Langsung ke konten
Kamis, 15 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Bangun Kesadaran Anti-Bullying, Dosen dan Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Berikan Edukasi kepada Siswa SD Miftahul Ulum

Penulis: Yeslar Manda Natalia Manalu SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Kelompok Sahabat Desa 15 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur

Sosialisasi pencegahan bullying oleh Kelompok Sahabat Desa 15 UPN "Veteran" Jawa Timur di SD Miftahul Ulum, Surabaya.

Sosialisasi pencegahan bullying oleh Kelompok Sahabat Desa 15 UPN "Veteran" Jawa Timur di SD Miftahul Ulum, Surabaya. (Foto: Humas UPN Veteran Jawa Timur)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Kelompok Sahabat Desa 15 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar sosialisasi anti-bullying kepada 24 siswa kelas V SD Miftahul Ulum, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya perundungan sekaligus membekali mereka dengan pemahaman untuk mengenali, mencegah, dan menghadapi tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga dosen Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur sebagai pemateri, yakni Nur Persmawati Sahar Putri, S.H., M.H., Veronica Cynthia Wibowo, S.H., M.H., dan Dinda Bhawika Wimala Pastika, S.H., M.H. Ketiganya memberikan edukasi mengenai perilaku perundungan melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari siswa sekolah dasar.


Sosialisasi ini juga melibatkan empat mahasiswa Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur yang tergabung dalam Kelompok Sahabat Desa 15, yaitu Ahmad Alexander Firdaus Titihalawa, Tiara Nur Cahyani, Mada Yasir Sidiq, dan Yeslar Manda Natalia Manalu.


Keempat mahasiswa tersebut berperan dalam mempersiapkan kegiatan sejak tahap perencanaan. Mereka menjadi penghubung antara dosen pemateri dan pihak sekolah, mulai dari menentukan tema sosialisasi, memilih sekolah sasaran, hingga menetapkan kelompok siswa yang menjadi peserta. Mahasiswa juga bertanggung jawab atas penyediaan perlengkapan dan konsumsi guna mendukung kelancaran kegiatan.

Baca juga: Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur Tingkatkan Kesadaran Siswa SD Melalui Sosialisasi Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan Seksual

Baca juga: Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur Tanamkan Kesadaran Anti-Bullying di MI Islamiyah Banjarpoh

Mahasiswa Kelompok Sahabat Desa 15 mendampingi siswa dalam permainan edukatif mengenai pencegahan bullying.
Mahasiswa Kelompok Sahabat Desa 15 mendampingi siswa dalam permainan edukatif mengenai pencegahan bullying. (Foto: Humas UPN Veteran Jawa Timur)

Rangkaian sosialisasi diawali dengan doa bersama dan pembukaan yang dipandu oleh mahasiswa selaku pembawa acara. Suasana kemudian dibuat lebih interaktif melalui kegiatan ice breaking sebelum memasuki sesi penyampaian materi mengenai pencegahan perundungan.

Dalam pemaparannya, ketiga dosen memperkenalkan bullying melalui contoh-contoh perilaku yang dapat ditemukan dalam interaksi sehari-hari siswa. Salah satu bentuk perundungan yang dibahas adalah bullying verbal, yakni tindakan perundungan yang dilakukan melalui perkataan, seperti mengejek, menghina, atau merendahkan orang lain.

Iklan

Melalui contoh tersebut, siswa diajak memahami bahwa perkataan maupun tindakan yang dianggap sebagai candaan dapat menjadi bentuk perundungan apabila dilakukan untuk menyakiti, mempermalukan, atau mengintimidasi orang lain.

Pemahaman ini diberikan agar siswa lebih mampu membedakan interaksi yang wajar dengan perilaku yang berpotensi merugikan teman sebaya.

Tidak hanya melalui penyampaian materi, sosialisasi juga dikemas dalam bentuk permainan edukatif yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Permainan tersebut digunakan sebagai sarana pembelajaran untuk membantu siswa mengenali situasi yang berkaitan dengan perundungan serta memahami tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi tersebut.

Selama sesi permainan berlangsung, mahasiswa turut mendampingi siswa agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Mahasiswa juga memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih percaya diri dalam mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pendapat selama sesi diskusi bersama pemateri.

Pendekatan interaktif tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, aktif mengajukan pertanyaan, serta menunjukkan ketertarikan terhadap contoh-contoh perilaku perundungan yang disampaikan.

Pemahaman siswa terhadap materi juga terlihat dari kemampuan mereka dalam mengidentifikasi tindakan yang termasuk bullying. Para siswa mampu memberikan contoh perilaku perundungan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menyebutkan tindakan positif yang dapat dilakukan untuk membantu teman.

Dokumentasi bersama dosen, mahasiswa Kelompok Sahabat Desa 15, dan siswa SD Miftahul Ulum usai kegiatan sosialisasi anti- bullying.
Dokumentasi bersama dosen, mahasiswa Kelompok Sahabat Desa 15, dan siswa SD Miftahul Ulum usai kegiatan sosialisasi anti- bullying. (Foto: Humas UPN Veteran Jawa Timur)

Selain itu, siswa dapat menjawab sejumlah pertanyaan yang diberikan oleh dosen maupun mahasiswa. Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa penyampaian materi melalui contoh konkret dan permainan edukatif membantu siswa mengenali perilaku perundungan serta memahami pentingnya saling menghargai dalam pergaulan di sekolah.

Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya keberanian untuk mencari bantuan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Para siswa diberikan pemahaman bahwa tindakan perundungan tidak seharusnya dihadapi sendiri. Mereka dapat meminta pertolongan kepada guru, wali kelas, orang tua, maupun pihak sekolah lainnya yang dapat memberikan perlindungan dan pendampingan.

Iklan

Melalui kegiatan tersebut, siswa juga diperkenalkan pada pentingnya kepedulian terhadap teman yang mengalami perundungan. Pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab korban atau pelaku, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai.

Keterlibatan dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dasar. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembelajaran yang menggabungkan penyampaian materi, pendampingan, dan aktivitas interaktif.

Melalui sosialisasi anti-bullying ini, Kelompok Sahabat Desa 15 berharap siswa SD Miftahul Ulum dapat semakin memahami dampak negatif perundungan dan menghindari perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga diharapkan memiliki keberanian untuk melaporkan tindakan bullying yang dialami maupun disaksikan kepada guru atau orang tua, sehingga upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan dapat dilakukan secara bersama-sama.

Penulis: Yeslar Manda Natalia Manalu

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.