Sorotan
JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia akan berlangsung malam ini (28/9) pukul 19.30 WIB di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Di antara banyak topik yang bisa dibahas terkait pertemuan ini, ada tentang adu tajam dua mesin gol kedua tim.
Di Malaysia, ada Arif Aiman yang telah mencetak dua gol pada laga pertama FIFA ASEAN Cup 2026.
Di Indonesia, ada Ole Romeny yang telah mencetak satu gol pada laga perdana Garuda di Grup A.
Arif Aiman vs Ole Romeny: Siapa Lebih Efektif Cetak Gol?
Jelang Derbi Serumpun antara Malaysia vs Indonesia, tak bisa lepas juga perhatian publik kepada pemain kunci dari kedua tim.
Di Malaysia ada Arif Aiman yang mencetak dua gol ke gawang Bangladesh pada laga pertama, Jumat (25/9) lalu di GBK.
Pada laga tersebut, Aiman tampil 62 menit dan mendapat nilai 8,9 dari AiScore.
Bagi Aiman, dua gol ke gawang Bangladesh merupakan yang ke-10 dari 41 pertandingan.
Ia debut bersama Harimau Malaya sejak 2021, di usianya ke-19 tahun.
Sebagai penyerang sayap kanan, ia mempunyai rasio gol 0,24 per laga.
Rasio gol ini bukan yang tertinggi di antara penyerang Malaysia yang dibawa Tan Cheng Hoe di turnamen ini.
Masih ada Paulo Josue dengan 13 gol dalam 37 pertandingan (0,35).
Lalu, ada Faisal Halim yang mencetak 18 gol dari 42 pertandingan (0,43).
Di antara tiga penyerang yang telah mencatatkan lebih dari 10 caps, Aiman berada di urutan ketiga setelah Halim dan Josue.
Ini tidak menghitung Pavithran Gunalan yang baru melakoni sembilan laga untuk mencetak satu gol.
Lalu, Fergus Tierney tujuh laga dengan satu gol, dan pemain debutan Bergson yang mencetak satu gol pada laga debutnya kontra Bangladesh.
Bagaimana dengan Ole Romeny?
Statistik Ole Romeny
Pada laga pertama kontra Singapura, Ole mencetak satu gol dari titik putih dan bermain 75 menit. Menurut AiScore, ia mendapat nilai 7,2.
Namun, gol ke gawang The Lions adalah yang ketujuh dari 11 pertandingan bersama Garuda.
Artinya, Ole Romeny mempunyai rasio gol 0,64 per laga. Tertinggi di antara Halim, Josue, dan Aiman.
Secara posisi, Ole tidak bisa disebut striker nomor 9, karena ia terus bergerak bebas.
Sehingga, ia juga tidak bisa dibandingkan dengan Josue yang di timnas cenderung menjadi striker meski di klub dapat menjadi gelandang no. 10.
Peran Ole juga tidak seperti Aiman yang dominan mengisi sisi sayap kanan. Ole bisa bergerak ke tengah (paruh-ruang) atau justru menyeberang ke sisi sayap lainnya.
Secara pergerakan, Ole cenderung mirip dengan Faisal Halim daripada dua pemain Malaysia lainnya.
Hanya saja, Ole mempunyai keunggulan pada tinggi badan, sehingga terkadang mirip penyerang tengah, alih-alih gelandang nomor 10.
Maka dari itu, Ole juga familier mengisi ujung tombak sebagai penyerang tengah namun sebagai false nine, bukan real number 9.
Baca juga: Derbi Serumpun Timnas Indonesia vs Malaysia: Lutut Sempat Diplester, Emil Audero Bakal Main?
Dari sini, ketajaman Ole Romeny tampak lebih unggul di antara penyerang Malaysia yang telah mengemas lebih dari 10 penampilan.
Tinggal pembuktian di atas lapangan pada malam ini (28/9) di GBK, apakah Ole yang bisa menjadi penentu kemenangan Indonesia atau Aiman dan pemain lain dari Malaysia yang justru menjadi pembeda.(YAN)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.