
JOHOR BAHRU | JATIMSATUNEWS.COM : Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan kegiatan PengabdianKemitraan Luar Negeri (PKLN) bertajuk “Project-Based Learning Sistem Monitoring Kualitas Udara Berbasis Internet of Things (IoT) Menggunakan ThingSpeak di SMP SekolahIndonesia Johor Bahru (SIJB)”, Malaysia. Kegiatan inimerupakan bentuk kontribusi UM dalam meningkatkanliterasi teknologi, keterampilan digital, dan kepedulianlingkungan bagi generasi muda diaspora Indonesia di luarnegeri.
Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan KonsulatJenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan Indonesian Community Learning Center (CLC) Johor Bahru. Program tersebut dirancang untuk memperkenalkan teknologiIoT melalui pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan pengetahuan sains dan teknologi, sertamenumbuhkan kepedulian terhadap kualitas lingkungan.

Tim PKLN UM dipimpin oleh Prof. Dr. Nandang Mufti, S.Si., M.T., dengan anggota Dr. Nurul Hidayat, S.Si., M.Si.dan Erni Yulianti, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan mahasiswaUM. Tim memberikan pendampingan langsung kepada para siswa dalam memahami prinsip kerja sistem monitoring kualitas udara berbasis IoT, mulai dari proses perakitanperangkat, pemrograman, hingga pengujian sistem.
Dalam kegiatan praktik, para siswa memperoleh pengalamanlangsung dalam merakit dan mengoperasikan perangkatpemantauan kualitas udara. Data hasil pengukuran sensor kemudian diolah dan ditampilkan melalui platform cloudThingSpeak sehingga siswa dapat memahami bagaimana data lingkungan dikumpulkan, dikirimkan, divisualisasikan, dan dianalisis secara digital. Pendekatan ini memberikanpengalaman belajar yang kontekstual sekaligusmemperkenalkan penerapan teknologi digital untukmendukung pemantauan kondisi lingkungan.
Antusiasme siswa SMP SIJB terlihat sepanjang kegiatanberlangsung. Para siswa aktif mengikuti setiap tahapanpraktik, mulai dari merangkai komponen elektronik, melakukan pemrograman, hingga menguji kinerja perangkatyang telah dibuat. Suasana pembelajaran semakin menarikmelalui permainan edukatif yang dirancang untukmeningkatkan partisipasi, kerja sama, dan pemahaman siswaterhadap materi yang disampaikan.

Melalui model Project-Based Learning, kegiatan PKLN UM ini tidak hanya berorientasi pada pengenalan konsep, tetapijuga mendorong siswa untuk menghasilkan produk teknologisederhana melalui proses belajar yang aktif dan kolaboratif. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkankemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, serta kesadaran akan pentingnya pemanfaatan teknologi dalammenghadapi tantangan lingkungan.
Sebagai penutup kegiatan, tim PKLN UM melaksanakanserah terima peralatan praktikum IoT kepada Kepala SekolahSIJB, Ibu Erry Kananga. Penyerahan peralatan inidiharapkan dapat mendukung keberlanjutan pembelajaranberbasis praktik di sekolah, sehingga perangkat yang telahdiberikan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaransains, teknologi, dan proyek inovasi siswa di masa mendatang.
Pelaksanaan PKLN menjadi wujud komitmen UM dalammemperluas kontribusi akademik di tingkat internasionalmelalui transfer pengetahuan, penerapan teknologi, dan penguatan kapasitas pendidikan melalui kolaborasi denganinstitusi pendidikan Indonesia di luar negeri. Kegiatan inimendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melaluipembelajaran inklusif dan kontekstual berbasis IoT, pemantauan kualitas udara, serta pengembangan keterampilansains, teknologi, dan literasi data siswa. Selain itu, program ini berkontribusi terhadap SDG 13 (Penanganan PerubahanIklim) dengan meningkatkan kesadaran lingkungan melaluipengenalan teknologi sensor dan pemanfaatan data kualitasudara, sehingga menumbuhkan kepedulian terhadap kondisilingkungan serta mendorong pengembangan program pengabdian yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan bagimasyarakat diaspora Indonesia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Negeri Malang menegaskan perannya dalam mendorongpembelajaran berbasis teknologi dan meningkatkanliterasi digital generasi muda Indonesia, di mana pun mereka berada.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.