MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dukungan terhadap pengembangan dunia pendidikan ditunjukkan H Makhrus Sholeh, Sekretaris Komite SMA Negeri 1 Turen, dalam peresmian Museum Miepra SMAN 1 Turen, Minggu (25/10/2026). Meski tidak dapat hadir secara langsung karena padatnya agenda, H Makhrus tetap memberikan dukungan memberikan ucapan selamat atas peresmian museum Miepra.
Peresmian Museum Miepra dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., MM. Kehadiran museum ini menjadi langkah SMAN 1 Turen dalam melestarikan sejarah sekolah, mendokumentasikan perjalanan pendidikan, sekaligus mengabadikan berbagai prestasi dan karya siswa maupun guru.
H Makhrus Sholeh yang juga merupakan alumni SMAN 1 Turen dikenal memberikan perhatian terhadap perkembangan dan kemajuan almamaternya. Melalui lini usaha Turen Indah Grup, termasuk Turen Indah Bangunan, Turen Indah Properti dan Resto Ocean Garden ia turut mendukung kelancaran kegiatan peresmian tersebut.
Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, M.Pd., menyampaikan bahwa H Makhrus sebenarnya ingin menghadiri acara peresmian secara langsung. Namun, agenda yang padat membuatnya belum bisa hadir di tengah keluarga besar SMAN 1 Turen.
“Sebagai sekretaris komite yang juga alumni SMAN 1 Turen, beliau selalu memberikan support untuk perkembangan dan kemajuan SMAN 1 Turen,” ujar Agus Harianto.
Senada, ketua komite H Sodiq yang hadir bersama seluruh pengurus kecuali H Makhrus menyampaikan bahwa komite kompak support kemajuan SMAN 1 Turen.
“Kami jajaran komite termasuk H Makhrus selalu memberikan dukungan untuk kemajuan SMAN 1 Turen,” ujarnya.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara pihak sekolah, komite, alumni, dan berbagai pihak dalam mendorong kemajuan pendidikan. Keterlibatan alumni dinilai penting untuk menjaga hubungan dengan almamater sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan lingkungan sekolah.
Aries Agung Paewai Apresiasi Kehadiran Museum Miepra
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi inisiatif SMAN 1 Turen menghadirkan museum di lingkungan sekolah. Menurutnya, museum memiliki peran penting dalam menjaga jejak sejarah institusi pendidikan agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Ia menilai, perjalanan sebuah sekolah perlu didokumentasikan dengan baik. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengenal kondisi sekolah saat ini, tetapi juga memahami proses berdiri, perkembangan, serta berbagai pencapaian yang telah diraih.
“Karena kapan sejarah itu hilang, anak-anak kita yang ada di sini tidak akan mengenal bagaimana sekolah ini tumbuh berkembang dan tidak pernah tahu jejaknya,” ujar Aries.
Menurutnya, masih banyak siswa yang belum mengetahui sejarah berdirinya sekolah, nama-nama kepala sekolah terdahulu, hingga berbagai potensi yang pernah dikembangkan. Karena itu, keberadaan Museum Miepra diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang mendekatkan siswa dengan perjalanan sejarah sekolahnya.
Aries juga berpesan agar museum tersebut terus dikembangkan dan diperbarui. Dokumentasi yang ditampilkan, katanya, tidak cukup hanya mengabadikan masa lalu, tetapi juga perlu mengikuti perkembangan zaman.
Ia mendorong pihak sekolah melengkapi museum dengan dokumentasi prestasi siswa, khususnya capaian di tingkat nasional. Dengan begitu, museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang yang menumbuhkan kebanggaan dan memotivasi siswa untuk terus berkarya.
“Kalau sudah ada museum ini, siapa pun yang mengganti Pak Agus nanti ke depan itu harus dilanjutkan, bahkan di-refresh lebih bagus lagi sehingga akan menjadi kekuatan sekolah,” tegasnya.
Aries turut menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi generasi muda. Ia mencontohkan museum pendidikan di Singapura yang menggunakan tampilan visual digital untuk membuat penyampaian informasi lebih dinamis.
Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi SMAN 1 Turen dalam mengembangkan Museum Miepra sebagai ruang belajar yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan minat siswa.
Museum Miepra Jadi Ruang Belajar dan Apresiasi Prestasi
Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, menjelaskan bahwa peresmian Museum Miepra bukan sekadar penambahan fasilitas sekolah, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran sejarah dan memperkuat budaya prestasi di lingkungan pendidikan.
Pengembangan museum telah dirintis sekitar satu tahun terakhir. Koleksi yang ditampilkan mencakup berbagai dokumentasi perjalanan sekolah, prestasi siswa, karya inovasi, hingga pencapaian guru.
Lantai pertama museum difokuskan pada dokumentasi prestasi siswa, termasuk piala dan penghargaan yang sebelumnya tersimpan di sejumlah tempat. Pengumpulan tersebut dilakukan agar berbagai capaian dapat ditampilkan secara lebih teratur dan mudah dikenali oleh warga sekolah maupun pengunjung.
