Langsung ke konten
Rabu, 19 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Daerah

Di Balik Ketepatan Radioterapi: Bagaimana Radiasi Menargetkan Sel Kanker dan Melindungi Jaringan Sehat melalui kegiatan Magang Mahasiswa Fisika UPNVJT di Instalasi Onkologi Radiasi RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya

Di Balik Ketepatan Radioterapi: Bagaimana Radiasi Menargetkan Sel Kanker dan Melindungi Jaringan Sehat melalui kegiatan Magang Mahasiswa Fisika UPNVJT di Instalasi Onkologi Radiasi RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya

Dokumentasi Kegiatan Magang Mahasiswa Fisika UPNVJT di Instalasi Onkologi Radiasi RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Pembelajaran Luar Kampus (PLK) merupakan program yang memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar langsung di dunia kerja. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga memahami penerapan ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan dalam lingkungan profesional sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

Sebagai bagian dari program tersebut, Bellyske Ning Bayzura (NPM 24037010024), mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, melaksanakan magang selama 4 bulan di Instalasi Onkologi Radiasi RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. Di bawah bimbingan Ahmad Zaki Dzulfikar, M.Si. selaku pembimbing lapangan dan Primasari Cahya Wardhani, S.Si., M.Sc. selaku dosen pembimbing. Melalui kegiatan ini, penulis memperoleh pengalaman mengenai penerapan fisika medis dalam mendukung pelayanan radioterapi bagi pasien kanker.

Kegiatan magang ini juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Keterlibatan mahasiswa dalam lingkungan pelayanan radioterapi memberikan pemahaman mengenai bagaimana ilmu fisika dan teknologi medis dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang aman dan tepat bagi pasien kanker. Hal ini sejalan dengan SDG 3 yang mendorong peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, pengalaman belajar secara langsung di lingkungan rumah sakit memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mengembangkan kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia kerja, sehingga turut mendukung pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.

Selama mengikuti magang, penulis memahami bahwa radioterapi bukan sekadar proses penyinaran, melainkan terapi yang dirancang melalui serangkaian tahapan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Radioterapi memanfaatkan radiasi berenergi tinggi untuk merusak materi genetik (DNA) sel kanker, sehingga sel kehilangan kemampuan untuk tumbuh dan membelah (Fitriatuzzakiyyah, 2017). Sesuai kondisi pasien, radioterapi dapat menjadi terapi utama maupun dikombinasikan dengan operasi atau kemoterapi. Dalam pelaksanaannya, radioterapi tidak hanya berfokus pada pemberian radiasi kepada pasien, tetapi juga melibatkan proses perencanaan dan pengaturan dosis yang dilakukan secara cermat agar terapi dapat diberikan secara efektif dan aman. Selama menjalani magang, proses tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian penulis dan membuka pemahaman baru mengenai bagaimana radiasi dapat dimanfaatkan dalam pengobatan kanker. Pengalaman magang ini juga menjawab pertanyaan yang sering kali timbul di masyarakat, yaitu:

“mengapa radiasi yang dikenal berbahaya justru dimanfaatkan untuk mengobati kanker?. “

Bagi sebagian masyarakat, kata radiasi masih identik dengan sesuatu yang membahayakan kesehatan. Anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya salah, karena paparan radiasi yang tidak terkendali memang dapat berdampak buruk bagi tubuh (Novak, 2025). Namun, melalui pengalaman di Instalasi Onkologi Radiasi RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya, penulis memahami bahwa dalam dunia medis radiasi digunakan secara terukur. Dengan dukungan teknologi modern dan perencanaan yang matang, radiasi dapat diarahkan secara presisi menuju area tumor sehingga dosis pada sel kanker dimaksimalkan, sedangkan paparan pada jaringan sehat di sekitarnya diminimalkan.

“Di Balik Ketepatan Radioterapi?!?!”

Selama magang, penulis menyadari bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap radiasi sering kali muncul karena belum memahami proses radioterapi. Sebelum penyinaran dilakukan setiap pasien menjalani serangkaian tahapan, mulai dari perencanaan terapi hingga pengujian peralatan. Proses tersebut memastikan radiasi diberikan secara tepat sesuai kondisi pasien sehingga dapat difokuskan pada area tumor, sementara paparan terhadap jaringan sehat diminimalkan tanpa mengurangi efektivitas terapi.

Pengalaman tersebut mengubah cara pandang penulis terhadap radioterapi. Radiasi yang sebelumnya dianggap menakutkan ternyata tidak diberikan secara sembarangan. Setiap dosis dihitung, setiap rencana terapi disusun, dan setiap peralatan diuji sebelum digunakan. Melalui proses itulah di ketahui bahwa keberhasilan radioterapi tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada ketelitian, pengendalian mutu, serta kolaborasi tenaga kesehatan dalam menjaga keselamatan pasien.

Pengalaman magang di Instalasi Onkologi Radiasi RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya menunjukkan bahwa di balik setiap tindakan radioterapi terdapat proses yang terencana dan dilakukan dengan penuh ketelitian. Oleh karena itu, radiasi tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang selalu menakutkan, melainkan sebagai teknologi medis yang dimanfaatkan secara tepat untuk membantu penanganan kanker. Melalui artikel ini, penulis berharap masyarakat dapat lebih memahami radioterapi dan melihat bagaimana ilmu fisika, khususnya fisika medis, berperan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, akurat, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya, khususnya Instalasi Onkologi Radiasi, yang telah memberikan kesempatan dan pengalaman berharga selama pelaksanaan kegiatan magang. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pembimbing lapangan, dosen pembimbing, serta seluruh tenaga kesehatan dan pihak yang telah memberikan arahan, ilmu, dan dukungan selama kegiatan berlangsung.

Novak, J. et al. (2025). “Patient Perceptions of Radiation Therapy Prior to Initial Consultation With a Radiation Oncologist.” Advances in Radiation Oncology, Vol. 10, No. 1, 101676. https://doi.org/10.1016/j.adro.2024.101676

Fitriatuzzakiyyah, N. et al. (2017). “Terapi Kanker dengan Radiasi: Konsep Dasar Radioterapi dan Perkembangannya di Indonesia.” Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, Vol. 6, No. 4, hlm. 311–320. https://doi.org/10.15416/ijcp.2017.6.4.311

Penulis : Bellyske Ning Bayzura, Program Studi Fisika, Fakultas Teknik&Sains, Universitas pembangunan nasional “Veteran” Jawa Timur

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.