Langsung ke konten
Jumat, 30 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Ning Lia: Peran Gen Z Penjaga Demokrasi di Jatim

Pernyataan tersebut disampaikan Ning Lia dalam agenda inventarisasi materi pengawasan Komite I DPD RI terkait pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017

Sesi foto bersama Anggota DPD RI Lia Istifhama dengan jajaran pimpinan dan staf KPU Jatim dalam agenda serap aspirasi.

Sesi foto bersama Anggota DPD RI Lia Istifhama dengan jajaran pimpinan dan staf KPU Jatim dalam agenda serap aspirasi. (Foto: Tim Lia Istifhama, istimewa)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Keterlibatan generasi muda dinilai memegang peranan vital sebagai kunci utama dalam menjaga keberlangsungan demokrasi yang sehat. Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I., saat menekankan pentingnya memperkuat partisipasi aktif Generasi Z (Gen Z) agar tidak sekadar menjadi pemilih, melainkan turut memahami nilai, tanggung jawab, serta proses demokrasi secara utuh.

Pernyataan tersebut disampaikan Ning Lia dalam agenda inventarisasi materi pengawasan Komite I DPD RI terkait pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum bersama jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur.

Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi, bersama para anggota komisioner seperti Miftahur Rozaq, Eka Wisnu Wardhana, Nur Salam, Habib M. Rohan, dan Choirul Umam. Hadir pula Sekretaris KPU Jatim Nanik Karsini beserta jajaran kepala bagian dan staf ahli di lingkungan KPU Jatim.

Baca juga: Pantau Standar Pelayanan Publik, Senator Jatim Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital PT Surabaya

Baca juga: PT Surabaya Layak Jadi Percontohan Nasional Transformasi Digital Peradilan, Kata Senator Jatim Ning Lia

Pentingnya Kedisiplinan Administrasi dan Inovasi Digital

Dalam audiensi tersebut, Ning Lia memberikan apresiasi tinggi atas kinerja KPU Jatim yang sukses merampungkan seluruh tahapan Pilkada Serentak 2024 dengan baik. Senator asal Jatim ini menyatakan bahwa penguatan koordinasi, transparansi, serta perbaikan tata kelola penyelenggaraan pemilu sangat krusial guna mendongkrak tingkat kepercayaan publik.

Menurut Ning Lia, fungsi pengawasan tidak sekadar berfokus pada regulasi semata, tetapi juga memastikan setiap persoalan administratif maupun teknis mampu diselesaikan secara objektif. Ia bahkan menceritakan pengalamannya sendiri saat mengikuti proses pendaftaran sebagai calon anggota DPD RI yang menuntut kedisiplinan tinggi.

Iklan

“Waktu saya proses pendaftaran anggota DPD RI, saya benar-benar merasakan kedisiplinan dan semua persyaratan yang harus dipenuhi. Meski awalnya agak ribet, tetapi prosesnya sangat bagus,” ujar putri tokoh masyhur KH Masykur Hasyim tersebut.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa ketertiban administrasi harus berjalan selaras dengan inovasi pelayanan publik. Penerapan digitalisasi atau sistem kerja paperless dinilai mampu mendongkrak efisiensi, asalkan tetap mengutamakan akurasi data serta kelengkapan dokumen yang akuntabel.

Peran Gen Z dan Tantangan Arus Informasi Digital

Ning Lia menegaskan bahwa peningkatan partisipasi generasi muda harus menjadi fokus utama dalam perbaikan kualitas demokrasi ke depan. Keterlibatan kalangan Gen Z dinilainya tidak cukup diukur dari seberapa banyak yang hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), melainkan dari sejauh mana pemahaman mereka terhadap dinamika politik dan tanggung jawab kewarganegaraan.

“Pendidikan politik perlu diperkuat agar generasi muda memiliki ruang untuk berpartisipasi secara bermakna. Mereka tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga dapat terlibat dalam berbagai proses demokrasi, termasuk berkontribusi dalam penyelenggaraan pemilu,” tuturnya.

Di samping itu, ia juga mengingatkan bahwa masifnya perkembangan media sosial membawa tantangan tersendiri bagi masyarakat. Arus informasi yang serba cepat menuntut publik untuk lebih cakap dalam menyaring berita, memahami substansi isu politik, serta bersikap kritis terhadap berbagai narasi yang beredar di ruang digital.

Partisipasi Pilkada Jatim 2024 Melonjak

Pada kesempatan yang sama, Ning Lia kembali mengapresiasi keberhasilan KPU Jatim dalam menekan angka golput pada Pilkada Serentak 2024. Berdasarkan data yang dihimpun, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2024 sukses menyentuh angka 70,06 persen atau setara dengan 21.937.202 pemilih aktif.

Capaian gemilang ini mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan tingkat partisipasi pada Pilgub Jatim 2018 yang berada di angka 67,39 persen. Menurutnya, pencapaian tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi positif guna memperkuat partisipasi masyarakat pada perhelatan pemilu di masa mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi menyatakan komitmen lembaganya dalam menghadirkan penyelenggaraan demokrasi di Jawa Timur yang semakin inklusif, transparan, dan berkualitas.

“Nanti ada regulasi-regulasi kepemiluan untuk 2029, dan pastinya kami memastikan penyelenggaraan pemilu yang tertib, namun juga keterlibatan masyarakat yang sadar akan hak, tanggung jawab, dan perannya dalam kehidupan berbangsa,” pungkas Aang Kunaifi. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.