Langsung ke konten
Rabu, 19 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Daerah

MMD UB 2026 Kelompok 30 Sosialisasi Stimulasi, Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)

Dokumentasi Kegiatan MMD UB 2026 Kelompok 30 Sosialisasi Stimulasi, Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)

Dokumentasi Kegiatan MMD UB 2026 Kelompok 30 Sosialisasi Stimulasi, Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya (MMD UB) 2026  Kelompok 30 menggelar kegiatan sosialisasi mengenai Pencegahan Stunting yang dilaksanakan di Aula Masjid Jami’ Baitussalam Dusun Robyong, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, pada hari Selasa (28/07/2026). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok 30 MMD UB bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ns. Tony Suharsono, S.Kep., M.Kep., bekerja sama dengan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UB, Ns. Nurona Azizah, S.Kep., M.Biomed., yang hadir langsung sebagai narasumber

Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal para kader posyandu dan masyarakat terkait pencegahan stunting serta pemantauan tumbuh kembang anak. Setelah itu, penyampaian materi berfokus pada hal-hal penting dalam upaya pencegahan stunting, serta pelatihan kepada kader posyandu untuk lebih mendalami pengetahuan mengenai indikator yang dibutuhkan dalam setiap pengecekan anak agar lebih baik lagi dalam melakukan screening posyandu anak.

Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar stunting, penyebab, faktor risiko, dampak terhadap kualitas kesehatan dan perkembangan anak, serta strategi pencegahan yang dapat diterapkan sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita. Narasumber menekankan bahwa pencegahan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui pemenuhan gizi seimbang, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai, pemantauan pertumbuhan secara berkala, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Sebagai penguatan kapasitas kader posyandu, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan mengenai teknik pengukuran antropometri yang sesuai standar, pencatatan hasil pemeriksaan, serta interpretasi grafik pertumbuhan pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Melalui pelatihan tersebut, kader diharapkan mampu melaksanakan skrining tumbuh kembang secara lebih akurat sehingga proses pemantauan kesehatan anak di tingkat posyandu dapat berjalan secara optimal.

Narasumber turut menekankan bahwa tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari kecukupan asupan gizi sejak masa kehamilan, praktik pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai, status kesehatan anak, pola asuh, hingga lingkungan yang bersih dan sehat. Oleh karena itu, upaya pemenuhan kebutuhan gizi perlu diimbangi dengan stimulasi perkembangan yang dilakukan secara konsisten melalui interaksi positif antara orang tua dan anak, sehingga kemampuan motorik, bahasa, kognitif, sosial, dan emosional anak dapat berkembang secara optimal sesuai tahapan usianya.

Sebagai penutup, peserta mengikuti sesi post-test untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang telah diberikan. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan wawasan peserta secara signifikan mengenai stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Ketua PKK Desa Wonomulyo, Ibu Tutik Hariati, turut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami para kader posyandu di Desa Wonomulyo. Materi serta praktik pengukuran antropometri yang disampaikan menjadi penyegaran sekaligus penambah wawasan bagi kami agar dapat melakukan skrining serta pencatatan tumbuh kembang balita secara lebih tepat dan akurat di posyandu,” ungkap Bu Tutik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kader posyandu dan masyarakat tidak hanya memahami pentingnya pemantauan pertumbuhan anak dari aspek antropometri, tetapi juga mampu mengenali perkembangan anak secara menyeluruh. Dengan demikian, deteksi dini terhadap gangguan pertumbuhan maupun keterlambatan perkembangan dapat dilakukan lebih cepat, sehingga anak memperoleh penanganan yang tepat dan kesempatan untuk tumbuh serta berkembang secara optimal.

Penulis : Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 30