Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Sri Untari Dorong Popda dan Peparpeda Jatim 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat Ngawi

Sri Untari Bisowarno, M.AP., menilai perhelatan yang melibatkan lebih dari 8.000 kontingen dari 38 kabupaten/kota tersebut memiliki peran strategis dalam

Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026 di Kabupaten Ngawi

Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026 di Kabupaten Ngawi (Foto: Humas Sri Untari)

Ngawi |JATIMSATUNEWS.COM: Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026 di Kabupaten Ngawi tidak hanya menjadi ajang pencarian atlet potensial, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat setempat.

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menilai perhelatan yang melibatkan lebih dari 8.000 kontingen dari 38 kabupaten/kota tersebut memiliki peran strategis dalam menyiapkan regenerasi atlet Jawa Timur. Para peserta diharapkan menjadi calon atlet berprestasi yang mampu bersaing pada level nasional, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Ajang ini sangat spektakuler. Kita ingin menjaring atlet-atlet yang benar-benar berbobot dan berkualitas untuk kepentingan Popnas hingga PON mendatang,” ujar Sri Untari.

Baca juga: 6 Balita Ngawi Ini Menjadi Anak Asuh Berdasarkan SK Bupati

Baca juga: Ketua Komisi E Sri Untari Pastikan TPP Berkelanjutan untuk 36 Ribu Guru SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur

Berdasarkan data kepesertaan, Kota Surabaya menjadi kontingen dengan jumlah delegasi terbesar, yakni lebih dari 500 orang. Posisi berikutnya ditempati Kota Malang dan Kabupaten Malang. Sementara itu, Kota Batu tercatat mengirimkan kontingen paling ramping dengan kekuatan 46 atlet.

Namun, bagi Sri Untari, keberhasilan penyelenggaraan Popda dan Peparpeda tidak semata-mata diukur dari capaian olahraga. Perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung juga perlu menjadi perhatian, mengingat ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping turut hadir di Kabupaten Ngawi.

Ia pun mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan penghitungan secara terukur terhadap dampak ekonomi kegiatan tersebut, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kita bersama pemerintah kabupaten/kota tidak hanya menggerakkan olahraga, tetapi juga ekonomi. Saya meminta Dispora dan KONI setempat menghitung nilai perputaran ekonomi yang terjadi di Ngawi, sehingga terlihat nyata kontribusi gelaran ini terhadap geliat UMKM dan ekonomi rakyat,” tegasnya.

Iklan

Rangkaian pembukaan kegiatan turut dimeriahkan penampilan grup musik Guyon Waton. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyerukan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan integritas.

Pesan tersebut ditujukan kepada seluruh atlet pelajar tingkat SMP sederajat se-Jawa Timur agar bertanding dengan mental kesatria, menghormati lawan, serta menjaga nilai-nilai kejujuran dalam kompetisi.

Melalui Popda dan Peparpeda 2026, Jawa Timur diharapkan tidak hanya mampu melahirkan atlet-atlet potensial untuk mengharumkan nama daerah di tingkat nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat tuan rumah. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.