Langsung ke konten
Rabu, 2 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

Tim UPN Veteran Jawa Timur Dorong Kopi Dompyong Naik Kelas melalui Standardisasi dan Teknologi

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing kopi rakyat terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok tani. Salah satunya melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan tim dosen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur bersama Kelompok Tani (Poktan) Bumi Rahayu di Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.

Program merupakan bagian dari program pengabdian tematik kopi yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UPN Veteran Jawa Timur. Program tersebut diarahkan untuk mendorong standardisasi produk kopi melalui penguatan kapasitas petani, penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), keamanan pangan, serta pemanfaatan teknologi tepat guna berupa alat sortasi kopi.

Rangkaian program dirancang secara bertahap melalui tiga kali kunjungan. Tahap pertama berfokus pada sosialisasi, Forum Group Discussion (FGD), dan pengumpulan data baseline. Tahap kedua diarahkan pada pendampingan penerapan SJPH dan CPPOB serta penggalian lebih lanjut mengenai kondisi dan kebutuhan mitra. Sementara tahap ketiga direncanakan mencakup monitoring, instalasi dan uji fungsi alat sortasi kopi, pelatihan operasional, serta quality control.

Berawal dari Pendataan Kondisi Petani

Tahap pertama program dilaksanakan pada 21 Juni 2026 di Desa Dompyong melalui pengumpulan data baseline untuk mengetahui kondisi nyata petani kopi. Pendataan mencakup identitas petani, kondisi kebun, budidaya, produksi dan panen, pascapanen, pemasaran, serta kesiapan mengikuti standardisasi mutu, SJPH, dan CPPOB, yang selanjutnya menjadi dasar penyusunan pendampingan sesuai kebutuhan petani.

Gambar 1. Pengisian Data Baseline oleh Petani Kopi Trenggalek

Selain pendataan, tim juga melaksanakan FGD bersama para petani kopi. Forum tersebut memberikan ruang bagi petani untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari budidaya, pascapanen, hingga pemasaran hasil kopi.

Melalui diskusi tersebut, tim pengabdian memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai potensi dan tantangan yang dihadapi petani kopi di Desa Dompyong.Hasil kegiatan menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Beberapa di antaranya adalah praktik sortasi hasil panen, penerapan standar mutu, pencatatan hasil produksi, serta pemahaman mengenai sistem jaminan produk halal dan keamanan pangan.

Di sisi lain, petani menunjukkan antusiasme dan kesiapan untuk mengikuti proses pendampingan pada tahap berikutnya.Temuan tersebut menjadi penting karena program tidak hanya diarahkan pada pemberian teknologi, tetapi dimulai dari pemahaman mengenai kebutuhan nyata petani.

Berdasarkan hasil baseline yang lebih rinci, seluruh petani yang didata membudidayakan kopi varietas Robusta dengan sistem tanam tumpangsari. Luas lahan yang dikelola petani berada pada kisaran sekitar 0,5 hingga 3 hektare, sementara tingkat produksi menunjukkan variasi antarpetani. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kebutuhan pendampingan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing petani maupun kelompok.

Selain pendataan, tim UPN Veteran Jawa Timur juga melakukan FGD untuk menggali berbagai persoalan petani, mulai dari praktik panen, pascapanen, hingga pemasaran. Diskusi menunjukkan bahwa masih terdapat tantangan berupa panen campur antara ceri merah dan hijau, penjualan ceri mentah kepada tengkulak, serta belum adanya standar kualitas kolektif yang dapat memperkuat posisi tawar petani. Karena itu, penguatan kelompok tani, perbaikan proses pascapanen, dan penerapan standar mutu menjadi langkah penting untuk mendorong kopi rakyat Dompyong memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Gambar 3. Dosen Agribisnis Survei Kualitas Biji Kopi Hasil Olahan Poktan Bumi Rahayu

Dari Data Lapangan Menuju Pengembangan Alat Sortasi

Salah satu kebutuhan yang muncul pada Forum Group Discussion adalah alat sortasi kopi. Melalui kolaborasi antara dosen UPN Veteran Jawa Timur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), tim mengambangkan alat sortasi yang disesuaikan dengan kebutuhan petani di lapangan.

