Langsung ke konten
Senin, 17 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Pendidikan

Kontingen Fakultas Syariah Usung Semangat Antikekerasan dalam Kick Off Dismaulidiyah ke-65 UIN Maliki Malang

Pakai busana adat NTT, kontingen Fakultas Syariah usung semangat antikekerasan dalam kick off Dismaulidiyah ke-65 UIN Maliki Malang.

Sambut Dismaulidiyah ke-65 UIN Malang, kontingen Fakultas Syariah memakai pakaian adat NTT (17/8) bertepatan hari kemerdekaan ke-81 RI./dok.UIN Malang

Sambut Dismaulidiyah ke-65 UIN Malang, kontingen Fakultas Syariah memakai pakaian adat NTT (17/8) bertepatan hari kemerdekaan ke-81 RI./dok.UIN Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kontingen Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang mengikuti kompetisi defile dalam rangka Kick Off Dismaulidiyah ke-65 di Lapangan Kampus 1 UIN Maliki Malang, Senin (17/8/2026).

Mengusung tema kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan, kontingen Fakultas Syariah membawa pesan antikekerasan dan kepedulian terhadap kesehatan mental.

Agenda tersebut diawali dengan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada pukul 07.30 WIB dan diikuti seluruh sivitas akademika UIN Maliki Malang, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan.

Baca juga: 10 Dosen UIN Malang Sukses Raih Gelar Doktor Tahun Ini

Defile Fakultas Syariah UIN Malang Kenakan Pakaian Adat NTT

Kontingen Fakultas Syariah terdiri atas barisan dekanat, lima dosen, empat tenaga kependidikan, serta masing-masing empat mahasiswa dari Law Debate Community, Mootcourt, dan Paguyuban Duta Fakultas Syariah.

Seluruh anggota kontingen mengenakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk memperkuat pesan kesehatan mental, para anggota kontingen mengenakan pita hijau di lengan kanan.

Atribut tersebut menjadi simbol kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja dan kampus.

Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., mengaku bangga dapat menjadi bagian dari tim defile.

Menurut Prof Umi, kontingen fakultasnya mampu menerjemahkan tema kegiatan ke dalam atribut, gerakan, dan jargon yang sejalan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan fakultas.

“Jargon no bullying, no kekerasan verbal, mental, dan seksual kami kampanyekan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental,” tegas Prof Umi.

Selain mengampanyekan semangat antikekerasan, kontingen juga menunjukkan empati terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah gempa.

Pita hitam yang dikenakan di lengan kiri menjadi simbol duka dan penghormatan kepada para korban.

“Waktu latihan kami pendek sekali. Hanya tiga hari. Dan dua hari lalu, saudara kita di NTT mengalami musibah gempa. Karena itu, kami mengenakan pita hitam di lengan kiri sebagai simbol duka mendalam untuk para korban,” ungkap Prof. Umi.

Pita Hitam untuk Duka NTT

Tim defile Fakultas Syariah juga membawa maskot boneka perawat yang membawa stetoskop.

Mereka kompak berpakaian serba hitam untuk menunjukkan dukacita mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat NTT.

Melalui penampilan tersebut, Fakultas tidak hanya berupaya tampil dalam kompetisi defile.

Kontingen juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bebas dari kekerasan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.(MFT)