Selain piala dan penghargaan, Museum Miepra juga menampilkan karya inovasi siswa, seperti media pembelajaran berupa maket kerajaan. Dokumentasi karya batik yang dikembangkan untuk seragam sekolah turut menjadi bagian dari koleksi.
Prestasi dan karya guru juga mendapat tempat dalam museum, termasuk buku-buku yang berkaitan dengan sejarah sekolah dan dunia pendidikan.
“Yang jelas museum ini tidak sekadar tempat pengumpul dokumentasi, tapi harus menjadi media belajar bagi anak-anak, termasuk bapak ibu guru,” kata Agus.
Ia mengakui, pengembangan Museum Miepra masih membutuhkan sejumlah penyempurnaan, terutama dari sisi pencahayaan dan animasi. Pihak sekolah juga telah menyiapkan situs web yang masih berada dalam tahap prototipe untuk mendukung pengembangan museum secara digital.
Ke depan, penguatan aspek digital diharapkan dapat memperluas akses informasi sejarah sekolah sekaligus membuat koleksi museum lebih menarik dan mudah dipelajari.
Sinergi Alumni dan Sekolah untuk Masa Depan Pendidikan
Pengembangan Museum Miepra juga sejalan dengan visi SMAN 1 Turen menuju sekolah pariwisata berbasis Adiwiyata. Keberadaan museum diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar, memperkenalkan potensi sekolah, serta menjadi bagian dari pengembangan lingkungan pendidikan yang memiliki nilai sejarah dan daya tarik tersendiri.
Dukungan H Makhrus Sholeh dalam peresmian museum menjadi salah satu bentuk keterlibatan alumni dan komite dalam mendukung kegiatan sekolah. Sinergi semacam ini diharapkan terus terjaga agar berbagai program pengembangan pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan diresmikannya Museum Miepra, SMAN 1 Turen tidak hanya berupaya menjaga warisan sejarah, tetapi juga membangun ruang apresiasi bagi prestasi siswa dan guru. Museum ini diharapkan menjadi penghubung antara perjalanan masa lalu, pencapaian masa kini, dan cita-cita sekolah pada masa mendatang.
Melalui kolaborasi pihak sekolah, komite, alumni, dan pemangku kepentingan pendidikan, Museum Miepra diharapkan terus berkembang menjadi sarana pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi muda sekaligus memperkuat identitas SMAN 1 Turen.

MALANG – Dukungan terhadap pengembangan dunia pendidikan ditunjukkan H Makhrus Sholeh, Sekretaris Komite SMA Negeri 1 Turen, dalam peresmian Museum Miepra SMAN 1 Turen, Minggu (25/10/2026). Meski tidak dapat hadir secara langsung karena padatnya agenda, H Makhrus tetap memberikan dukungan melalui kontribusi konsumsi bagi para tamu undangan dan peserta kegiatan.
Peresmian Museum Miepra dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., MM. Kehadiran museum ini menjadi langkah SMAN 1 Turen dalam melestarikan sejarah sekolah, mendokumentasikan perjalanan pendidikan, sekaligus mengabadikan berbagai prestasi dan karya siswa maupun guru.
H Makhrus Sholeh yang juga merupakan alumni SMAN 1 Turen dikenal memberikan perhatian terhadap perkembangan dan kemajuan almamaternya. Melalui lini usaha Turen Indah Grup, termasuk Turen Indah Bangunan, Turen Indah Properti dan Resto Ocean Garden ia turut mendukung kelancaran kegiatan peresmian tersebut.
Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, M.Pd., menyampaikan bahwa H Makhrus sebenarnya ingin menghadiri acara peresmian secara langsung. Namun, agenda yang padat membuatnya belum bisa hadir di tengah keluarga besar SMAN 1 Turen.
“Sebagai sekretaris komite yang juga alumni SMAN 1 Turen, beliau selalu memberikan support untuk perkembangan dan kemajuan SMAN 1 Turen,” ujar Agus Harianto.
Senada, ketua komite H Sodiq yang hadir bersama seluruh pengurus kecuali H Makhrus menyampaikan bahwa komite kompak support kemajuan SMAN 1 Turen.
“Kami jajaran komite termasuk H Makhrus selalu memberikan dukungan untuk kemajuan SMAN 1 Turen,” ujarnya.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara pihak sekolah, komite, alumni, dan berbagai pihak dalam mendorong kemajuan pendidikan. Keterlibatan alumni dinilai penting untuk menjaga hubungan dengan almamater sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan lingkungan sekolah.
Aries Agung Paewai Apresiasi Kehadiran Museum Miepra
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi inisiatif SMAN 1 Turen menghadirkan museum di lingkungan sekolah. Menurutnya, museum memiliki peran penting dalam menjaga jejak sejarah institusi pendidikan agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Ia menilai, perjalanan sebuah sekolah perlu didokumentasikan dengan baik. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengenal kondisi sekolah saat ini, tetapi juga memahami proses berdiri, perkembangan, serta berbagai pencapaian yang telah diraih.
