Langsung ke konten
Rabu, 21 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

PBA FTIK UIN Malang Bekali Mahasiswa Strategi Belajar Bahasa Arab di Era AI

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran bahasa Arab perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis dan ketekunan berlatih.

Dokumentasi bersama

Dokumentasi bersama (Foto: Humas FTIK UIN Malang)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran bahasa Arab perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis, ketekunan berlatih, dan integritas akademik. Pesan tersebut menjadi pokok pembahasan kuliah tamu Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang membekali mahasiswa dengan strategi belajar bahasa Arab di tengah perkembangan teknologi digital.

Mengangkat tema “التعلم الذكي في عصر الذكاء الاصطناعي: بناء استراتيجيات فعالة لإتقان اللغة العربية” atau Pembelajaran Cerdas di Era Kecerdasan Buatan: Membangun Strategi Efektif untuk Menguasai Bahasa Arab, kegiatan berlangsung di Aula Microteaching Lantai 2 UIN Malang. Kuliah tamu ini secara khusus menyasar mahasiswa semester pertama PBA.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan FTIK UIN Malang, Dr. H. M. Yunus, M.Si. Dalam arahannya, ia mengajak mahasiswa bangga menjadi bagian dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Menurutnya, bahasa Arab memiliki kedudukan istimewa sebagai bahasa Al-Qur’an sekaligus pintu untuk memperdalam khazanah keilmuan Islam.

Baca juga: MTs Almaarif 01 Singosari Kembangkan Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi dalam Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab

Baca juga: Mahasiswa PBA UIN Malang Publikasikan Riset Quizlet dan Pembelajaran Bahasa Arab di Jurnal SINTA 2

Ia juga mendorong mahasiswa agar menjadikan kecintaan terhadap bahasa Arab sebagai motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi, termasuk beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Iklan

Ketua Program Studi PBA FTIK UIN Malang, Dr. Ahmad Mubaligh, M.H.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan strategi pembelajaran bahasa Arab yang efektif di era AI. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan berbahasa.

Untuk memperkaya perspektif peserta, kegiatan menghadirkan Dwi Khoirotun Nisa’, M.Pd.I., dosen PBA UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember sekaligus alumni PBA UIN Malang. Dalam pemaparannya, ia mengulas pemanfaatan AI untuk mendukung empat keterampilan berbahasa Arab atau maharah lughawiyah, yakni istima’ (menyimak), kalam (berbicara), qira’ah (membaca), dan kitabah (menulis).

Teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana latihan, memperoleh umpan balik, mengenali kesalahan, dan menyusun kebiasaan belajar yang lebih terarah. Meski demikian, mahasiswa tetap perlu memeriksa keakuratan informasi dan ketepatan kaidah bahasa melalui sumber tepercaya. Penggunaan AI juga harus memperhatikan integritas akademik, termasuk menghindari plagiarisme dan ketergantungan dalam menyelesaikan tugas.

Selain strategi pembelajaran, kuliah tamu tersebut memperluas wawasan mahasiswa mengenai prospek bahasa Arab di tengah perkembangan teknologi. Kompetensi kebahasaan yang dipadukan dengan literasi digital berpotensi membuka peluang di bidang pendidikan, penerjemahan, pengembangan media pembelajaran, produksi konten edukatif, hingga teknologi bahasa.

Melalui kegiatan ini, PBA FTIK UIN Malang berupaya membekali mahasiswa dengan kemampuan mengintegrasikan penguasaan bahasa, kecakapan digital, dan tanggung jawab akademik. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pembelajar mandiri yang tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menggunakannya secara kritis untuk memperkuat kompetensi dan menghadapi tantangan profesional.

Sumber: ftik.uin-malang.ac.id

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.