Langsung ke konten
Jumat, 14 Agustus 2026
Headline Ketua Perbasi Sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini Persiapkan Atlet Hadapi Popda 2026, Target Juara
Nasional

Presiden Prabowo Bersama Gubernur Khofifah Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Nganjuk, Buka Akses 40 Desa

Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin berfoto bersama usai mengikuti peresmian virtual Jembatan Perintis Garuda di Nganjuk.

NGANJUK | JATIMSATUNEWS.COM: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 3.395 Jembatan Perintis Garuda dan 3.000 titik sumber air bersih secara serentak di seluruh Indonesia, Kamis (13/8/2026). Di wilayah Jawa Timur, peresmian virtual ini dipusatkan di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin.

Kehadiran infrastruktur hasil sinergi TNI dan Polri ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Gubernur Khofifah menegaskan, Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng ini memiliki nilai strategis karena menjadi urat nadi penghubung bagi 40 desa di Kecamatan Pace dan Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Secara teknis, jembatan ini dibangun dengan panjang 18 meter dan lebar 1,8 meter. Infrastruktur ini dirancang kokoh menahan beban maksimal hingga 3,5 ton dengan batas kecepatan kendaraan yang melintas 10 km/jam.

“Jembatan ini membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat, khususnya anak-anak kita menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengapresiasi dedikasi jajaran TNI-Polri dalam membangun infrastruktur dasar masyarakat. Tercatat, khusus untuk wilayah Provinsi Jawa Timur, telah berhasil dibangun 270 unit Jembatan Perintis Garuda.

Pembangunan ini tidak sekadar soal konektivitas fisik, melainkan motor penggerak ekonomi desa. Dengan akses yang terbuka lebar, distribusi hasil pertanian, peternakan, hingga mobilitas warga menjadi jauh lebih efisien.

Program infrastruktur seperti Jembatan Perintis Garuda (TNI) dan Jembatan Merah Putih Presisi (Polri) ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat fondasi pembangunan dari desa. Keterbatasan akses yang selama ini menjadi kendala bagi warga pedesaan kini perlahan teratasi.

Selain jembatan, Gubernur Khofifah juga memberikan apresiasi khusus atas inisiatif TNI AD yang menghadirkan 3.000 sumber air bersih nasional, di mana 81 titik di antaranya berada di Jawa Timur.Inovasi ini dinilai sangat tepat waktu, mengingat sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki musim kemarau yang rawan memicu kekeringan.

“Sumber air bersih ini kami harap tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, tetapi juga dioptimalkan untuk pengairan sawah. Dengan begitu, program ini turut memperkuat pilar ketahanan pangan di daerah masing-masing,” terang Khofifah.

Ia meyakini, kombinasi antara konektivitas yang baik dan ketersediaan air bersih akan membawa dampak berantai (multiplier effect) terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat dari level desa.

Sementara itu, dalam arahannya secara virtual, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rasa bangga atas kerja keras dan pengabdian luar biasa dari jajaran TNI dan Polri di seluruh pelosok negeri.Presiden menekankan bahwa pembangunan masif ini terbukti memangkas waktu tempuh masyarakat. Anak-anak sekolah yang sebelumnya harus memutar jalan, kini bisa berangkat dengan lebih cepat dan aman.

“Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi atas sumbangsih serta kerja keras TNI-Polri yang dipersembahkan untuk rakyat. Ini memudahkan mobilitas maupun akses di pedesaan hingga wilayah pedalaman Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.

Ia menambahkan, inisiatif jajaran TNI dan Polri ini merupakan wujud nyata pengabdian mereka sebagai benteng sekaligus pelayan rakyat. Peresmian ini, pungkas Presiden, menjadi bukti konkret kekuatan gotong royong dan kemandirian bangsa dalam menghimpun kekuatan internal demi kemakmuran bersama. (YRA)