Langsung ke konten
Jumat, 23 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Mbak Nuri Ngawi, Trah Gus Dur yang Gigih Melawan Kemiskinan dan Kebodohan di Hari Santri 2026

Mbak Nuri Ngawi, trah Gus Dur yang gigih melawan kemiskinan dan kebodohan di Hari Santri 2026.

Nuri Karimatunnisa alias Mbak Nuri Ngawi, cicit Gus Dur membacakan Resolusi Jihad di podium saat upacara HSN 2026 di Alun-Alun Ngawi, Kamis (22/10/2026)./dok.Qony

Nuri Karimatunnisa alias Mbak Nuri Ngawi, cicit Gus Dur membacakan Resolusi Jihad di podium saat upacara HSN 2026 di Alun-Alun Ngawi, Kamis (22/10/2026)./dok.Qony

NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana khidmat dan haru menyelimuti Alun-Alun Merdeka Ngawi pada Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, yang diikuti Mbak Nuri Ngawi.

Di tengah ribuan santri yang memadati lapangan, sosok Nuri Karimatunnisa atau yang akrab disapa Mbak Nuri Ngawi mencuri perhatian publik saat membacakan Resolusi Jihad pada upacara HSN, Kamis (22/10/2026).

Keponakan dari KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut berdiri tegap di podium utama membacakan Naskah Resolusi Jihad.

Baca juga: Bedah Rumah Bu Sunarti, Wujud Peduli Sesama NU Care LAZISNU Ngawi dan UPZIS Padas Bersama Warga

HSN 2026

Mbak Nuri Ngawi Bacakan Resolusi Jihad

Suaranya yang lantang dan berwibawa menggema, menghidupkan kembali spirit perjuangan Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Pembacaan itu bukan sekadar seremoni, melainkan simbol estafet perjuangan santri di era modern.

Kini, santri bukan sekadar mereka yang mengenakan sarung dan peci, melainkan mereka yang menjaga adab di atas ilmu, menanam keikhlasan dalam perjuangan, serta menghadirkan manfaat bagi sesama.

Perjuangan dan Medan Juang Santri Masa Kini

Upacara puncak Hari Santri Nasional, HSN 2026 pada Kamis (22/10) di Alun-Alun Ngawi./dok.Qony
Upacara puncak Hari Santri Nasional, HSN 2026 pada Kamis (22/10) di Alun-Alun Ngawi./dok.Qony

Bagi Mbak Nuri, medan juang santri hari ini telah berubah.

“Jika dahulu santri memegang bambu runcing untuk mengusir penjajah, hari ini santri harus memegang pena, ilmu, dan kepedulian sosial untuk memerdekakan masyarakat dari kemiskinan dan kebodohan,” tegasnya usai upacara.

Iklan

Bagi tokoh muda ini, santri tidak boleh hanya berdiam di dalam pesantren, tetapi harus hadir menjawab pergumulan hidup warga akar rumput.

Baca juga: Salurkan 36000 Liter Air Bersih: NU Care LAZISNU, UPZIS, dan PAC Fatayat NU Ngawi Respons Dampak Kekeringan

Kolaborasi Bersama NU Care LAZISNU PCNU Ngawi 

Nuri Karimatunnisa, Ketua PC PERGUNU Ngawi berkolaborasi dengan NU Care LAZISNU PCNU NGAWI dalam program sunat massal Gebyar Muharram di Kecamatan Ngrambe 1448H/2026M./dok.Qony
Nuri Karimatunnisa, Ketua PC PERGUNU Ngawi berkolaborasi dengan NU Care LAZISNU PCNU NGAWI dalam program sunat massal Gebyar Muharram di Kecamatan Ngrambe 1448H/2026M./dok.Qony

Nilai keberpihakan dan keberanian sosial warisan Gus Dur itu ia wujudkan dalam aksi nyata.

Salah satu jejaknya mengukir senyum di Kecamatan Ngrambe saat Gebyar Muharram.

Berkolaborasi dengan NU Care LAZISNU PCNU Ngawi, Mbak Nuri merangkul anak-anak yatim dan warga kurang mampu melalui santunan pendidikan hingga program sunatan massal.

Konsistensi dan pengabdian tulusnya meraih apresiasi tinggi dari para ulama, tokoh masyarakat, dan pimpinan daerah.

Langkah ini menjadi bukti bahwa Mbak Nuri bukan sekadar berwacana, melainkan hadir membawa tindakan nyata bagi masyarakat Ngawi.

Lewat spirit Resolusi Jihad dan keteladanan para muassis NU, Mbak Nuri Ngawi menitipkan harapan baru: membakar semangat seluruh elemen daerah untuk bahu-membahu menuntaskan kemiskinan dan memperjuangkan masa depan pendidikan Ngawi.***

Jurnalis: Qony

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.