Langsung ke konten
Jumat, 14 Agustus 2026
Headline Ketua Perbasi Sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini Persiapkan Atlet Hadapi Popda 2026, Target Juara
Nasional

Belajar dari Kospin BMI Group Tangerang (Bagian 1): Keluar Mainstream, Tumbuh Pesat Tanpa Tinggalkan Jati Diri

Momen penyerahan apresiasi atas terobosan dan keberhasilan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (Kospin) BMI Group Tangerang.

TANGERANG | JATIMSATUNEWS.COM: Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (Kospin) BMI Group Tangerang sukses mencuri perhatian dalam peta perkoperasian nasional. Koperasi yang berpusat di Provinsi Banten ini dinilai berhasil melakukan terobosan besar yang berani keluar dari arus utama (mainstream) pengembangan koperasi pada umumnya, namun tetap kokoh memegang prinsip, nilai dasar, dan jati diri koperasi.

Apresiasi tinggi terhadap pencapaian tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Koperasi Wanita (Kopwan) Setia Budi Wanita (SBW) Malang, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P. Pernyataan ini disampaikannya usai memimpin rombongan kunjungan studi banding dan silaturahmi Kopwan SBW ke kantor Kospin BMI Group di Tangerang.

Menurut Sri Untari, salah satu keunikan sekaligus kunci kesuksesan Kospin BMI Group terletak pada keberanian manajemen melakukan mekanisme spin atau pemisahan entitas usaha yang tidak biasa. Pada umumnya, pembentukan sebuah koperasi sekunder berawal dari gabungan beberapa koperasi primer yang memiliki jenis usaha seragam atau sejenis.

“BMI Group keluar dari mainstream itu. Mereka memisah Koperasi Benteng Mikro Indonesia menjadi tiga koperasi primer, yaitu Kopsyah BMI, Kopmen BMI, dan Kopjas BMI. Dari tiga primer yang beda jenis usaha ini, mereka berani mendirikan koperasi sekunder yakni BMI Group,” ungkap Sri Untari.

Lebih lanjut, srikandi koperasi Jawa Timur ini menjelaskan bahwa langkah strategis tersebut sepenuhnya sah dan sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Dalam regulasi tersebut diatur bahwa pembentukan koperasi sekunder minimal didirikan oleh tiga koperasi primer, tanpa ada klausul yang mewajibkan pembatasan jenis usaha harus sejenis.

Strategi exercise model baru ini terbukti membuahkan hasil yang sangat luar biasa. Dalam kurun waktu 13 tahun beroperasi, BMI Group berhasil mencatatkan lonjakan pertumbuhan aset yang sangat fantastis.Merintis dari modal awal yang hanya sebesar Rp80 juta, aset koperasi ini melonjak drastis hingga mendekati angka Rp1 triliun. Bahkan, pada tahun 2025, aset tersebut sempat menyentuh angka Rp1,3 triliun, sebelum akhirnya sebagian digunakan untuk pelunasan kewajiban guna berfokus pada kemandirian modal anggota.

“Mereka membuktikan bahwa keluar dari pola lama dengan melandaskan diri pada prinsip, kejujuran, solidaritas, self-help (menolong diri sendiri), dan mutual help (saling menolong) mampu melahirkan entitas bisnis sosial yang luar biasa besar dalam waktu yang tergolong singkat,” tegas Sri Untari.