MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Malang ditutup dengan semarak melalui penguatan literasi dan tradisi khas pesantren. Berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang sukses menggelar Workshop dan Lomba Menulis Kisah Humor Santri yang diikuti oleh perwakilan 12 ma’had se-Kota Malang.
Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Kota Malang tersebut menghadirkan penulis sekaligus humorolog Gus Bayhaqi Kadmi sebagai narasumber utama, didampingi Anis Hidayatie yang membawakan materi pengantar penulisan humor. Dari kompetisi menulis bertema guyonan santri tersebut, dewan juri menetapkan 18 karya terbaik yang diganjar penghargaan berupa 3 medali emas, 6 medali perak, dan 9 medali perunggu berdasarkan capaian nilai naskah.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme santri dalam menuangkan realitas keseharian pesantren ke dalam bentuk karya tulis bernilai edukatif.

Baca juga: MAN 2 Kota Malang Perkuat Komitmen Wujudkan MRA
“Peserta dari 12 ma’had di Kota Malang ini sebelumnya telah melalui proses pendaftaran dan pembinaan dari narasumber sebelum berlaga di lomba menulis. Kami menyiapkan 18 medali—terdiri dari 3 medali emas, 6 perak, dan 9 perunggu—sebagai apresiasi atas kreativitas anak-anak kita agar semakin percaya diri dan bangga berkarya,” ungkap Dr. H. Samsudin.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Malang, Gus Shampton, menegaskan pentingnya menumbuhkan budaya literasi sejak dini dari hal-hal sederhana di sekitar santri.
“Menulis adalah hal sederhana sehari-hari yang kemudian menjadi kebiasaan. Pada akhirnya, itu akan mengasah kemampuan menulis seluruh warga kita. Dari guyonan dan keseharian pesantren, lahir karya yang inspiratif serta menghibur,” tutur Gus Shampton.
Berikut adalah daftar lengkap 18 santri peraih medali Lomba Menulis Kisah Humor Santri:
Penerima Medali Emas (3 Juara)
- L Zafira Afrida Aqila Khanza (Ma’had Al-Qalam MAN 2 Kota Malang) – Judul: Wah Salah Lagi! (Nilai: 89)
- Zahrah Izzatul Islami (Pesantren Tarbiyatul Iman) – Judul: Kain Kafan (Nilai: 88,2)
- Ramalingga Suharto (Ma’had Darul Hikmah) – Judul: Persiapan Matang Sang Bilal (Nilai: 88,1)
Penerima Medali Perak (6 Juara)
- Hanifah Nafisah (Pondok Pesantren Tarbiyatul Iman) – (Nilai: 85)
- Rumaisha Eshal Faiha (Ma’had Al-Qalam M2KM) – Judul: “Misteri di Balik Cerdasnya Anak Pesantren” (Nilai: 84,1)
- Alphard Gisa Aqila (Ma’had Nawaina MTsN 2 Kota Malang) – Judul: Shubuh Minggu Pagi (Nilai: 84,15)
- Jehan Putri Amelia (Ma’had Al-Qalam M2KM) – (Nilai: 84)
- Azza Malika K.R (MAN 2 Kota Malang / Ma’had Al-Qalam) – Judul: Dengkuran Misteri di Malam yang Sunyi
- Mutiara Choirani Winarta Ramadhani (Pondok Pesantren Tarbiyatul Iman) – Judul: Jabatan? Jabatan? Jabatan? (Nilai: 83,4)
Penerima Medali Perunggu (9 Juara)
- Ashira Awena Rasyid (Pondok Pesantren Tarbiyatul Iman) – Judul: “Menyeramkan Bukan Berarti Menegangkan” (Nilai: 82,6)
- Asma Nada Ulun Nuha (Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang) – Judul: Dilema Santriwati (Nilai: 82)
- Ayodhya Reevta (Ma’had Al-Qalam MAN 2 Kota Malang) – Judul: Dulur (Nilai: 82)
- Khansa’ Fatihah (Pondok Pesantren Tarbiatul Iman) – Judul: Spesies Lalat Baru (Nilai: 81)
- Muhammad Syafi Marzuqi (Ma’had Al-Qolam)
- Ahmad Muzakki Putra Wahyudi (Ma’had Darul Hikmah) – Judul: Dua Ratus Ribu dan Sejuta Prasangka
- Dwi Ledys Salsabila Shafiy (Ma’had Al-Qalam MAN 2 Kota Malang) – Judul: Misi Bangun Subuh yang Berakhir Kacau
- Zahirah (XI Ma’had Al-Qolam) – Judul: “Zahirah TOK” Kisah Humor Kecil Dibalik Kehidupan Santri
- Karya Peserta Ma’had Kota Malang (Naskah Terpilih Babak Final)
Acara penutupan turut dirangkai dengan penyerahan cinderamata buku antologi santri secara simbolis oleh Kepala MAN 2 Kota Malang kepada Kepala Kemenag Kota Malang, menegaskan komitmen madrasah dan pesantren di Malang Raya untuk terus menggemakan gerakan literasi berkelanjutan.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.