MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra di SD Islam Surya Buana Malang tidak hanya diisi dengan kegiatan membaca dan menulis.
Pada Rabu (4/11/2026), siswa kelas 3 diajak mengenal seni teater anak sebagai sarana mengembangkan kepercayaan diri sekaligus memperkuat karakter.
Kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian peringatan Bulan Bahasa 2026 ini menghadirkan Januari Kristiyanti, praktisi teater anak dari Kota Malang.
Baca juga: SDI Surya Buana Malang Studi Empiris, Kenalkan Profesi dan Industri Sejak Dini ke 605 Murid
Sorotan
SD Islam Surya Buana Malang
Pentas Teater untuk Bulan Bahasa dan Sastra

Melalui kegiatan yang dikemas secara kreatif dan interaktif, para siswa diajak mengenal dunia seni peran, mengekspresikan diri, serta membangun keberanian untuk tampil dan berkomunikasi di hadapan orang lain.
Teater anak dipilih bukan sekadar sebagai aktivitas seni dan hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran karakter yang mendorong siswa untuk berani berbicara, menghargai orang lain, bekerja sama, serta mengembangkan imajinasi dan kreativitas.
Wali kelas 3-C Titik Nur Rohmah, S.Pd., mengatakan, anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan bulan bahasa ini.
“Anak-anak mendapatkan materi teater anak sebagai penguat karakter untuk anak bisa mengolah tubuh, mengolah vokal, mengolah emosi, mengolah rasa dan mengolah gerak,” ujarnya.
Penguat Karakter Anak

Kepala SD Islam Surya Buana Malang, Endang Suprihatin, S.S., S.Pd., mengatakan bahwa peringatan Bulan Bahasa merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tahapan perkembangan usia anak.
“Peringatan Bulan Bahasa tahun ini kami kemas dengan kegiatan yang berbeda di setiap jenjang kelas. Hal ini dilakukan agar materi dan pengalaman yang diberikan sesuai dengan usia serta kebutuhan perkembangan siswa. Khusus kelas 3 hari ini, kami mengenalkan seni teater anak sebagai sarana penguatan karakter,” ungkap Endang.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dirancang untuk menumbuhkan minat literasi sekaligus mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan percaya diri.
“Kami ingin melahirkan generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreatif, percaya diri, serta bangga dan cerdas menggunakan bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia,” tambahnya.
Baca juga: Hari Pertama Sekolah, SD Islam Surya Buana Malang Tanamkan Karakter dan Budaya Positif Sejak Dini
Beragam Agenda untuk Tiap Jenjang

Peringatan Bulan Bahasa di SD Islam Surya Buana Malang tahun ini memang dirancang dengan pendekatan yang beragam. Setiap jenjang kelas mendapatkan kegiatan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan perkembangannya.
Siswa kelas 1 mengikuti kegiatan bermain kata dan berani bercerita bersama Kak Bagus. Kelas 2 mengembangkan keberanian berbicara, mengungkapkan ide, dan menghasilkan karya bersama Kak Sugoy Suhendra. Sementara itu, kelas 3 mengikuti teater anak bersama Januari Kristiyanti.
Adapun siswa kelas 4 mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bersama Kak Kipo untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kreativitas.
Siswa kelas 5 belajar jurnalistik bersama Kak Ajeng Widya guna mengasah keterampilan menulis, mengamati, dan menyampaikan informasi.
Sementara kelas 6 mendapatkan kegiatan motivasi untuk membangun semangat belajar, rasa percaya diri, dan keberanian mengembangkan potensi diri.
Salah satu wali murid kelas 3C, Miftahul Huda, turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan Bulan Bahasa menjadi pengalaman belajar yang menarik karena memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menanamkan nilai-nilai positif.
Melalui kegiatan teater anak dalam peringatan Bulan Bahasa ini, sekolah berharap siswa semakin mencintai Bahasa Indonesia dan juga tumbuh menjadi generasi yang berani berekspresi, mampu berkomunikasi, menghargai sesama, dan memiliki karakter positif sebagai bekal menghadapi masa depan.***
Kontributor: MFT


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.