaligus menunjukkan bahwa hal seru tidak hanya didapat dari handphone saja.*Plang Penanda Ketua RT dan Penunjuk Arah Masjid
Menjelang akhir masa Kuliah Kerja Nyata
Mahasiswa merampungkan pemasangan plang pada 9-11 Agustus 2026, ditandai dengan penyerahan simbolis plang kepada Ketua RT 14/RW 05 Dusun Plumbungan. Total plang yang dipasang meliputi 15 plang penanda kediaman Ketua RT dari 17 Ketua RT yang ada, satu plang penanda kediaman Kepala Desa, serta satu plang penunjuk arah menuju Masjid Annur, salah satu masjid di Desa Baureno, guna mengatasi masalah navigasi warga maupun pendatang.Ketua KKN Kelompok 1 UPN “Veteran” Jawa Timur, Innocentia Ade Kinanti, berharap seluruh program yang telah dirintis dapat terus dijalankan dan dikembangkan oleh warga serta perangkat desa. “Kami harap program ini bisa berkelanjutan meski masa KKN telah berakhir,” ujarnya.
Penulis : Annisa Indah Cahyani


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.