MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pekan Olahraga dan Seni (Pelangi) PGMI 2026 resmi dibuka pada Jumat (16/10/2026). Menghadirkan sepuluh cabang kompetisi tingkat nasional untuk mahasiswa dan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI)/Sekolah Dasar (SD), kegiatan yang diselenggarakan FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini juga mengangkat tantangan profesi pendidik di tengah perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Isu tersebut dibahas dalam talkshow interaktif yang menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Pelangi PGMI 2026. Diskusi menyoroti perubahan dunia pendidikan akibat integrasi teknologi digital sekaligus pentingnya kesiapan calon guru dalam merespons perkembangan tersebut.
Dalam pembahasan itu, AI tidak diposisikan sebagai ancaman yang akan menggantikan guru, melainkan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya metode pengajaran, mendorong kreativitas, dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih inovatif. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan literasi digital, kemampuan beradaptasi, serta kecakapan berpikir kritis agar teknologi digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Baca juga: PILOT PGMI 2026 Bekali Mahasiswa Baru dengan Kepemimpinan dan Organisasi
Baca juga: Kisah Inspiratif Vanya: Dai Cilik Asal Malang Peraih Prestasi Nasional dan Hafal 13 Juz Al-Qur’an
Di sisi lain, kemampuan teknologis tidak cukup menjadi bekal pendidik masa depan. Empati, keteladanan moral, pembentukan karakter, dan hubungan emosional antara guru dengan peserta didik tetap menjadi dimensi penting yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
Selain talkshow, Pelangi PGMI 2026 menghadirkan sepuluh cabang kompetisi yang terbagi dalam dua kategori. Pada kategori mahasiswa, perlombaan meliputi microteaching, penulisan esai, dan permainan tradisional edukatif. Ketiga cabang ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan mengajar, kemampuan menyampaikan gagasan ilmiah, serta kreativitas dalam mengembangkan permainan sebagai media pembelajaran.
Sementara itu, kategori siswa MI/SD mencakup tujuh cabang, yakni bulu tangkis, menyanyi, kaligrafi, mewarnai, olimpiade Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), tari tradisional, serta hafalan Al-Qur’an Juz 30.
Ragam kompetisi tersebut mempertemukan berbagai potensi peserta, mulai dari kemampuan akademik dan olahraga hingga bakat seni, budaya, dan keagamaan. Dengan demikian, ajang ini tidak hanya menyediakan ruang untuk berkompetisi, tetapi juga mendorong pengembangan kemampuan peserta secara lebih beragam.
Melalui Pelangi PGMI 2026, FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan ruang perjumpaan dan pengembangan potensi bagi mahasiswa serta siswa dari berbagai daerah. Di tengah transformasi pendidikan berbasis teknologi, kegiatan ini sekaligus mengingatkan bahwa kesiapan menjadi pendidik masa depan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga kemampuan menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pendidikan.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.