MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Guna memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, SMAN 6 Kota Malang resmi menggelar Supervisi Guru untuk Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027.
Program strategis yang telah bergulir sejak 18 Agustus 2026 ini direncanakan akan terus berlangsung secara komprehensif hingga 1 Oktober 2026 mendatang.
Kepala SMAN 6 Kota Malang, Ernawati, menyatakan bahwa kegiatan supervisi ini mencakup pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran di kelas serta evaluasi terhadap berbagai aspek pendukung kinerja tenaga pendidik.
Baca juga: Kepala SMAN 6 Kota Malang Ernawati Ungkap Harapannya usai Halal Bihalal Idulfitri 2026 Sukses
Baca juga: Kepala SMAN 6 Malang: Jumat Bersih Itu Pembentukan Karakter Siswa
Ia secara khusus menekankan kepada seluruh jajarannya agar pengawasan ini tidak dimaknai semata-mata sebagai ajang penilaian atau penghakiman terhadap kapasitas guru.
“Supervisi ini sejatinya menjadi bagian dari proses refleksi dan perbaikan bersama. Harapannya, setiap guru dapat melihat kembali praktik pembelajarannya secara objektif, mengetahui hal-hal apa saja yang sudah berjalan baik, sekaligus menentukan bagian mana yang masih perlu dikembangkan ke depannya,” tegas Ernawati.
Lebih lanjut, pihak manajemen sekolah menjelaskan bahwa hasil dari supervisi tersebut akan langsung diintegrasikan sebagai bukti dukung sekaligus acuan utama dalam pengelolaan kinerja guru.
Dengan mekanisme tersebut, tahapan ini dipastikan tidak akan berhenti pada sebatas evaluasi administratif, melainkan akan diterjemahkan menjadi langkah perbaikan nyata pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar berikutnya.
Menurut Ernawati, upaya mendongkrak mutu pendidikan wajib dilakukan secara berkelanjutan.
Hal tersebut, imbuhnya, mutlak membutuhkan kolaborasi yang solid, kebiasaan refleksi diri, serta keterbukaan dari para tenaga pendidik dalam menerima hasil evaluasi.
“Yang terpenting itu bukan sekadar hasil akhir dari supervisinya, tetapi bagaimana kita bersama-sama menindaklanjuti hasil tersebut. Dari sanalah kita bisa membangun model pembelajaran yang semakin efektif dan benar-benar berpusat pada kebutuhan peserta didik,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan supervisi yang terukur ini, jajaran pimpinan SMAN 6 Kota Malang menaruh harapan besar agar budaya evaluasi yang sehat semakin mengakar di lingkungan sekolah.
Para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut terus didorong untuk berinovasi dan mengasah kompetensi profesionalnya demi menghadirkan pengalaman belajar yang jauh lebih bermakna.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.