Gambar 2. Kolaborasi Tim Dosen UPN Veteran Jawa Timur dan ITS dalam Pengembangan Alat Sortasi Kopi

Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu proses pemilahan biji kopi secara lebih efektif sehingga mendukung peningkatan kualitas produk yang dihasilkan petani.Kehadiran alat sortasi diharapkan dapat membantu meningkatkan mutu kopi dan kualitas produk sehingga berpotensi meningkatkan nilai jual.

Setelah tahap awal selesai, tim kembali melakukan kunjungan ke Poktan Bumi Rahayu pada 2 Agustus 2026. Kunjungan kedua menjadi tindak lanjut dari proses yang telah dimulai melalui pendataan baseline.

Kegiatan pada tahap ini mencakup observasi kondisi mitra, wawancara, serta proses penandatanganan dokumen implementasi kerjasama. Pendampingan pada kunjungan kedua ini diarahkan untuk memperkuat penerapan standardisasi mutu, halal, dan keamanan pangan di lingkungan Poktan Bumi Rahayu.

Respons positif juga diberikan terhadap pendampingan standardisasi mutu, halal, dan keamanan pangan. Mitra berharap program dapat terus berlanjut sehingga produksi kopi dapat ditingkatkan sekaligus memperluas pemasaran produk.

Tahap Berikutnya: Instalasi dan Uji Fungsi Alat Sortasi

Setelah dua tahap awal dilaksanakan, program pengabdian ini direncanakan memasuki tahap ketiga pada September hingga November 2026.

Tahap ketiga akan diarahkan pada monitoring, instalasi dan uji fungsi alat sortasi kopi, pelatihan operasional, serta quality control. Tahap ini menjadi kelanjutan dari kebutuhan teknologi yang telah diidentifikasi sejak kegiatan pertama.

Pengembangan dan uji coba alat akan dilakukan bersama mitra untuk melihat kesesuaiannya dengan kebutuhan kelompok tani. Hasil uji coba selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan alat maupun mekanisme penggunaannya.

Selain penggunaan alat, pendampingan akan diarahkan pada penguatan quality control. Dengan demikian, teknologi sortasi tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun proses pengendalian mutu kopi yang lebih konsisten.

Membangun Kopi Dompyong yang Lebih Berkualitas

Pada akhirnya, program ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kopi dengan kualitas yang lebih baik, tetapi juga membangun kemampuan kelompok tani dalam mengelola produk secara lebih terstandar, aman, halal, dan memiliki daya saing.

Bagi Poktan Bumi Rahayu, keberlanjutan program menjadi harapan penting. Mitra berharap pendampingan dapat terus dilakukan untuk meningkatkan mutu dan pemasaran kopi. Dalam jangka panjang, kelompok juga memiliki target untuk mengembangkan sentra kopi di Desa Dompyong.

Dari Desa Dompyong, penguatan kopi rakyat dilakukan secara bertahap: dimulai dari data, dilanjutkan dengan pendampingan, dan diarahkan menuju pemanfaatan teknologi. Kolaborasi perguruan tinggi dan kelompok tani tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah serta daya saing kopi lokal Trenggalek.

Program ini juga mendukung pencapaian SDG 8 melalui penguatan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 melalui pengembangan teknologi tepat guna, serta SDG 12 melalui penerapan standardisasi mutu dan produksi yang lebih bertanggung jawab.

Penulis: Arum Indiharwati, S.S.T, M.SEI., Aditya Arief Rachmadhan, S.P., M.Si.,  Ahmad Radhy, S.Si., M.Si., Trisyah Nur Indah Sari, Elva Anamia Santoso

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.