DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Sinergi Pemprov dan Polda Jatim Jaga Investasi dan Ruang Aspirasi
Pentingnya Sinergi untuk Iklim Investasi Kondusif Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menyampaikan apresiasi atas pertemuan antara Gubernur Jawa Timur
Senator Lia Istifhama menyampaikan pandangannya dalam forum resmi. (Foto: Tim Lia Istifhama, istimewa)
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Menjaga pertumbuhan investasi di Jawa Timur memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Anggota DPD RI Dr. Hj. Lia Istifhama menilai koordinasi yang kuat, diiringi komunikasi terbuka dengan masyarakat, menjadi kunci utama terciptanya stabilitas dan kehidupan sosial yang kondusif.
Pentingnya Sinergi untuk Iklim Investasi Kondusif
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menyampaikan apresiasi atas pertemuan antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (23/10/2026). Menurutnya, stabilitas keamanan dan kepastian hukum yang terjaga dengan baik akan memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha dalam merencanakan serta mengembangkan bisnis mereka di Jawa Timur.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa iklim investasi di Jawa Timur tetap kondusif sehingga dunia usaha berkembang dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Ning Lia.
Ia menambahkan bahwa iklim usaha yang sehat secara langsung akan memperluas kesempatan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri oleh Direktur Intelkam Polda Jatim, jajaran pejabat utama Polda Jatim, serta sejumlah kepala perangkat daerah Pemprov Jatim.
Kedepankan Dialog dan Hormati Hak Aspirasi Publik
Selain sektor ekonomi, Ning Lia juga menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas daerah melalui komunikasi yang inklusif dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan buruh dan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak demokrasi yang harus dihormati dan disikapi melalui ruang dialog yang konstruktif.
Iklan
“Kita perlu terus merawat komunikasi, membuka ruang dialog, dan membangun saling pengertian. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi harus kita kelola bersama agar tetap berada dalam koridor hukum serta menjaga suasana yang teduh dan kondusif,” ungkapnya.
Melalui pendekatan dialogis yang dikedepankan oleh pemerintah dan aparat keamanan, potensi ketegangan sosial dapat dicegah sejak dini. Dengan demikian, stabilitas daerah tetap terjaga dan partisipasi aktif masyarakat dapat berjalan seiring dengan kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, serta kehidupan sosial di Jawa Timur.
Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.