Langsung ke konten
Jumat, 9 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

ASN Polinema Sukses Rintis “Bolu Legenda” Malang Jelang Pensiun

Dengan kejeliannya membaca peluang di kota pendidikan, ia sukses merintis bisnis kuliner oleh-oleh bernama Bolu Legenda Malang.

Tampilan gerai usaha kuliner "Bolu Legenda Malang" yang dirintis oleh Joko Santoso.

Tampilan gerai usaha kuliner "Bolu Legenda Malang" yang dirintis oleh Joko Santoso. (Foto: Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Memasuki masa menjelang purnatugas tidak lantas membuat Joko Santoso (60) memilih berpangku tangan atau menghabiskan hari-hari dengan rutinitas yang pasif. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mendedikasikan dirinya untuk mengabdi di Politeknik Negeri Malang (Polinema) sejak tahun 1988 ini dengan tegas membuktikan bahwa naluri wirausaha yang kuat tidak akan pernah luntur tergerus oleh batasan usia. Dengan ketajaman insting bisnis serta kejeliannya dalam membaca peluang emas di tengah dinamika kota pendidikan, ia sukses merintis sebuah bisnis kuliner oleh-oleh khas yang diberi nama Bolu Legenda Malang.

Berbagai varian produk roti dan bolu klasik yang tertata rapi di etalase toko.
Berbagai varian produk roti dan bolu klasik yang tertata rapi di etalase toko.

Jiwa Bisnis yang Terasah Sejak Kecil

Lahir dan besar di kawasan Pakisaji, Kabupaten Malang, pria paruh baya ini menuturkan bahwa bakat berdagang dan kecintaannya pada dunia kuliner sudah terpupuk subur sejak ia masih menginjak usia kanak-kanak. Tumbuh dari keluarga sederhana yang mengelola sebuah depot nasi harian, ia terbiasa memikul tanggung jawab membantu orang tua sekaligus secara diam-diam mencuri ilmu meracik adonan kue langsung di dapur rumah.

“Bagi kami yang tumbuh di keluarga pedagang, kalau mau uang saku lebih, ya harus bantu orang tua. Dari sana saya belajar adonan dan proses bikin kue,” kenang Joko dalam bincang-bincang program Lapak Rancak.

Baca juga: Tidak Ikut Demo, Jawara Technoprenure dari SMAN 1 Turen Malah Akui Dukungan Kepala Sekolah

Baca juga: DKP Kab.Malang Menanti Munculnya UKM Baru Bolu Jeruk Dan Bakpao Ubi Hasil Pelatihan

Perjalanan panjang kariernya sebagai abdi negara resmi bermula pada tahun 1988 sebagai tenaga honorer, sebelum akhirnya mendapatkan Surat Keputusan (SK) untuk diangkat menjadi seorang ASN penuh di lingkungan Polinema pada tahun 1991. Memanfaatkan sisa waktu luang di luar jam dinas kantor yang masih menyisakan banyak kesempatan di sore hari, latar belakang pendidikan di bidang administrasi niaga mendorongnya untuk tidak pernah merasa cepat puas dan terus menjajal berbagai lini bidang usaha.

Pada era awal tahun 1990-an tatkala perangkat komputer masih menjadi barang yang sangat langka dan mewah, ia dengan berani membuka jasa rental komputer. Usaha tersebut terus bergulir dinamis hingga merambah ke bisnis biro perjalanan atau travel agent pada tahun 1996, sebelum akhirnya kembali fokus menekuni bidang layanan servis serta penjualan perangkat komputer yang bertahan hingga tahun 2010.

Namun, roda nasib berputar ketika invasi besar-besaran dari pemodal skala besar asal kota metropolitan seperti Surabaya dan Jakarta mulai membanjiri pasaran lokal. Kondisi tersebut memaksa Joko untuk berpikir secara realistis dan rasional dalam menghadapi persaingan ketat.

Iklan

“Tahun 2010 persaingan makin ketat. Dengan modal pas-pasan, daripada terus tergilas, kita harus tahu diri dan mencari peluang lain yang persaingannya tidak terlalu raksasa,” ungkap Joko menjelaskan titik balik keputusannya saat itu.

Joko Santoso saat membagikan kisah inspiratif perjalanannya merintis usaha dalam program bincang-bincang.
Joko Santoso saat membagikan kisah inspiratif perjalanannya merintis usaha dalam program bincang-bincang.

Membaca Peluang Emas dari Ratusan Ribu Mahasiswa

Setelah vakum dari dunia usaha komputer dan fokus menjalankan tugas kehumasan di Polinema, Joko mulai memikirkan kesibukan produktif untuk menyongsong masa pensiun.

“Saya orangnya tidak bisa diam. Kalau pensiun nanti cuma makan-tidur, kesehatan bisa terganggu. Harus ada mainan baru yang produktif,” tutur Joko.

Ide mendirikan Bolu Legenda bersemi tatkala ia mencermati data demografi Kota Malang yang dibanjiri sekitar 200.000 mahasiswa luar kota di berbagai kampus ternama seperti UB, UM, hingga Polinema. Alih-alih bersaing menjual konsumsi harian mahasiswa, ia melirik ceruk pasar orang tua mahasiswa yang jauh lebih potensial.

“Minimal orang tua datang ke Malang dua kali: saat mengantar anak daftar kuliah dan saat menghadiri wisuda. Begitu datang ke Malang, mereka pasti ingin membawa buah tangan pulang untuk keluarga. Di situ saya melihat peluang oleh-oleh yang pas,” jelas Joko.

Pilihan produk kue berkualitas dengan harga terjangkau siap memanjakan para pembeli.
Pilihan produk kue berkualitas dengan harga terjangkau siap memanjakan para pembeli.

Menghidupkan Kembali Nostalgia Bolu Klasik

Alih-alih mengikuti tren pasar oleh-oleh modern yang dipenuhi keripik buah, Joko justru memilih menghadirkan kembali memori masa lalu melalui produksi kue bolu klasik seperti bolu gulung isi selai nanas. Baginya, ketangguhan mental dan keberanian melangkah adalah modal utama seorang wirausahawan sejati.

“Teori itu penting, tapi yang membuat seseorang bertahan adalah pengalaman dan jam terbang di jalanan. Menjalani berbagai zaman membuat kita lebih fleksibel menghadapi perubahan,” pungkas Joko menutup kisah inspiratifnya. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.