
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Kolaborasi dosen Departemen Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) dengan Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) “Penguatan Karakter Remaja melalui Program Psikoedukasi untuk Literasi Digital dan Pergaulan Sehat Remaja” di SMP Islam Hamalatul Qur’an Kabupaten Nganjuk pada 23–24 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan 13 guru dan 51 siswa sebagai penerima manfaat dengan tujuan memperkuat karakter remaja melalui pemahaman tentang pergaulan sehat, empati sosial, komunikasi asertif, serta penggunaan media digital secara aman, etis, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini menghadirkan pembicara, yaitu Dr. Hanggara Budi Utomo, M.Psi., Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang sekaligus alumni Program Doktor Psikologi Universitas Airlangga; Indasah, M.Pd., mahasiswa S3 Psikologi Pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang sekaligus dosen Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk; serta Raissa Dwifandra Putri, M.Si., Dosen Departemen Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan edukasi psikologis yang relevan dengan tantangan perkembangan remaja, terutama dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan menghadapi dinamika interaksi di ruang digital.
Materi psikoedukasi menggunakan modul pembelajaran “Tempat yang Aman untuk Berbicara dengan Bebas” yang dikembangkan oleh tim Universitas Negeri Malang. Modul tersebut mencakup tujuh fokus pembelajaran, yaitu memahami ruang aman untuk berbicara, pergaulan sehat dan batas pribadi, empati dan keterampilan mendengarkan, komunikasi asertif, etika bermedia sosial, pencegahan bullying dan cyberbullying, serta peran positive bystander, dukungan teman, dan kemampuan mencari bantuan.
Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas interaktif berupa diskusi, studi kasus, role play, refleksi, dan latihan keterampilan. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa pergaulan sehat membutuhkan penghargaan terhadap pilihan, batas pribadi, dan keselamatan. Siswa juga dilatih untuk mengenali tekanan teman sebaya serta mempraktikkan cara menyampaikan batas secara jelas dan sopan.
Ibu Indasah, M.Pd menyampaikan bahwa penguatan karakter juga dilakukan melalui pembelajaran empati dan komunikasi asertif. Peserta didik dilatih untuk memahami perspektif dan perasaan orang lain, mendengarkan tanpa memotong pembicaraan, memberikan respons secara empatik tanpa menghakimi, serta menyampaikan pikiran, perasaan, kebutuhan, dan batas diri secara jelas tanpa merendahkan orang lain. Pendekatan tersebut diarahkan agar siswa mampu membangun hubungan pertemanan yang sehat, saling menghargai, dan saling mendukung.
Dr. Hanggara Budi Utomo menegaskan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan media sosial, tetapi juga dengan kesadaran untuk bertanggung jawab atas setiap komunikasi yang dilakukan di ruang digital. Siswa diajak memahami bahwa media sosial merupakan bagian dari ruang sosial yang membutuhkan sikap bijak dan bertanggung jawab. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada prinsip THINK sebelum berkomentar atau membagikan konten, yaitu True, Helpful, Inspiring, Necessary, dan Kind. Selain itu, siswa diajak memahami pentingnya menjaga privasi dan jejak digital serta mempertimbangkan dampak dari setiap komunikasi yang dilakukan di ruang digital.
Sementara itu, Raissa Dwifandra Putri, M.Si. mengembangkan materi yang berfokus pada pencegahan bullying dan cyberbullying. Siswa diperkenalkan pada prinsip 4R, yakni Recognize, Refuse, Respond, dan Report. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali tindakan yang merugikan, tidak ikut memperkuat perundungan, memberikan dukungan kepada korban secara aman, serta melaporkan situasi kepada orang dewasa atau pihak sekolah yang dapat membantu.
Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) khususnya Target 4.7 dengan memastikan seluruh siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk mempromosikan perdamaian dan non-kekerasan melalui penguatan kapasitas karakter. Sebagai bentuk pembelajaran sepanjang hayat, program ini juga memperkuat Kemitraan pendidikan (SDG 17) antara UM, UPDN Nganjuk, dan SMPI Hamalatul Qur’an. Terwujudnya dukungan kesehatan mental (SDG 3) melalui pemahaman guru dalam mengelola stres siswa merupakan bukti komitmen UM dalam mengembangkan pendidikan terjangkau yang berorientasi pada kesejahteraan mental dan sosial masyarakat luas.
Kepala SMP Islam Hamalatul Qur’an Kabupaten Nganjuk menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk membantu siswa memahami keberadaan dirinya sekaligus menyadari keberadaan dan perasaan orang lain ketika bergaul dengan teman-temannya.
“Kami berharap melalui kegiatan ini siswa semakin memahami dirinya, mengetahui batas-batas dalam bergaul, serta mampu menghargai keberadaan, perasaan, dan perbedaan teman-temannya. Dengan demikian, mereka dapat membangun pertemanan yang sehat, saling menghargai, dan saling menjaga,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara Departemen Psikologi Fakultas Psikologi UM dan Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai program pengabdian kepada masyarakat, tetapi dapat berkelanjutan dalam membangun budaya sekolah yang aman, sehat, inklusif, dan ramah bagi remaja. Ke depan, nilai-nilai yang diperoleh siswa diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pergaulan secara langsung maupun di ruang digital, sehingga siswa mampu memahami dirinya, menghargai orang lain, berani berbicara dengan bertanggung jawab, siap mendengarkan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan pertemanan yang aman dan positif.
Penulis: Dr. Hanggara Budi Utomo, M.Psi
Dosen Departemen Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, dan Alumni S3 Doktor Psikologi Universitas Airlangga Surabaya


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.