MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menjawab tingginya kebutuhan industri komunikasi lintas negara, Center of Excellence (CoE) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah strategis. Melalui kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), UMM berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya fasih berbahasa asing, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan profesionalisme kerja.
Sinergi nyata ini diwujudkan lewat kemitraan dengan Katagonia, penyedia layanan penerjemah tulisan (translator) dan lisan (interpreter). Melalui program ini, mahasiswa terjun langsung menangani proyek berskala internasional, memahami ekosistem kerja profesional, serta menguasai pemanfaatan teknologi di bidang bahasa.
Mahasiswa Terlibat Proyek InternasionalCo-Founder Katagonia, Sony Novian, mengungkapkan apresiasinya terhadap program CoE PBA UMM. Menurutnya, mahasiswa UMM telah dibekali kompetensi dasar yang matang sehingga program magang bisa langsung berfokus pada eksekusi lapangan.
“Program CoE ini sangat bersesuaian dengan kebutuhan industri. Mahasiswa sudah siap, sehingga kami tinggal menambahkan pengalaman kerja riil di lapangan,” jelas Sony.
Tidak tanggung-tanggung, mahasiswa yang tergabung dalam program ini turut dilibatkan dalam berbagai proyek yang bermitra dengan klien global ternama, mulai dari Bank Dunia, UNICEF, ILO, hingga berbagai badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka tidak hanya belajar menerjemahkan dokumen, tetapi juga berinteraksi langsung dengan klien dan melalui proses quality check ketat bersama penerjemah senior.
Menjembatani Kampus dan Kebutuhan IndustriKesiapan mental dan adaptasi yang cepat menjadi nilai tambah mahasiswa CoE PBA UMM di mata industri. Sony menilai mereka lebih interaktif, tidak canggung saat menghadapi mitra asing, serta cepat belajar menghadapi dinamika proyek.Lebih jauh, Sony menekankan bahwa penguasaan bahasa masa kini bisa merambah peluang karier yang luas, termasuk integrasi dengan Kecerdasan Artifisial (AI) dan pengembangan bisnis profesional.Bagi UMM, langkah adaptif ini memastikan sistem pembelajaran selalu relevan dengan tuntutan zaman. Kampus tidak sekadar menjadi tempat teori, tetapi juga ruang akselerasi bagi mahasiswa untuk menembus pasar kerja global secara nyata.
“Semoga CoE ini tetap ada terus di UMM. Ini benar-benar menyiapkan mahasiswa untuk langsung diterjunkan ke lapangan kerja,” pungkas Sony.

