Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Pendidikan

UIN Kediri Gelar Pelatihan Moderasi Beragama bagi 23 Pemuda Lintas Agama se-Kediri Raya

UIN Kediri menggelar Pelatihan Moderasi Beragama bagi 23 pemuda lintas agama se-Kediri Raya untuk membangun komunikasi dan jejaring positif.

UIN Kediri menggelar Pelatihan Moderasi Beragama bagi 23 pemuda lintas agama se-Kediri Raya untuk membangun komunikasi dan jejaring positif (25/10)./dok.Qony

UIN Kediri menggelar Pelatihan Moderasi Beragama bagi 23 pemuda lintas agama se-Kediri Raya untuk membangun komunikasi dan jejaring positif (25/10)./dok.Qony

KEDIRI | JATIMSATUNEWS.COM: UIN Kediri menunjukkan komitmen nyatanya dalam merawat keberagaman dan menjaga kerukunan antarumat beragama.

Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri sukses menyelenggarakan pelatihan moderasi beragama.

Pelatihan ini melibatkan 23 pemuda dari berbagai latar belakang agama se-Kediri Raya pada Minggu (25/10/2026).

Baca juga: UIN Surabaya Gelar Penguatan Moderasi Beragama untuk Perkuat Kerukunan Pemuda Lintas Agama

UIN Kediri

Pelatihan Moderasi Beragama

UIN Kediri menggelar Pelatihan Moderasi Beragama bagi 23 pemuda lintas agama se-Kediri Raya untuk membangun komunikasi dan jejaring positif (25/10)./dok.Qony
UIN Kediri menggelar Pelatihan Moderasi Beragama bagi 23 pemuda lintas agama se-Kediri Raya untuk membangun komunikasi dan jejaring positif (25/10)./dok.Qony

Pelatihan ini menjadi ruang perjumpaan yang krusial untuk membangun komunikasi, memperluas pemahaman, serta memperkuat jejaring sosial di kalangan generasi muda.

Peserta perwakilan pemuda Muslim berasal dari lintas perguruan tinggi, antara lain mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri, Universitas Islam Tribakti Lirboyo, Universitas Islam Kadiri (Uniska), dan IAI Hasanuddin Pare Kediri.

Keberagaman semakin terasa hangat dengan hadirnya perwakilan pemuda Hindu dari Kota dan Kabupaten Kediri, pemuda Katolik, pemuda Buddha, hingga pemuda Kristen dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW).

Menggali Akar Masalah Sosial lewat Pendekatan Analitis

Kegiatan ini menghadirkan Instruktur Nasional Moderasi Beragama, Dr. Asyari, M.Ag., sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Dr. Asyari menekankan pentingnya penguatan cara berpikir moderat serta keberanian untuk menguji asumsi dalam memahami realitas sosial keagamaan.

Ia mengenalkan konsep “Maps is Not Territory”—sebuah pemahaman bahwa pandangan atau persepsi seseorang tidak sepenuhnya merepresentasikan realitas wilayah yang sebenarnya.

Iklan

“Kita sering kali terjebak menganggap ‘peta’ atau pandangan pribadi kita sebagai satu-satunya kebenaran mutlak. Padahal, peta bukanlah wilayah yang sebenarnya (Maps is Not Territory),” ungkap Dr. Asyari.

“Melalui pelatihan ini, kami mengajak para pemuda untuk menguji kembali asumsi-asumsi mereka dan membuka diri terhadap realitas sosial yang jauh lebih luas,” imbuhnya.

Para peserta juga dibekali materi perspektif pembangunan, pemikiran skenario melalui sketsa kehidupan sosial keagamaan, serta pendekatan analitis Ansos Iceberg (Gunung Es Analisis Sosial).

Pendekatan ini berguna untuk memetakan fenomena permukaan hingga menemukan pola, tren, struktur penyebab, dan mental model yang memengaruhi perilaku masyarakat.

“Permasalahan sosial-keagamaan tidak bisa diselesaikan hanya dengan melihat apa yang tampak di permukaan,” ujar Asyari.

“Ibarat gunung es, kita harus menyelam lebih dalam untuk melihat struktur, pola pikir, hingga model mental yang melatarbelakanginya. Dengan memahami sembilan kata kunci moderasi beragama, para pemuda memiliki landasan kokoh untuk merawat kerukunan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Fondasi Jejaring Pemuda Lintas Agama

Pelatihan ini bukan sekadar sesi kelas biasa, melainkan menjadi wadah strategis bagi generasi muda lintas agama untuk berinteraksi langsung, mengenal perspektif baru, dan menemukan nilai-nilai bersama demi melahirkan kerja sama yang nyata.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, UIN Kediri menegaskan kembali perannya dalam memperkuat moderasi beragama melalui jalur pendidikan dan dialog interaktif.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya jejaring pemuda berkesadaran moderat yang berkelanjutan melalui berbagai program kolaborasi sosial di Kediri Raya.***

Jurnalis: Qony

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.