Malang | JATIMSATUNEWS.COM: Forum Kerukunan Antarumat Beragama di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, tidak hanya menjadi ruang mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (4/11) tersebut dihadiri Babinsa Kebonsari Koramil 0833-04/Sukun, Peltu Yoto. Sejumlah pelatihan diberikan kepada masyarakat, mulai dari membangun branding produk UMKM, budidaya tanaman tebu dan cabai, hingga pengelolaan sampah lingkungan.
Melalui kegiatan ini, warga didorong untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Pelatihan juga menjadi sarana membangun kolaborasi dan gotong royong di tengah keberagaman masyarakat.
Baca juga: Sri Untari Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga hingga Teknologi Petasol
Baca juga: LP2M UIN Malang Inisiasi Bank Sampah di Sumbersuko, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi
Peltu Yoto menyampaikan bahwa kerukunan antarumat beragama perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perbedaan bukan penghalang untuk bekerja sama dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
“Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun lingkungan. Justru melalui kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai, kita bisa menciptakan masyarakat yang rukun, mandiri, dan sejahtera,” ungkap Peltu Yoto.
Ia berharap berbagai materi pelatihan yang diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kehadiran Babinsa dalam forum tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya memperkuat hubungan dengan warga.
Melalui kolaborasi lintas agama dan kegiatan produktif, kerukunan diharapkan tidak hanya terjaga dalam kehidupan sosial, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi serta menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. (Ans)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.