“Karena kapan sejarah itu hilang, anak-anak kita yang ada di sini tidak akan mengenal bagaimana sekolah ini tumbuh berkembang dan tidak pernah tahu jejaknya,” ujar Aries.
Menurutnya, masih banyak siswa yang belum mengetahui sejarah berdirinya sekolah, nama-nama kepala sekolah terdahulu, hingga berbagai potensi yang pernah dikembangkan. Karena itu, keberadaan Museum Miepra diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang mendekatkan siswa dengan perjalanan sejarah sekolahnya.
Aries juga berpesan agar museum tersebut terus dikembangkan dan diperbarui. Dokumentasi yang ditampilkan, katanya, tidak cukup hanya mengabadikan masa lalu, tetapi juga perlu mengikuti perkembangan zaman.
Ia mendorong pihak sekolah melengkapi museum dengan dokumentasi prestasi siswa, khususnya capaian di tingkat nasional. Dengan begitu, museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang yang menumbuhkan kebanggaan dan memotivasi siswa untuk terus berkarya.
“Kalau sudah ada museum ini, siapa pun yang mengganti Pak Agus nanti ke depan itu harus dilanjutkan, bahkan di-refresh lebih bagus lagi sehingga akan menjadi kekuatan sekolah,” tegasnya.
Aries turut menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi generasi muda. Ia mencontohkan museum pendidikan di Singapura yang menggunakan tampilan visual digital untuk membuat penyampaian informasi lebih dinamis.
Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi SMAN 1 Turen dalam mengembangkan Museum Miepra sebagai ruang belajar yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan minat siswa.
Museum Miepra Jadi Ruang Belajar dan Apresiasi Prestasi
Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, menjelaskan bahwa peresmian Museum Miepra bukan sekadar penambahan fasilitas sekolah, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran sejarah dan memperkuat budaya prestasi di lingkungan pendidikan.
Pengembangan museum telah dirintis sekitar satu tahun terakhir. Koleksi yang ditampilkan mencakup berbagai dokumentasi perjalanan sekolah, prestasi siswa, karya inovasi, hingga pencapaian guru.
Lantai pertama museum difokuskan pada dokumentasi prestasi siswa, termasuk piala dan penghargaan yang sebelumnya tersimpan di sejumlah tempat. Pengumpulan tersebut dilakukan agar berbagai capaian dapat ditampilkan secara lebih teratur dan mudah dikenali oleh warga sekolah maupun pengunjung.
Selain piala dan penghargaan, Museum Miepra juga menampilkan karya inovasi siswa, seperti media pembelajaran berupa maket kerajaan. Dokumentasi karya batik yang dikembangkan untuk seragam sekolah turut menjadi bagian dari koleksi.
Prestasi dan karya guru juga mendapat tempat dalam museum, termasuk buku-buku yang berkaitan dengan sejarah sekolah dan dunia pendidikan.
“Yang jelas museum ini tidak sekadar tempat pengumpul dokumentasi, tapi harus menjadi media belajar bagi anak-anak, termasuk bapak ibu guru,” kata Agus.
Ia mengakui, pengembangan Museum Miepra masih membutuhkan sejumlah penyempurnaan, terutama dari sisi pencahayaan dan animasi. Pihak sekolah juga telah menyiapkan situs web yang masih berada dalam tahap prototipe untuk mendukung pengembangan museum secara digital.
Ke depan, penguatan aspek digital diharapkan dapat memperluas akses informasi sejarah sekolah sekaligus membuat koleksi museum lebih menarik dan mudah dipelajari.
Sinergi Alumni dan Sekolah untuk Masa Depan Pendidikan
Pengembangan Museum Miepra juga sejalan dengan visi SMAN 1 Turen menuju sekolah pariwisata berbasis Adiwiyata. Keberadaan museum diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar, memperkenalkan potensi sekolah, serta menjadi bagian dari pengembangan lingkungan pendidikan yang memiliki nilai sejarah dan daya tarik tersendiri.
Dukungan H Makhrus Sholeh dalam peresmian museum menjadi salah satu bentuk keterlibatan alumni dan komite dalam mendukung kegiatan sekolah. Sinergi semacam ini diharapkan terus terjaga agar berbagai program pengembangan pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan diresmikannya Museum Miepra, SMAN 1 Turen tidak hanya berupaya menjaga warisan sejarah, tetapi juga membangun ruang apresiasi bagi prestasi siswa dan guru. Museum ini diharapkan menjadi penghubung antara perjalanan masa lalu, pencapaian masa kini, dan cita-cita sekolah pada masa mendatang.
Melalui kolaborasi pihak sekolah, komite, alumni, dan pemangku kepentingan pendidikan, Museum Miepra diharapkan terus berkembang menjadi sarana pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi muda sekaligus memperkuat identitas SMAN 1 Turen.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.