Langsung ke konten
Minggu, 6 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 98.946 Warga Terdampak Kekeringan di Blitar

BLITAR, JATIMSATUNEWS.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Blitar, Sabtu (5/9/2026).

Bantuan dipusatkan di Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, didampingi Bupati Blitar Rijanto dan Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.

Sebanyak 120 rit air bersih disalurkan untuk warga di tujuh kecamatan: Bakung, Binangun, Kademangan, Panggungrejo, Sutojayan, Wates, dan Wonotirto. Bantuan tersebut ditujukan bagi 38.270 kepala keluarga atau 98.946 jiwa.

Pemprov Jatim juga menyalurkan 90 tandon berkapasitas 1.200 liter dan 250 jerigen berkapasitas 15 liter.

«“Sebetulnya sudah ada 24 kabupaten/kota di Jatim yang menerbitkan surat keputusan kedaruratan musim kemarau. Bantuan ini bagian dari upaya pemerintah,” kata Khofifah.»

Warga Margomulyo Terima 17.000 Liter Air

Sebanyak 40 kepala keluarga atau 162 jiwa di Desa Margomulyo menerima 17.000 liter air, tiga tandon, dan 40 jerigen.

Khofifah mengatakan bantuan tersebut diberikan karena kemarau ekstrem dan panjang berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih warga.

«“Kita memberikan substitusi support supply air karena kekeringan berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” ujarnya.»

BPBD Jatim, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai pola penyaluran untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Khofifah Ajak Warga Salat Istisqa

Khofifah mengajak masyarakat memperbanyak ikhtiar, termasuk melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon hujan.

«“Salat Istisqa adalah ibadah untuk memohon kepada Allah agar segera menurunkan hujan,” katanya.»

Iklan

Pemprov Jatim juga berkoordinasi terkait kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendorong turunnya hujan di wilayah terdampak.

Warga Beli Air hingga Rp100 Ribu per Tandon

Katinem, warga Dusun Rampalombo, mengatakan kekeringan terjadi hampir setiap musim kemarau. Sumur warga menyusut sehingga mereka harus membeli air seharga Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per tandon.

«“Tiap kemarau pasti kekeringan. Satu tandon harganya Rp80 ribu sampai Rp100 ribu,” katanya.»

Ia bersyukur menerima bantuan air dari Pemprov Jatim.

«“Alhamdulillah dikasih bantuan. Airnya untuk masak, mandi, dan keperluan lainnya,” pungkasnya.»

Selain air bersih, Khofifah juga menyalurkan bantuan sembako bagi warga dan anak-anak di Desa Margomulyo sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan.

Gubernur Khofifah memberikan bantuan sembako kepada warga masyarakat Margorejo (Foto: Humas Pemprov)
Foto profil Abdul Fatah Roziqin H CTA®
Abdul Fatah Roziqin H CTA®

Certified Technical Analyst (CTA), financial market practitioner, dan digital strategist yang berfokus pada pengembangan analisis pasar keuangan serta transformasi digital media. Dengan perspektif yang menggabungkan ekonomi, teknologi, dan industri informasi, ia berperan dalam mendorong inovasi strategi digital JatimSatuNews menuju media modern berbasis teknologi, data, dan kebutuhan pembaca masa depan.

Lihat semua artikel oleh Abdul Fatah Roziqin H CTA®

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.