Langsung ke konten
Sabtu, 24 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

DPD RI Lia Istifhama Terpukau Batik Alami Lamongan, Sebut Rugi Tak Mampir ke Sanggar Mbah Guru

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Keindahan selembar kain batik tidak hanya terletak pada corak dan motifnya, melainkan pada ketekunan perajin serta kekayaan

Sesi foto bersama rombongan dan pengelola sanggar di Lamongan.

Sesi foto bersama rombongan dan pengelola sanggar di Lamongan. (Foto: Istimewa)

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Keindahan selembar kain batik tidak hanya terletak pada corak dan motifnya, melainkan pada ketekunan perajin serta kekayaan alam yang menyertainya. Pesona inilah yang membuat Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, merasa terpesona ketika menyaksikan langsung koleksi batik tulis di Sanggar Batik Mbah Guru, Kabupaten Lamongan.

Menampilkan keindahan kain batik tulis khas Lamongan ramah lingkungan.
Menampilkan keindahan kain batik tulis khas Lamongan ramah lingkungan. (Foto: Istimewa)

Kekaguman Senator Terhadap Batik Tulis Lamongan

Dalam kunjungannya pada Jumat (23/10/2026), senator yang akrab disapa Ning Lia itu mengaku takjub melihat bagaimana bahan-bahan sederhana dari alam mampu disulap menjadi karya seni bernilai tinggi. Ia mengamati satu per satu koleksi batik tulis berkarakter khas Lamongan dengan penuh antusias bersama para pengelola sanggar.

“Cakep banget. Batik tulis asli Lamongan,” ujar Ning Lia dengan penuh kekaguman saat melihat langsung hasil karya tersebut. Menurutnya, warisan leluhur ini membuktikan bahwa kreativitas lokal mampu berjalan beriringan dengan semangat menjaga kelestarian budaya dan inovasi ekonomi kreatif.

Baca juga: 3 Penyakit yang Obatnya Harus Dibeli dengan Resep Dokter, Pengobatan Gratis Klinik Hidayatullah dan JatimSatuNews di Batik Story Purwosari

Baca juga: Batik Lamongan Masuk Tiga Besar DPD RI Awards 2026, Senator Lia Istifhama Terpesona

Senator Lia Istifhama saat mengamati koleksi kain batik tulis di Sanggar Batik Mbah Guru.
Senator Lia Istifhama saat mengamati koleksi kain batik tulis di Sanggar Batik Mbah Guru. (Foto: Istimewa)

Pemanfaatan Lebih dari 100 Tanaman dan Limbah Pertanian

Sementara itu, pendiri Sanggar Batik Mbah Guru, Endang Dzunuraini, menjelaskan bahwa tempat usahanya memanfaatkan ragam flora lokal sebagai pewarna yang ramah lingkungan. “Kami menggunakan pewarna alami yang bisa diregenerasi. Di kebun kami ada lebih dari 100 jenis tanaman pewarna alami yang dimanfaatkan untuk produksi batik,” jelas Endang.

Iklan

Tidak hanya mengandalkan tanaman yang dibudidayakan seperti bunga telang, akar mengkudu, dan indigo, Endang juga berinovasi mengolah limbah pertanian yang kerap terbuang, seperti sabut kelapa, menjadi bahan pewarna bernilai estetika tinggi. Proses kreatif ini dipadukan dengan identitas budaya lokal melalui motif yang terinspirasi dari bunga melati dan bunga tanjung.

Potensi Wisata Edukasi dan Ekonomi Kreatif Daerah

Suasana peninjauan langsung proses produksi batik berbahan pewarna alami.
Suasana peninjauan langsung proses produksi batik berbahan pewarna alami. (Foto: Istimewa)

Melihat berbagai inovasi tersebut, Ning Lia berharap Sanggar Batik Mbah Guru dapat terus berkembang, tidak hanya sebagai sentra produksi batik, tetapi juga bertransformasi menjadi destinasi wisata edukasi bagi masyarakat luas. Ia menilai kekayaan budaya daerah seperti ini wajib mendapatkan perhatian dan dukungan nyata agar semakin dikenal wisatawan.

Mengakhiri kunjungannya, Ning Lia melontarkan ajakan hangat bagi siapa saja yang berkunjung ke Jawa Timur agar tidak melewatkan kesempatan singgah ke Lamongan. “Kalau ke Jawa Timur, rasanya rugi sekali kalau tidak mampir ke Lamongan, lebih tepatnya ke Sanggar Batik Mbah Guru. Batik tulis asli Lamongan ini sangat bagus,” pungkasnya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.