MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 605 murid SDI Surya Buana Malang mengikuti program Studi Empiris Tahun Ajaran 2026–2027 ke sejumlah destinasi edukasi di Pasuruan dan Surabaya, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan, mengenalkan dunia profesi dan industri, serta menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, dan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Program pembelajaran di luar kelas ini melibatkan murid kelas 1 hingga kelas 6 dengan tujuan kunjungan yang disesuaikan dengan jenjang dan kebutuhan pembelajaran.
Baca juga: Hari Pertama Sekolah, SD Islam Surya Buana Malang Tanamkan Karakter dan Budaya Positif Sejak Dini
Sorotan
SDI Surya Buana Malang Studi Empiris
Jelajahi Pasuruan dan Surabaya

Sebanyak 13 bus dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan SDI Surya Buana.
Murid kelas 1–3 mengunjungi KidZania Surabaya dan Masjid Cheng Ho Pasuruan.
Sementara itu, murid kelas 4–6 mengikuti kunjungan edukatif ke Saygon Waterpark serta sejumlah industri pangan, yakni Sari Roti, pabrik Indomie, dan Mie Burung Dara, sesuai pembagian kelompok.
Wali Kelas III C SDI Surya Buana Malang, Titik Nur Rohmah, S.Pd., mengatakan kunjungan ke KidZania Surabaya memberikan kesempatan kepada murid untuk mengenal beragam profesi melalui simulasi yang dirancang sesuai usia anak.
“Studi Empiris ini memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik melalui berbagai permainan profesi, menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata, melatih kemandirian dan tanggung jawab, serta menumbuhkan cita-cita dan motivasi belajar,” ujarnya.
Kenali Dunia Kerja Sejak Dini
Melalui simulasi tersebut, murid berkesempatan memahami gambaran dunia kerja sekaligus berlatih membangun kepercayaan diri, menjalankan tugas, dan bertanggung jawab atas peran yang dijalani.
Pengalaman ini diharapkan membantu mereka menghubungkan materi pembelajaran di kelas dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kunjungi Masjid Cheng Ho
Selain mengenal dunia profesi, kunjungan ke Masjid Cheng Ho Pasuruan menjadi sarana bagi murid untuk mempelajari sejarah Islam dan keberagaman budaya.
Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan sikap toleransi serta membiasakan anak menghargai perbedaan sejak dini.
Adapun kunjungan ke industri pangan bagi murid kelas 4–6 diarahkan untuk memperkenalkan proses produksi, pemanfaatan teknologi, serta pentingnya kerja sama dan kedisiplinan dalam menghasilkan produk yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Murid juga diajak memahami prinsip halal dan thayyib dalam pengolahan pangan sebagai bagian dari penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan.
Baca juga: Kairo 2026: Prof Umi Sumbulah Tekankan Peran Strategis Perempuan Cegah Radikalisme di Era Digital
Program Rutin
Bentuk Karakter dan Potensi

Kepala SDI Surya Buana Malang, Endang Suprihatin, S.S., S.Pd., mengatakan Studi Empiris merupakan program rutin sekolah untuk mendukung pembentukan karakter dan pengembangan potensi murid melalui pengalaman belajar secara langsung.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi dengan lingkungan dan pengalaman nyata yang dapat memperkaya pengetahuan sekaligus membangun keterampilan hidup.
“Dari sini tumbuh generasi Islami yang cerdas, kreatif, berjiwa wirausaha, dan siap menjadi khalifah terbaik di masa depan,” tuturnya
“Anak-anak juga berlatih menumbuhkan karakter positif, misalnya mandiri, bertanggung jawab, serta lebih peduli terhadap kehidupan sosial dan lingkungan,” imbuhnya.
Lembar Kegiatan dan Perluasan Wawasan
Endang menambahkan, kegiatan Studi Empiris dilengkapi Lembar Kegiatan untuk mendorong pengembangan kemampuan literasi murid.
Melalui lembar kerja tersebut, murid diarahkan untuk mengamati, mencatat, dan mengolah informasi serta pengalaman selama kunjungan menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Melalui program ini, SD Islam Surya Buana Malang berupaya menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan pengetahuan di kelas dengan kehidupan nyata.
Pengenalan profesi, keberagaman budaya, dan dunia industri diharapkan menjadi bekal bagi murid untuk memperluas wawasan, mengembangkan cita-cita, serta membangun karakter Islami yang mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.(MFT)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.