Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Pendidikan

Fakultas Syariah UIN Malang Gelar ICLC 2026 Bersama Tiga Universitas Luar Negeri, Perkuat Internasionalisasi Pembelajaran

Fakultas Syariah UIN Malang menggelar ICLC 2026 bersama tiga universitas luar negeri mulai Senin, 26 Oktober hingga 6 November.

Fakultas Syariah UIN Malang menggelar ICLC 2026 bersama tiga universitas luar negeri mulai Senin, 26 Oktober./dok.UIN Malang

Fakultas Syariah UIN Malang menggelar ICLC 2026 bersama tiga universitas luar negeri mulai Senin, 26 Oktober./dok.UIN Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Syariah UIN Malang menyelenggarakan ICLC 2026 bersama tiga universitas luar negeri.

Demi memperkuat internasionalisasi pembelajaran, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan International Cyber Learning Class (ICLC) 2026.

Ini merupakan program kolaborasi perkuliahan internasional yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 6 November 2026 dengan melibatkan empat perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Baca juga: Tadris Matematika FITK UIN Malang Bekali Mahasiswa Kuasai Penelitian Kualitatif untuk Pendidikan Masa Depan

Fakultas Syariah UIN Malang

ICLC 2026 Bersama Tiga Universitas Luar Negeri

Fakultas Syariah UIN Malang menggelar ICLC 2026 bersama tiga universitas luar negeri mulai Senin, 26 Oktober hingga 6 November./dok.UIN Malang
Fakultas Syariah UIN Malang menggelar ICLC 2026 bersama tiga universitas luar negeri mulai Senin, 26 Oktober hingga 6 November./dok.UIN Malang

ICLC 2026 diselenggarakan melalui kerja sama Fakultas Syariah UIN Malang dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Teknologi MARA (UiTM), dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam.

Seluruh kegiatan perkuliahan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dengan melibatkan mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang.

Ketua Panitia ICLC Fakultas Syariah, Yayuk Whindari, S.H., M.H., LL.M. mengatakan program ini dirancang untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi lingkungan pendidikan global.

“Melalui International Cyber Learning Class (ICLC) 2026, kami berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan keilmuan dan perspektif hukum internasional, tetapi juga meningkatkan kemampuan bahasa asing, keterampilan komunikasi akademik, serta kepercayaan diri dalam berinteraksi di lingkungan global,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Fakultas Syariah UIN Malang untuk memperkuat internasionalisasi pembelajaran sekaligus memperluas kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri.

Enam Akademisi dari Tiga Universitas Mitra

ICLC 2026 menghadirkan enam akademisi dari tiga universitas mitra. Mereka adalah Dr. Azlin Alisa Ahmad dan Amir Yusoff, Ph.D., dari UKM; Assoc. Prof. Dr. Norazlina Abdul Aziz dan Assoc. Prof. Rohani Binti Md Shah dari UiTM; serta Dr. Haji Hayatuddin dan Dr. Hafini dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunai Darussalam.

Iklan

Berbeda dengan kuliah tamu pada umumnya, ICLC dirancang sebagai program pembelajaran kolaboratif yang terintegrasi dengan perkuliahan reguler.

Para akademisi dari universitas mitra terlibat langsung dalam proses pembelajaran sesuai dengan bidang keilmuan dan mata kuliah yang telah ditentukan.

Melalui skema tersebut, mahasiswa berkesempatan mengenal beragam perspektif keilmuan, pendekatan pembelajaran, serta perkembangan kajian hukum dan hukum Islam di negara-negara mitra.

Interaksi akademik lintas negara ini juga diharapkan dapat mendorong kemampuan berpikir kritis, memperkuat komunikasi akademik, dan memperluas pemahaman mahasiswa terhadap dinamika keilmuan di tingkat internasional.

Salah satu materi dalam ICLC 2026 yang diselenggarakan Fakultas Syariah UIN Malang bersama Universiti Teknologi Mara, Shah Alam, Selangor Malaysia./dok.UIN Malang
Salah satu materi dalam ICLC 2026 yang diselenggarakan Fakultas Syariah UIN Malang bersama Universiti Teknologi Mara, Shah Alam, Selangor Malaysia./dok.UIN Malang

Dekan Fakultas Syariah Mengapresiasi Program ICLC

Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulaj, M.Ag., mengatakan bahwa ICLC 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kedua program unggulan Fakultas Syariah yang dirancang untuk memperkuat wawasan internasional mahasiswa melalui pembelajaran kolaboratif bersama akademisi dari perguruan tinggi luar negeri.

“Alhamdulillah, pada Oktober hingga November 2026 ini, Fakultas Syariah kembali menyelenggarakan ICLC untuk tahun kedua,” ujarnya.

“Pada pelaksanaan tahun ini, kami melibatkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi mitra di Malaysia dan Brunei Darussalam, yakni Universiti Teknologi MARA (UiTM), Universiti Malaya (UM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), serta Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA),” ungkapnya.

Tiga Prodi dan Partisipasi Dosen Luar Negeri

Prof Umi menjelaskan, program tersebut melibatkan tiga program studi dengan partisipasi dosen dari perguruan tinggi mitra dan dosen Fakultas Syariah UIN Malang.

Kolaborasi ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami persamaan dan perbedaan perspektif akademik, khususnya dalam kajian hukum dan hukum Islam di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Iklan

“Kami berharap ICLC dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa International Class Program (ICP) di ketiga program studi maupun mahasiswa reguler, untuk memperluas wawasan internasional melalui mata kuliah yang memiliki perspektif global,” katanya lagi.

Komitmen Fakultas Kembangkan Jejaring Akademis Internasional

Menurut Umi Sumbulah, ICLC menjadi bagian dari komitmen Fakultas Syariah dalam mengembangkan jejaring akademik internasional yang selama ini telah dibangun dengan berbagai perguruan tinggi di sejumlah negara, termasuk Malaysia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Jepang, dan Turki.

Pada penyelenggaraan tahun ini, kegiatan difokuskan pada kolaborasi dengan perguruan tinggi di Malaysia dan Brunei Darussalam.

Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik melalui forum konferensi, tetapi juga pengayaan materi perkuliahan secara langsung bersama akademisi mitra.

“Pembelajaran dalam ICLC tidak hanya berupa ceramah, tetapi juga mencakup diskusi dan role-play. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami bagaimana mata kuliah tertentu dipelajari dan dikembangkan dalam konteks negara yang berbeda,” jelasnya.

Baca juga: Jelang 3 Dekade Fakultas Syariah UIN Maliki Malang: Dari Ahli Hukum Islam ke Arsitek Hukum Masa Depan

Harapan Dekan

Ia berharap, melalui pendekatan pembelajaran tersebut, mahasiswa dapat memperluas perspektif keilmuan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memahami keragaman pendekatan akademik di tingkat internasional.

Penyelenggaraan ICLC 2026 juga menjadi bagian dari langkah strategis Fakultas Syariah UIN Malang dalam memperkuat implementasi kerja sama internasional.

Kolaborasi dengan UKM, UiTM, dan UNISSA diharapkan membuka peluang pengembangan kerja sama berkelanjutan, khususnya dalam bidang pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan akademik lainnya.

Melalui program ini, Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mendorong terselenggaranya pembelajaran berwawasan internasional guna meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat daya saing mahasiswa dan lulusan di tingkat global.***

Kontributor: MFT

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.