Langsung ke konten
Selasa, 1 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Berawal dari Magang, Mahasiswa MPI UIN Malang Dipercaya Jadi Pegawai Kontrak di Kementerian Haji dan Umrah

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Magang Kependidikan mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja. Program tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus berkontribusi secara langsung dalam pelayanan publik.

Hal itu ditunjukkan Badi’u Zainar Naasha (220106110042), mahasiswa MPI UIN Malang yang menjalani magang di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang. Selama mengikuti program tersebut, Badi’u terlibat dalam berbagai aktivitas pelayanan administrasi, termasuk membantu proses verifikasi dokumen dan alur pendaftaran jemaah haji.

Tidak berhenti pada tugas administratif, Badi’u juga berinisiatif mengembangkan pembaruan pada sistem layanan informasi yang ditujukan untuk mempermudah pelayanan bagi calon jemaah haji, khususnya kelompok lanjut usia.

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari instansi tempatnya menjalani magang. Atas dedikasi dan kontribusinya dalam pelayanan masyarakat, Badi’u dianugerahi penghargaan sebagai Pegawai Inovatif.

Capaian tersebut sekaligus berlanjut pada kesempatan kerja. Setelah menyelesaikan masa magang, Badi’u dipercaya untuk melanjutkan pengabdiannya sebagai pegawai kontrak waktu tertentu di instansi tersebut.

Ketua Program Studi MPI UIN Malang menilai capaian Badi’u menunjukkan bahwa pengalaman belajar di perguruan tinggi dapat diterapkan dalam konteks pekerjaan dan pelayanan publik secara langsung.

Menurutnya, pembelajaran di Program Studi MPI tidak hanya diarahkan pada penguasaan konsep manajerial, tetapi juga kemampuan mahasiswa dalam menghadapi persoalan nyata di lingkungan kerja.

“Kami mendesain mahasiswa MPI bukan sekadar menjadi pengamat teori, melainkan problem solver yang siap terjun ke ekosistem birokrasi yang kompleks. Apa yang ditunjukkan oleh Badi’u membuktikan bahwa kompetensi kepemimpinan dan manajerial pendidikan yang kami ajarkan di kampus sangat aplikatif,” ujar Kaprodi MPI saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, penghargaan sebagai pegawai inovatif dan kepercayaan untuk melanjutkan pekerjaan melalui skema kontrak menjadi salah satu indikator bahwa pengalaman magang dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi dan integritasnya di dunia kerja.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang turut mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, hubungan antara perguruan tinggi dan instansi pemerintahan perlu terus diperkuat agar mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi akademiknya.

“Capaian ananda Badi’u Zainar Naasha ini adalah wujud nyata dari profil lulusan yang berdampak. Ketika mahasiswa kita mampu masuk ke dalam sistem birokrasi, memberikan inisiatif dan kreativitas tinggi, lalu dipercaya untuk mengabdi secara profesional melalui jalur kontrak kerja, di situlah marwah perguruan tinggi tercapai,” tegas Dekan FITK UIN Malang.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk memanfaatkan program magang bukan sekadar sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi sebagai kesempatan membangun kompetensi, jejaring profesional, serta pengalaman menghadapi persoalan nyata di dunia kerja.

Kisah Badi’u menjadi salah satu gambaran bagaimana program Magang Kependidikan mahasiswa MPI dapat mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa dalam lingkungan birokrasi dapat berkembang menjadi peluang profesional ketika disertai kompetensi, inisiatif, dan kemampuan memberikan solusi terhadap persoalan pelayanan masyarakat.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.