Langsung ke konten
Kamis, 5 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Niat Usir Nyamuk Berujung Petaka: Dua Dapur dan Kandang Sapi di Sumenep Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta

Aparat TNI-Polri dan petugas Damkar memantau lokasi sisa kebakaran yang menghanguskan kandang ternak dan dapur warga.
Aparat TNI-Polri dan petugas Damkar memantau lokasi sisa kebakaran yang menghanguskan kandang ternak dan dapur warga. (Foto: Istimewa)

SUMENEP | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana tenang di Dusun Pordapor Timur, Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Rabu (4/11/2026) malam. Amukan si jago merah melahap habis dua unit bangunan dapur serta sebuah kandang sapi milik warga bernama Sunaidi sekitar pukul 18.30 WIB.

Petaka bermula dari niat sederhana pemilik rumah yang membakar tumpukan rumput kering untuk mengusir nyamuk di sekitar area kandang. Namun, hembusan angin dan material yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar di luar kendali. Lidah api seketika merembet dan menjalar ke dinding kayu dapur hingga kandang ternak.

Selain menghanguskan bangunan, kobaran api turut membakar satu ekor sapi peliharaan milik korban yang berada di dalam kandang. Meski dipastikan tidak ada korban jiwa manusia dalam musibah ini, kerugian materiil ditaksir menembus angka sekitar Rp100 juta.

Iklan

Peristiwa nahas tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga kepada perangkat Desa Pordapor, Laili. Tanpa menunda waktu, laporan diteruskan ke Polsek Guluk-Guluk serta Koramil Guluk-Guluk untuk mengerahkan bantuan pemadaman.

Petugas kepolisian bersama warga berjibaku memadamkan api yang membakar bangunan dapur dan kandang sapi di Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk.
Petugas kepolisian bersama warga berjibaku memadamkan api yang membakar bangunan dapur dan kandang sapi di Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk. (Foto: Istimewa)

Sembari menunggu kedatangan armada pemadam kebakaran, aksi solidaritas spontan ditunjukkan oleh warga sekitar. Sekitar 100 orang bergotong royong mengepung titik api dengan ember, selang air, dan peralatan seadanya demi membendung amukan api agar tidak merembet ke pemukiman warga yang lain.

Situasi berhasil dikendalikan secara menyeluruh setelah empat unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Sumenep tiba di lokasi kejadian. Personel gabungan yang terdiri dari Aipda Sugeng Paryanto dan Aipda M. Mudakkir, S.H. dari Polsek Guluk-Guluk, Sertu Imron bersama lima anggota Koramil Guluk-Guluk, regu Damkar, serta warga bahu-membahu menyemprotkan air hingga proses pembasahan tuntas.

Kapolsek Guluk-Guluk, Iptu Arief Wardoyo, S.H., M.H., M.A.P., mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian penanganan berjalan aman dan kondusif.

“Aparat di lapangan telah melakukan pengamanan TKP, menggali keterangan sejumlah saksi serta korban, dan mengamankan sisa-sisa puing untuk penyelidikan lanjutan,” ujar Kapolsek.

Atas kejadian ini, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi bahaya kebakaran terbuka, khususnya di area dekat permukiman atau kandang ternak.

“Kami mengimbau warga agar senantiasa berhati-hati saat menyalakan perapian, membakar sampah, maupun rumput kering. Pastikan api selalu dalam pengawasan dan dipadamkan total sebelum ditinggalkan, terutama di dekat bangunan yang mudah tersulut,” imbau Iptu Arief Wardoyo.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.