Langsung ke konten
Kamis, 10 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Artikel

Serambut Menua Sahur Kedua

Seorang perempuan tua yang sedang tersenyum. Foto/dari/Canva

Serambut Menua Sahur Kedua

Dua perempuan di rumahku

Peninggalan yang berpulang

Berpacu waktu

Mengikat pilu

Kemarin, saling menawarkan 

Hidangan sahur kedua kini

Tanpa salah satu

Perempuan keriput itu telah tak mampu

Mak, biar kubayar saja fidyah ya

Emak jaga rumah saja

Peninggalan suami, anakmu

Untuk kita tetap saling menguatkan

Untuknya pahala ini juga

Rumah yang pernah dia tempati

Beraroma kasturi penghuni

Sebab ibadah dan puasanya

Keriput di wajahmu, Mak

Merupa serambut menua, bergelombang waktu

Setiap helai kisah berbisik pelan

Tentang cinta, tentang keteguhan

Di piringku, sahur kedua

Ada rindu yang tak pernah habis

Ada doa yang berulir pelan

Menggapai langit di pagi yang dingin

Biarlah fidyah jadi pengganti

Sebab takdir ini, makna yang terselubung

Kita tetap di sini, menjaga rumah

Menguatkan kasih yang tersisa, mengantarkan pahala pada-Nya

Anis Hidayatie AI

Ngroto 2 Maret 2025, 06.05

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.