Langsung ke konten
Jumat, 30 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Kiai Jadi Pilar Penguatan Akhlak Madrasah, Dosen FTIK UIN Malang Hadirkan Perspektif Akademik di Pasuruan

Peran kiai dalam menjaga mutu keagamaan dan membentuk akhlak peserta didik menjadi perhatian dalam Seminar Pendidikan Islam

Sesi pemaparan materi oleh narasumber

Sesi pemaparan materi oleh narasumber (Foto: Humas FTIK UIN Malang)

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Peran kiai dalam menjaga mutu keagamaan dan membentuk akhlak peserta didik menjadi perhatian dalam Seminar Pendidikan Islam bertajuk “Peran Kiai dalam Menjaga Mutu Keagamaan dan Akhlak di Madrasah” yang digelar melalui program Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) di Pasrepan, Pasuruan.

Kegiatan yang diikuti 250 peserta tersebut menghadirkan Hasyim Amrullah, M.A., dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta H. Syaiful Nuri, Anggota DPR RI Komisi VIII, sebagai narasumber.

Forum ini mengangkat pentingnya penguatan dimensi keagamaan dan pembentukan karakter sebagai bagian integral dari peningkatan mutu pendidikan madrasah. Sebab, keberhasilan pendidikan Islam tidak cukup diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan lembaga pendidikan menanamkan nilai-nilai keislaman dalam perilaku peserta didik.

Baca juga: Menelusuri Jejak MI KH. Romly Tamim: Ketika Dawuh Seorang Kiai Menjelma Menjadi Mercusuar Pendidikan Nahdliyin

Baca juga: Hikmah Bafaqih Sentil Minimnya Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Pesantren Bahrul Maghfiroh

Iklan

Dalam konteks tersebut, kiai memiliki posisi strategis sebagai figur panutan sekaligus penjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Keteladanan dan bimbingan kiai dapat memperkuat proses pendidikan karakter, sehingga pembelajaran di madrasah tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia.

Keterlibatan Hasyim Amrullah sebagai akademisi FTIK UIN Malang menghadirkan perspektif perguruan tinggi dalam membahas tantangan peningkatan mutu pendidikan Islam. Sementara itu, kehadiran H. Syaiful Nuri dari Komisi VIII DPR RI mempertemukan perspektif kebijakan dan pendidikan dalam forum tersebut.

Seminar ini sekaligus menegaskan bahwa peningkatan mutu madrasah membutuhkan sinergi berbagai elemen. Kiai, akademisi, keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemangku kebijakan memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu mengembangkan kecerdasan intelektual sekaligus spiritual peserta didik.

Kegiatan di Pasrepan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Ngopi yang mengangkat berbagai isu strategis peningkatan mutu pendidikan Islam. Melalui forum ini, penguatan peran kiai diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam membangun madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai keagamaan dan pembentukan akhlak generasi muda.

Sumber: ftik.uin-malang.ac.id

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.