Langsung ke konten
Sabtu, 17 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

WCD Kota Malang Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi Pentahelix

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: World Clean Up Day (WCD) yang diperingati secara serempak di seluruh dunia pada tanggal 20 September juga digelar Dinas

Aksi gotong royong petugas DLH bersama berbagai elemen masyarakat saat membersihkan sampah di aliran Sungai Metro, Kota Malang.

Aksi gotong royong petugas DLH bersama berbagai elemen masyarakat saat membersihkan sampah di aliran Sungai Metro, Kota Malang. (Foto: Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: World Clean Up Day (WCD) yang diperingati secara serempak di seluruh dunia pada tanggal 20 September juga digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang di area sepanjang Jalan Ijen bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Kegiatan yang dilakukan berupa penyapuan di koridor jalan yang memiliki nilai historis bagi Kota Malang tersebut.

Di samping itu, juga dilakukan pengangkutan sampah yang tercecer mulai Jalan Besar Ijen hingga Jalan Semeru. DLH tidak melakukan pembersihan sendiri, namun menggandeng berbagai pihak yakni jajaran samping serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Tidak hanya itu, gerakan yang berawal dari aksi lokal bertajuk “Let’s Do It! 2008 dan diinisiasi oleh organisasi Let’s Do It Estonia di negara Estonia ini dengan menerjunkan 5.000 relawan untuk membersihkan seluruh negeri dalam waktu 5 jam. Ternyata, efek domino dari aksi tersebut menginsipirasi negara lain untuk mengadopsi hal serupa. Termasuk di Indonesia ini dan ditularkan hingga daerah-daerah.

Baca juga: Dukung Ngalam Rijik, RS Lavalette Berikan TSP kepada DLH Kota Malang

Baca juga: Bentangkan Sayap ke Negeri Sakura, Samsudin Lepas Delegasi MAN 2 Kota Malang di JYS 2026

Untuk WCD Tahun 2026 ini mengusung tema “Aksi Bersih, Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah” sebagai momentum dalam menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia serta menyongsong Hari Sumpah Pemuda. Tagline ini menjadi penguat bahwa kebersihan adalah agenda strategis nasional dalam mewujudkan Indonesia sehat, bersih dan berkelanjutan.

Suasana kegiatan bersih-bersih lingkungan dan sungai dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) Tahun 2026 di Kota Malang.
Suasana kegiatan bersih-bersih lingkungan dan sungai dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) Tahun 2026 di Kota Malang. (Foto: Istimewa)

Aksi Nyata Bersih Sungai dan Kolaborasi Lintas Sektor di Kota Malang

Dalam implementasinya, DLH Kota Malang juga melakukan gerakan bersih sampah dan bersih sungai yang berlokasi di Sungai Metro Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru pada Minggu, 4 Oktober 2026, tepatnya di dekat tandon air Tugu Tirta. Dari bersih-bersih yang dilakukan antara kolaborasi DLH, Perumda Tugu Tirta, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), mahasiswa yang tergabung dalam komunitas peduli lingkungan serta masyarakat setempat menghasilkan sampah sebanyak 3 ton.

Iklan

Kemudian, rangkaian ketiga yang merupakan puncak WCD. DLH menggelar kegiatan bersih-bersih dan penanaman pohon di area Sungai Metro pada Jumat, 9 Oktober 2026 yang dihadiri Wali Kota Malang, Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kota Malang, Lurah se-Kota Malang, Palang Merah Indonesia, Yayasan Gubuk e Wong Ngalam (GWN), Komunitas Malang Peduli Demokrasi (MPD), kader lingkungan, dunia usaha, perbankan, mahasiswa serta masyarakat sekitar.

Dalam perhelatan tersebut, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyampaikan kegiatan WCD Tahun 2026 memiliki beberapa tujuan.

“Melalui kegiatan WCD Tahun 2026 ini dapat memperkuat kolaborasi pentahelix yaitu Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, sekolah, komunitas, perguruan tinggi serta media dalam mewujudkan lingkungan Kota Malang yang bersih, sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

“Terpenting, WCD dapat menguatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah dan membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah,” imbuh Raymond.

Ditegaskannya, dengan meningkatkan kepedulian masyarakat dapat menumbuhkan persepsi bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama sehingga dapat mendorong timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Dikatakannya, rangkaian WCD pihak yang terlibat sekitar 600 orang yang terdiri dari berbagai unsur. Keterlibatan tersebut meliputi unsur pemerintahan, Perumda Tugu Tirta, Forkompinda, Kader Lingkungan, dunia usaha, mahasiswa, media, organisasi kemasyarakatan serta instansi vertikal di Kota Malang.

Raymond berharap, rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti sampai di situ tetapi dapat menjadi gerakan bersama dan berkelanjutan dalam mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.