MALANG | JATIMSATUNEWS.COM:
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, KH Achmad Shampton (Gus Shampton), menegaskan pentingnya memperkuat fondasi moral generasi penerus bangsa melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an. Hal tersebut disampaikannya di hadapan ribuan peserta pada perhelatan akbar Malang Bertilawah ke-3 tahun 2026 yang diinisiasi Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAI) Kota Malang.
Malang Bertilawah memadukan lantunan ayat suci ribuan pelajar lintas jenjang—mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Gus Shampton secara khusus memimpin prosesi tawasul dan doa bersama.

Hening dan khidmat menyelimuti arena saat bait-bait doa dipanjatkan demi kebaikan, keselamatan, dan keberkahan bumi pertiwi.
Gus Shampton mengungkapkan, gerakan membaca dan mengkaji Al-Qur’an secara masif bukan sekadar syiar ritual semata, melainkan manifestasi ikhtiar spiritual untuk membentengi akhlak pelajar dari degradasi moral di era transformasi digital.
Menurutnya, Al-Qur’an harus hadir sebagai pedoman hidup nyata dalam perilaku keseharian siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas.
“Lantunan tilawah ribuan generasi muda ini menjadi penyejuk sekaligus benteng moral yang kokoh. Dari majelis Al-Qur’an yang bersih dan tulus inilah kita menaruh harapan besar agar lahir tunas-tunas pemimpin bangsa yang jujur, amanah, dan berintegritas tinggi,” tutur Gus Shampton.

Ia juga menggarisbawahi urgensi pembinaan karakter anak usia sekolah secara komprehensif, sejalan dengan berbagai program edukasi keagamaan dan bimbingan remaja usia sekolah yang terus digencarkan oleh Kemenag Kota Malang. Menurutnya, pemahaman agama yang inklusif, damai, dan mengakar pada kitab suci menjadi kunci utama mencegah potensi kekerasan di satuan pendidikan serta menciptakan ekosistem belajar yang rukun dan harmonis.
Apresiasi tinggi turut disematkannya kepada seluruh jajaran guru pendidikan agama Islam yang konsisten menjaga tradisi literasi Qur’ani di Kota Malang. Sinergi antara kementerian, asosiasi guru, para santri, dan institusi pendidikan formal diharapkan mampu merawat reputasi Kota Malang sebagai barometer kota pendidikan yang sarat prestasi sekaligus religius.
Doa dipimpin Gus Shampton membuka rangkaian agenda Malang Bertilawah dengan harapan terwujudnya keharmonisan sosial, kedamaian daerah, dan kemaslahatan masyarakat Malang Raya secara berkesinambungan. [Ans]


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.