Langsung ke konten
Senin, 21 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

(No Title)

 Senator DPD RI Ning Lia Istifhama Penurunan Bendera Merah Putih di Grahadi: Meriah, Khidmat, dan Sarat Pesan Kebangsaan

Surabaya, 17 Agustus 2025 — Suasana sakral sekaligus meriah menyelimuti Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (17/8/2025) sore, saat prosesi penurunan bendera Merah Putih digelar. Tak kalah khidmat dengan upacara pengibaran di pagi hari, penurunan bendera kali ini menghadirkan rangkaian acara penuh makna, mulai dari suguhan seni budaya hingga prosesi sakral yang menyentuh hati ribuan hadirin.

Ribuan tamu undangan hadir menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut. Tampak hadir anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Lia Istifhama, S.Sos., S.H.I., S.Sos.I., M.E.I., atau akrab disapa Ning Lia, jajaran Kepolisian, para veteran, tokoh masyarakat, hingga warga Surabaya yang memadati pelataran Grahadi. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata persatuan dan semangat kebangsaan dalam memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Drama Kolosal dan Drum Band Warnai Prosesi

Rangkaian acara diawali dengan penampilan drama kolosal yang mengisahkan perjuangan bangsa. Perpaduan apik antara komunitas seni dan pelajar itu sukses menghadirkan nuansa heroik yang menggetarkan hati penonton.

Sorak sorai semakin bergemuruh ketika drum band SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Jawa Timur Kota Madiun tampil dengan aksi penuh disiplin dan semangat. Dentuman musik, formasi rapi, serta kekompakan para pelajar membuat penonton berdecak kagum. Riuh tepuk tangan pun menggema di area Grahadi.

Suasana Sakral Prosesi Penurunan

Setelah hiburan usai, suasana berubah hening. Para petugas upacara memasuki lapangan dengan langkah tegap dan penuh disiplin. Seluruh undangan berdiri memberi penghormatan, menandai dimulainya prosesi sakral.

Iklan

Bendera Merah Putih diturunkan dengan penuh kehormatan, lalu diserahkan langsung kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Momen tersebut menghadirkan suasana haru sekaligus kebanggaan, menjadi pengingat akan perjuangan para pahlawan serta tanggung jawab generasi penerus untuk menjaga persatuan bangsa.

Pesan Kebangsaan dari Ning Lia

Dalam kesempatan itu, Ning Lia menyampaikan pesan kebangsaan yang mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat rasa syukur sekaligus tekad membangun masa depan Indonesia yang lebih cerah.

“Mari kita peringati Hari Kemerdekaan Indonesia dengan rasa syukur dan tekad untuk masa depan yang cerah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kemerdekaan merupakan warisan berharga yang harus dijaga melalui kerja keras, persatuan, serta inovasi berkelanjutan. Ning Lia juga menyoroti relevansi tema besar HUT RI ke-80, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Hijau”, dengan tantangan bangsa di masa depan.

“Tema ini sangat relevan, terutama dalam menghadapi isu lingkungan, ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Simbol Kebanggaan di Grahadi

Prosesi penurunan bendera Merah Putih diakhiri dengan sesi foto bersama antara Gubernur Khofifah, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta para petugas upacara. Riuh tepuk tangan kembali menggema, menandai rasa syukur dan kebanggaan atas terselenggaranya prosesi yang meriah sekaligus khidmat.

Gedung Negara Grahadi kembali menjadi saksi bisu semangat persatuan rakyat Jawa Timur dalam merayakan kemerdekaan, meneguhkan komitmen untuk menjaga persatuan, kedaulatan, serta kejayaan bangsa Indonesia.


Mau saya buatkan juga versi singkatnya untuk keperluan rilis media atau posting media sosial (dengan bahasa lebih padat dan ringkas)?

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.