BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM: Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 41 UPN “Veteran” Jawa Timur yang ditempatkan di Bojonegoro, tepatnya di Desa Duyungan, berhasil menuntaskan program pendampingan digitalisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta komunitas di Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Dalam pelaksanaannya, tim KKN berhasil mendampingi sembilan UMKM dan satu komunitas lokal dengan menghadirkan berbagai solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing target. Pendampingan meliputi pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai, penandaan lokasi usaha di Google Maps, serta penguatan branding melalui media sosial.
Kegiatan diawali dengan proses survey dan identifikasi kebutuhan, di kemudian hari dilanjutkan dengan pendampingan secara langsung hingga seluruh layanan digital dapat digunakan oleh target UMKM maupun komunitas. Kebutuhan pendampingan digitalisasi tetap disesuaikan dengan setiap UMKM dan komunitas. Melalui tiga pendampingan, yakni pembuatan QRIS, penitikan Google Maps, dan branding sosial media, kebutuhan setiap UMKM bisa berbeda tergantung permintaan dan kondisi target.
Kelompok KKN mendampingi para target dalam proses pendaftaran dan aktivasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Kehadiran QRIS memungkinkan UMKM menerima pembayaran non-tunai secara praktis, aman, dan sesuai dengan standar nasional, sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang kian terbiasa bertransaksi secara digital.
Selain memfasilitasi digitalisasi transaksi, Kelompok KKN juga berfokus pada peningkatan visibilitas usaha di ranah digital. Melalui pendampingan ini, tim KKN membantu pelaku UMKM mendaftarkan serta menandai lokasi usahanya di Google Maps sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat maupun calon konsumen, termasuk yang berasal dari luar Desa Duyungan. Tidak hanya itu, tim KKN juga melakukan pendaftaran satu komunitas lokal ke Google Maps sebagai upaya memperluas akses informasi dan memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jangkauan pemasaran, memperkuat eksistensi UMKM dan komunitas lokal di platform digital, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan usaha dan potensi Desa Duyungan.
Program ketiga berfokus pada pendampingan pengelolaan media sosial sebagai upaya memperkuat strategi pemasaran digital bagi UMKM dan komunitas lokal. Dalam kegiatan ini, kelompok KKN memberikan pendampingan dalam penataan identitas akun media sosial, penyusunan konsep konten promosi, pengelolaan tampilan visual, serta penyusunan strategi publikasi yang sederhana namun efektif. Pendampingan tersebut bertujuan agar produk dan layanan yang ditawarkan memiliki identitas digital yang lebih menarik, profesional, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui berbagai platform media sosial.
Hingga program berakhir, sebanyak sembilan UMKM dan satu komunitas lokal Desa Duyungan, Bojonegoro telah menerima pendampingan penuh dari kelompok KKN 41 UPN “Veteran” Jawa Timur. Para pelaku usaha mengaku terbantu dengan adanya pendampingan ini, mengingat sebagian dari mereka sebelumnya belum familiar dengan sistem pembayaran digital maupun pengelolaan media sosial untuk keperluan usaha.
Program digitalisasi ini merupakan bagian dari upaya program kerja kelompok mahasiswa KKN 41 UPN “Veteran” Jawa Timur dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa berbasis pemanfaatan teknologi. Dengan bekal QRIS, titik lokasi di Google Maps, serta pengelolaan media sosial yang lebih baik, target pendampingan diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan efisiensi transaksi, dan membangun citra usaha yang lebih profesional secara berkelanjutan. Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan para pelaku UMKM serta komunitas lokal, diharapkan digitalisasi usaha di Desa Duyungan dapat terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Penulis : Oktavia Putri Erina – Kelompok KKN BOJONEGORO 41 UPN VETERAN JAWA TIMUR


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.