Langsung ke konten
Kamis, 24 September 2026
Headline Self Awareness dalam Islam: Ketika Ilmu Menjadi Pembenaran Diri
Pendidikan

Tim PDP Universitas Brawijaya bersama Dinas PMD Bintan memaksimalkan potensi siput gonggong sebagai produk unggulan, mengubahnya menjadi bakso, nugget, dan sambal yang siap dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Bintan

 

Tim PDP Universitas Brawijaya bersama Dinas PMD Bintan memaksimalkan potensi siput gonggong sebagai produk unggulan, mengubahnya menjadi bakso, nugget, dan sambal yang siap dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Bintan

BINTAN | JATIMSATUNEWS.COM – Tim Program
Dana Padanan (PDP) Universitas Brawijaya yang diketuai oleh Suprayogi, STP, MP,
PhD dari Fakultas Teknologi Pertanian berhasil melakukan kegiatan pemberdayaan
masyarakat pada kelompok PKK Desa Pengujan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau
pada pertengahan bulan Agustus lalu. 

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama
dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bintan melalui
pendanaan Kedaireka Kemendikbudristek. 

Tim yang beranggotakan Prof. Dr. Sc. Asep
Awaludin Prihanto, S.Pi, MP; Dr. Dodyk Pranowo, STP, M.Si; Beauty Suestining
Diyah Dewanti, ST, MT, PhD; Wendra G. Rohmah, STP, MP; Vindhya Tri Widayanti, STP,
MP; Andan Linggar Rucitra, STP, MP; dan Riska Septifani, STP, MP ini melakukan
diversifikasi produk olahan yang berbahan baku daging siput gonggong menjadi
produk bakso, nugget dan sambal. 

Siput gonggong adalah biota laut
endemik yang hidup di perairan laut Kepulauan Riau dan cukup banyak
ditemui di Pulau Bintan.

Kepala
Dinas PMD Kabupaten Bintan, Firmansyah, S.Pi, mengatakan bahwa kegiatan ini
sangat bagus sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan
tinggi dalam mengoptimalkan potensi yang ada di suatu wilayah. 

Iklan

“Pemerintah
daerah Kabupaten Bintan melalui Dinas PMD dituntut tiap tahunnya untuk
mempunyai suatu inovasi. Tahun ini kami sangat bersyukur karena dapat melakukan
kerjasama dengan Universitas Brawijaya untuk membantu mengoptimalkan potensi
siput gonggong di Kabupaten Bintan khususnya Desa Pengujan”, ujar
Firmansyah saat Tim PDP berkunjung ke Dinas PMD Kabupaten Bintan.

Tim PDP Universitas Brawijaya bersama dengan Kepala
Dinas PMD dan Ketua Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Kabupaten Bintan

Kegiatan
yang sudah dilakukan oleh Tim PDP adalah melakukan pendampingan diversifikasi
dan standarisasi produk olahan siput gonggong (bakso, nugget dan sambal). 
Selain
itu juga akan dilakukan pendampingan teknologi pengemasan dan tata kelola
usaha. 

Pada kegiatan ini, juga melibatkan 5 mahasiswa yang tergabung dalah
program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang nantinya akan terintegrasi
dengan tugas akhir mereka. 

Mahasiswa ini akan mendampingi masyarakat Desa
Pengujan selama kurang lebih 4 bulan mulai dari melakukan produksi, mendampingi
tata kelola usaha, bahkan hingga mendampingi pemasaran produk olahan siput
gonggong.

“Siput
gonggong merupakan komoditas utama Kabupaten Bintan yang selama ini hanya dapat
dinikmati di Bintan saja. Produk olahan yang berbahan baku siput gonggong
sangat terbatas padahal Bintan merupakan daerah wisata. Melalui kegiatan PDP
ini harapannya Kabupaten Bintan mempunyai produk unggulan yang dapat dijadikan
sebagai food souvenir“, pungkas Firmansyah saat mengakhiri
pertemuan dengan Tim PDP.

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.