MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM – Bagi seorang pelukis, seni lukis sebqgai ruang kreativitas untuk menyampaikan pesan kehidupan. Semangat tersebut tercermin dalam diri Agus Yusuf, yang telah menekuni dunia seni lukis selama hampir 35 tahun.
Kecintaannya terhadap seni lukis diwujudkan melalui pembangunan sebuah galeri bernama Galeri Ridho. Berdiri di atas tanah milik pribadi seluas sekitar 130 meter persegi, galeri ini berlokasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.
Galeri Ridho yang baru saja rampung dibangun diresmikan Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., pada Rabu (14/10/2026), bertepatan dengan momentum Bahana Bersahaja.
Momentum Bahana Bersahaja (Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera) memberikan nuansa tersendiri dalam peresmian galeri tersebut. Kesederhanaan dan kebersamaan yang terjalin, di tengah keberagaman latar belakang pengunjung, menjadi bukti bahwa seni mampu menjangkau berbagai kalangan.
Ekspresi Tanpa Batas: Mengenal Agus Yusuf, Pelukis Mulut dan Kaki
Agus Yusuf lahir pada tahun 1966 dengan kondisi keduatangan sebatas siku dan kaki kanan sebatas lutut. Namun, keterbatasan fisik tidak pernah menjadi batas bagi langkahdan imajinasinya.
Masa kecil Agus dijalaninya seperti anak-anak lainnya, bermain, belajar, dan menikmati dunia di sekelilingnya. Dari keseharian yang sederhana itulah tumbuh kepekaan terhadap keindahan alam dan berbagai peristiwayang hadir dalam kehidupan.
Sejak kecil, Agus telah menunjukkan ketertarikan pada bentuk, warna, dan suasana yang ia temui di lingkungansekitarnya. Ketertarikan itu perlahan berkembang menjadikegemaran menggambar dan kemudian menemukan jalannyadalam dunia seni lukis.
Bagi Agus, melukis bukan sekadar aktivitas, melainkan sebuah cara untuk melihat, merasakan dan mengungkapkan dunia.
Dalam karya-karyanya, Agus banyak menghadirkan objekyang dekat dengan kehidupan: bentang alam, manusia, hewan, bunga, hingga suasana pedesaan. Ia mengamatiobjek-objek tersebut dengan penuh perhatian dan berusahamenangkap bentuknya sedekat mungkin dengan kenyataan. Pendekatan yang sederhana dan jujur itu melahirkan lukisan-lukisan yang terasa alami, hangat, dan memiliki kesanrealistis.
Perjalanan Agus sebagai pelukis semakin berkembang ketika pada tahun 1989 ia bergabung dan aktif berkarya di Yayasan AMFPA (Association of Mouth and Foot Painting Artists) di Swiss. Tahun 2013 menjadi salah satu tonggak penting dalamperjalanan seninya ketika ia diangkat sebagai anggotaterasosiasi AMFPA.
Sejak saat itu, Agus terus berkarya dan berjuang untuk meraih status sebagai anggota penuh.
Keanggotaannya di AMFPA Internasional juga membawanya melangkah lebih jauh, memperkenalkan karya-karyanya kepada publik di berbagai belahan dunia. Agus telahber partisipasi dalam sejumlah pameran Nasional, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Klaten dan kota lainnya.
Selain itu di kancah internasional juga aktif pameran, antara lain di Taipei pada tahun 1991, Malaysia pada tahun 1995, Singapura pada tahun 2012, Wina pada tahun 2013, Barcelona pada tahun 2017 dan London pada tahun 2026.
Dari perjalanan panjang melukis dan pameran, Agus menghadirkan galeri bukan sekadar wadah hasil karyanya. Galeri lukis diharapkan menjadi tempat peetemuan antara seniman, masyarakat dan pecinta seni.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.