Langsung ke konten
Selasa, 20 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Sinergi Internasional UB dan UPM Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Pengolahan Buah Inklusif di SLB Eka Mandiri Batu

Tim dosen Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem, UB melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat

Sesi foto bersama tim dosen Universitas Brawijaya (UB), Universiti Putra Malaysia (UPM), perwakilan Pemkot Batu, serta guru dan siswa SLB Eka Mandiri Batu.

Sesi foto bersama tim dosen Universitas Brawijaya (UB), Universiti Putra Malaysia (UPM), perwakilan Pemkot Batu, serta guru dan siswa SLB Eka Mandiri Batu. (Foto: Humas UB)

BATU | JATIMSATUNEWS.COM: Komitmen terhadap pengembangan ekonomi inklusif diwujudkan melalui kolaborasi internasional antara Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) dan Universiti Putra Malaysia (UPM). Tim dosen Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem, UB melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengembangkan pengolahan buah kering pada UKM Unique, unit usaha yang dikelola oleh SLB Eka Mandiri Batu.

Siswa SLB Eka Mandiri Batu antusias mempraktikkan penggunaan food dehydrator untuk mengeringkan buah dalam sesi pelatihan pengolahan buah kering.
Siswa SLB Eka Mandiri Batu antusias mempraktikkan penggunaan food dehydrator untuk mengeringkan buah dalam sesi pelatihan pengolahan buah kering. (Foto: Humas UB)

Membangun Kemandirian Vokasional Siswa Berkebutuhan Khusus

UKM Unique menjadi model usaha yang istimewa karena seluruh tenaga kerjanya berasal dari siswa dan alumni SLB Eka Mandiri Batu. Melalui unit usaha ini, siswa tidak hanya belajar keterampilan vokasional, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi dan kepercayaan diri untuk bersaing di dunia kerja.

Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada 17 September 2026 ini merupakan bagian dari Program Dosen Berkarya Universitas Brawijaya Tahun 2026. Program ini diketuai oleh Rini Yulianingsih, Ph.D., dengan anggota Prof. Musthofa Lutfi dan Ubaidillah, M.Si.

Baca juga: FBiPK UB Gelar ICAFOSY 2026, Perkuat Sinergi Internasional untuk Ketahanan Air, Energi, dan Pangan

Baca juga: Putra Daerah Lamongan Bawa Pulang Bronze Medal dari Kompetisi Internasional THE SEVENTH ACEC: International Student Competition

Kolaborasi Lintas Sektor dan Transfer Teknologi Internasional

Suasana pemaparan materi strategi peningkatan nilai tambah produk hortikultura oleh tim pengabdian di hadapan para peserta pelatihan.
Suasana pemaparan materi strategi peningkatan nilai tambah produk hortikultura oleh tim pengabdian di hadapan para peserta pelatihan. (Foto: Humas UB)

Dalam pelaksanaannya, tim UB berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Batu serta Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) Kota Batu yang diwakili oleh Ketua Bapak Yossi Hendrawan Saraswanto, S.T.

Kegiatan ini juga menghadirkan delegasi dari UPM yang terdiri dari Prof. Dr. Rosnah Shamsudin, Dr. Siti Hajar Ariffin, dan Dr. Muhammad Hazwan Hamzah. Kehadiran mereka memperkuat dimensi internasional dalam transfer teknologi dan pendampingan usaha.

Iklan

Ketua Tim Pengabdian, Rini Yulianingsih, Ph.D., menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan adalah peningkatan kualitas dan standarisasi produk.

Tim kolaborasi UB, UPM, dan mitra instansi lokal berpose bersama di depan gerbang Yayasan SLB Eka Mandiri Kota Batu.
Tim kolaborasi UB, UPM, dan mitra instansi lokal berpose bersama di depan gerbang Yayasan SLB Eka Mandiri Kota Batu. (Foto: Humas UB)

“Kami melihat potensi besar dari UKM Unique. Siswa dan alumni SLB Eka Mandiri memiliki semangat luar biasa. Kami ingin membantu mereka agar produk buah kering yang dihasilkan tidak hanya enak, tetapi juga seragam, bermutu, dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas,” ujar Rini.

Ia menambahkan, “Pengabdian ini bukan sekadar memberikan alat, tetapi membangun sistem. Kami ingin keterampilan ini bisa berkelanjutan dan menjadi bekal wirausaha bagi mereka.”

Pelatihan Praktis dan Penyerahan Teknologi Tepat Guna

Salah satu sesi utama dalam pelatihan ini adalah materi tentang pengolahan buah kering dan penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) yang disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Rosnah Shamsudin dari UPM.

Dalam pemaparannya, Prof. Rosnah menekankan pentingnya kontrol proses untuk menjaga kualitas.

“Pengolahan buah kering yang baik kuncinya ada pada tiga hal: pemilihan bahan baku yang segar, ketebalan irisan yang seragam, dan kontrol suhu pengeringan yang stabil. Jika tiga hal ini terjaga, warna, rasa, dan kandungan gizi buah akan tetap optimal,” jelas Prof. Rosnah di hadapan peserta.

Ia juga menegaskan, “Standar kebersihan dan keamanan pangan harus menjadi budaya kerja. Dengan begitu, produk dari UKM Unique akan mampu menembus pasar modern dan meningkatkan kepercayaan konsumen.”

Iklan

Untuk mendukung penerapan hasil pelatihan, Tim UB menyerahkan bantuan peralatan berupa satu unit food dehydrator dan alat pengiris atau slicer. Penyerahan alat ini disertai dengan pelatihan penggunaan dan perawatan secara langsung, sehingga peserta dapat segera mengoperasikannya secara mandiri.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, pengenalan peralatan, demonstrasi proses pengeringan buah apel dan nangka, serta diskusi terbuka bersama guru, siswa, dan alumni. Keterlibatan aktif seluruh warga SLB menjadi poin penting dalam kegiatan ini.

Kepala SLB Eka Mandiri Batu menyambut baik program kolaborasi ini. Ia menilai program tersebut memberikan dampak nyata bagi kemandirian siswa.

“Kami sangat berterima kasih kepada UB, UPM, dan Pemerintah Kota Batu. Bantuan alat dan ilmu ini sangat berarti bagi anak-anak kami. Ini adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya dan berwirausaha,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PLUT KUMKM Kota Batu, Yossi Hendrawan Saraswanto, S.T., menegaskan komitmen pihaknya untuk terus melakukan pendampingan.

“UKM Unique adalah contoh nyata UMKM inklusif. Kami dari PLUT KUMKM Kota Batu akan terus mendampingi dari sisi legalitas, pengemasan, hingga pemasaran, agar produk buah kering ini bisa naik kelas,” kata Yossi.

Kolaborasi antara UB, UPM, Pemerintah Kota Batu, PLUT KUMKM, dan UKM Unique ini mempertemukan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna, dan pendampingan usaha. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi inklusif di Kota Batu.

Melalui program ini, UKM Unique diharapkan mampu mengembangkan produk buah kering yang lebih seragam, bermutu, dan bernilai jual tinggi, sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Pelaksanaan program Dosen Berkarya ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) melalui penguatan ekonomi masyarakat, SDG 2 (Zero Hunger) melalui pemanfaatan sumber pangan lokal, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan usaha inklusif, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan hasil hortikultura menjadi produk bernilai tambah.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.